Penjelasan Dosen Sejarah Soal Titik Nol Kilometer Kota Padang

Penjelasan Dosen Sejarah Soal Titik Nol Kilometer Kota Padang

Dosen Sejarah Unand, Armansyah. (Foto: Diskominfo Padang)

Langgam.id – Tidak banyak yang mengetahui titik nol kilometer Kota Padang. Atau mungkin, karena tidak ada literatur yang menjelaskan, sehingga tak ada yang mengetahui di mana lokasi tepatnya.

Tidak adanya literatur yang memastikan titik nol kilometer Kota Padang membuat banyak orang menerka-nerka dan berasumsi sendiri. Ada yang menyebut bahwa titik nol kilometer berada di Simpang Kilometer Nol (Kinol), bahkan ada pula yang mengatakan bahwa titiknya berada di Muaro.

Dikutip dari Diskominfo Kota Padang berdasrkan penjelasan Dosen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Drs Armansyah, M.Hum soal titik nol kilometer Kota Padang sedikit mulai sedikit terungkap.

“Dimulai sejak awal abad ke-19, ketika pertama kali dibangun jalan Anyer ke Panarukan oleh Deandels. Jalan yang dibangun tersebut dinamai dengan ‘Jalan Pos’. ‘Jalan Pos’ ini pada awalnya digunakan untuk mempermudah transportasi,” jelas Armansyah.

Diketahui bahwa sebelum abad ke-19, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) telah melakukan koordinasi dalam hal komunikasi antar kantor-antar kota untuk melakukan ekspansi. Lalu di abad ke-19, kolonial Hindia-Belanda (sebelumnya VOC) mulai melakukan ekspansi ke pedalaman Sumatera.

“Mereka (kolonial) ini datang dan sudah mempertimbangkan transportasi, kemudian untuk sarana komunikasi. Itulah yang mereka inginkan bagi petugas Pos. Supaya mereka bisa memperhitungkan jarak, tentunya juga dari perhitungan militer lainnya,” tambahnya.

Pastinya banyak yang bertanya titik nol kilometer Kota Padang. Diketahui bahwa, pemilihan titik nol kilometer bisa dijadikan patokan berdasarkan Kantor Pos pertama kali dibangun di kota-kota besar yang menjadi jalur utama.

“Contoh paling konkrit, bisa dicontohkan dari ‘Kantor Pos Pusat Yogyakarta’. Di simpang empat jika kita dari Malioboro, terus ke Keraton belok kiri, ke kanan arah barat. Di pojokan itu, di simpang empat tersebut kita bisa menemukan kantor pos pusat-nya,” jelasnya.

Diketahui melalui penjelasan yang diberikan, titik nol kilometer Kota Padang ini bisa dikatakan terletak di Kantor Pos Padang yang beralamat di pusat Kota Padang ini. Kantor Pos Padang beralamat di Jalan Bagindo Aziz Chan Nomor 7, Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

“Untuk mengujinya, kita bisa mengukur dari Simpang Lubeg yang memiliki plang (papan tanda) 5 kilometer. Jika kita ukur ke Kantor Pos, maka jaraknya sama, hanya sekitar 5 kilometer,” ucapnya.

Dalam menentukan titik nol kilometer, pada reglement atau peraturan yang diusulkan organ pemerintahan dan ditetapkan melalui keputusan pemerintah, belum ada yang mengatur. Namun, penentuan nol kilometer melalui Kantor Pos sudah menjadi patokan bagi kolonial di zaman dahulu. (*/FS)

Tag:

Baca Juga

UNAND dan ISI Padang Panjang Perkuat Pelindungan Warisan Budaya Desa Kampung Baru
UNAND dan ISI Padang Panjang Perkuat Pelindungan Warisan Budaya Desa Kampung Baru
Menteri PU, Dody Hanggodo, saat meresmikan dimulainya pengeboran sumur bor di RSUP dr. M. Djamil Padang, Jumat (30/1/2026). (Dok. Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Rhenald Kasali Sentil Menteri PU Dody Hanggodo Kunker ke AS: Fokus Bangun Dalam Negeri Ketimbang Jalan-jalan!
Pemkab Pessel Ajukan Anggaran Rp198,86 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah dan Program Pendidikan
Pemkab Pessel Ajukan Anggaran Rp198,86 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah dan Program Pendidikan
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dalam kegiatan Gerakan Indonesia Asri (ASRI) di Lapangan Pantai Purus Cimpago, Padang, Jumat (10/7/2026). (Dok. Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Mahyeldi Geram Pohon Dipaku-paku, Ingatkan Pedagang hingga Parpol: Kebersihan Tanggungjawab Bersama!
Penemuan diduga ganja kering yang berawal dari kasus kecelakaan di Kabupaten Solok. (Dok. Polres Solok)
Nasib Apes Mahasiswa Asal Agam, Diciduk Usai Kecelakaan di Solok Ulah Diduga Bawa 5 Paket Ganja
Silaturahmi KPID Sumbar dengan Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, Jumat (10/7/2026). (Dok. KPID Sumbar)
Ketua DPRD Sumbar Dorong KPID Masifkan Literasi Media Generasi Muda, Perkuat Regulasi Penyiaran Lokal