Pengendalian Banjir Kota Padang, Cekdam Dibangun di Batang Kuranji dan Air Dingin

Pascabencana Padang

(Dok. Tim Media Satgas PRR)

Langgam.id – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang merencanakan pembangunan cekdam di aliran Batang Kuranji dan kawasan Air Dingin, Kota Padang, Sumatera Barat. Pembangunan infrastruktur pengendali sungai ini menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir yang berulang, terutama di kawasan yang terdampak bencana.

Kepala Satuan Kerja Penyelenggaraan Jaringan Sumber Air Wilayah BWS Sumatera V Padang, Arlendenovega Satria Negara, mengatakan dua cekdam direncanakan dibangun, masing-masing satu unit di Batang Kuranji dan satu unit di kawasan Air Dingin.

Selain pembangunan cekdam, BWS Sumatera V juga melanjutkan penanganan sungai di sejumlah lokasi terdampakbencana, termasuk Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“Untuk Guo, saat ini sudah beralih dari penanganan darurat ke tahap pembangunan permanen,” ujarnya, Kamis (16/10/2026).

Arlendenovega menjelaskan, sejak bencana melanda pada November 2025, BWS Sumatera V telah melakukan berbagai upaya penanganan sungai. Pekerjaan tersebut meliputi normalisasi sungai utama, pengerukan sedimen, hingga penataan aliran sungai.

Penanganan dilakukan di Batang Kuranji, Batang Air Dingin, dan sejumlah anak sungainya. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman.

Di Kampung Guo, pembangunan permanen menjadi perhatian setelah tanggul yang sebelumnya dibuat untuk penanganan darurat kembali jebol akibat banjir bandang pada 8 Oktober 2026.

Jebolnya tanggul menyebabkan aliran sungai berubah arah dan menghantam permukiman warga. Sejumlah rumah mengalami kerusakan, sedangkan lahan pertanian yang sebelumnya mulai dipulihkan kembali terdampak banjir.

Arlendenovega mengatakan, aliran sungai baru yang terbentuk akibat jebolnya tanggul akan dipetakan sebelum dilakukan normalisasi. Penanganan tersebut diharapkan dapat mengembalikan aliran sungai ke jalur yang sesuai dengan kondisi alamiahnya.

Menurutnya, tanggul yang jebol merupakan bagian dari penanganan darurat. Sementara itu, pembangunan permanen masih dalam proses sehingga membutuhkan waktu untuk diselesaikan.

Penanganan Berlanjut di Batu Busuk

Upaya pengendalian banjir juga dilakukan di kawasan Batu Busuk, Kota Padang. Arlendenovega mengatakan pekerjaan fisik di kawasan tersebut secara umum telah selesai setelah dilakukan normalisasi dan pelebaran sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Tahap berikutnya diarahkan pada rehabilitasi dan pembangunan cekdam di bagian hulu.

Pembangunan cekdam di Batang Kuranji dan Air Dingin diharapkan menjadi bagian dari penanganan banjir secara menyeluruh. Selain penanganan di bagian hulu, perbaikan aliran sungai dan pembangunan infrastruktur permanen di kawasan terdampak juga diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir berulang.

Satgas PRR Percepat Rehabilitasi Pascabencana

Sementara itu, Pemerintah Kota Padang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencanaNovember 2025 melalui koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Sumatera.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan pemerintah telah menyiapkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk penanganan bencana November 2025.

Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan balai terkait juga dilakukan untuk memutakhirkan data rencana induk penanganan permanen.

Dalam proses tersebut, Satgas PRR terus mendorong koordinasi lintas instansi serta mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana dapat berjalan lebih terarah.

Pemerintah Kota Padang juga tetap melakukan penanganan terhadap dampak bencana terbaru meskipun status tanggap darurat tidak ditetapkan.

“Hal yang paling diprioritaskan adalah terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak,” kata Raju.

Ia menyebutkan, bantuan sembako telah disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui Kementerian Dalam Negeri dan Satgas PRR Sumatera.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, Pemko Padang mengupayakan pengerukan sedimen sungai dengan melibatkan pihak swasta. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, tetapi masih memerlukan penyelesaian persyaratan teknis dan lingkungan.

Sejumlah kawasan menjadi perhatian dalam penanganan tersebut, meliputi aliran sungai di Kecamatan Kuranji, termasuk Guo, Balimbing, dan Kuranji Hilir, serta kawasan Batang Arau dan Air Dingin.

Raju mengatakan, dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Kota Padang sebesar Rp371,8 miliar, realisasi anggaran pemerintah kota telah mencapai sekitar 40 persen. Sementara itu, anggaran pemerintah pusat dan provinsi senilai sekitar Rp600 miliar masih dalam proses.

Bencana terbaru yang melanda Guo, Koto Tangah, dan Nanggalo turut memengaruhi pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang sebelumnya telah berjalan.

Melalui koordinasi Satgas PRR, percepatan pemulihan diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya pengendalian banjir. Pembangunan cekdam, normalisasi sungai, dan penyelesaian infrastruktur permanen menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus melindungi permukiman dan lahan pertanian warga di Kota Padang.

Baca Juga

Batang Kuranji Pascab
Batang Kuranji Mulai Pulih Pascabencana: Penyintas Banjir Batu Busuk Padang Berjuang Kembali Bangkit
Jembatan Bukik Batabuah Dibangun Tanpa Pilar Tengah, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Jembatan Bukik Batabuah Dibangun Tanpa Pilar Tengah, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Satgas PRR Kunjungi Pessel Pantau Penanganan Dampak Bencana di Bayang
Satgas PRR Kunjungi Pessel Pantau Penanganan Dampak Bencana di Bayang
Presiden Prabowo Subianto meninjau perbaikan jalan nasional di Lembah Anai
Satgas PRR Klaim 13 Daerah di Sumbar Pulih Pascabencana, 3 Daerah Masih Jadi Perhatian
KMP Batumandi Terbakar di Pelabuhan Merak, Salah Satu Penumpang Ketua MUI Sumbar
KMP Batumandi Terbakar di Pelabuhan Merak, Salah Satu Penumpang Ketua MUI Sumbar
Program BMN 2026, PT Semen Padang Salurkan Rp111,9 Juta untuk 125 Warga Bandar Buat
Program BMN 2026, PT Semen Padang Salurkan Rp111,9 Juta untuk 125 Warga Bandar Buat