Pemuda, Politik dan Sumatera Barat

Jokowi Sumbar, pengamat,

Dosen Ilmu Politik Unand, Asrinaldi (Foto: Zulfikar Efendi)

Masyarakat Sumatera Barat bisa berbangga karena semakin banyaknya anak muda hari ini yang mulai bergiat dalam bidang politik. Memang pada mulanya mereka berhimpun dalam berbagai organisasi profesi, namun lama-kelamaan mereka mulai tertarik untuk ikut terlibat memberi warna politik di tingkat lokal maupun nasional.

Tidak sedikit dari mereka sudah menduduki jabatan strategis di pemerintahan daerah seperti menjadi bupati, walikota, atau wakil gubernur. Sementara di badan legislatif juga ada nama-nama yang sangat dikenal masyarakat Sumatera Barat. Sebut saja nama Andre Rosiade yang saat ini menjadi anggota DPR RI. Peran Andre memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Barat di tingkat nasional tidak terbantahkan lagi. Selain itu, ada lagi anak muda yang juga anggota DPR RI seperti Athari Gauti Ardi yang mewakili kalangan perempuan Sumatera Barat.

Beberapa nama anak muda yang juga menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah seperti Audy Joinaldy yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Sumatera Barat yang juga sudah berkontribusi untuk Sumatera Barat setelah dua tahun menjadi wakil gubernur. Beberapa nama lain yang juga menjadi perbincangan publik karena prestasinya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang saat ini menjadi Bupati Dharmasraya, Fadly Amran yang saat ini menjabat sebagai Walikota Padang Panjang, Erman Safar menjadi walikota Bukittinggi atau Sabar AS yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pasaman.

Di jajaran legislatif daerah juga terdapat beberapa nama anak muda yang bisa menjadi calon pemimpin ke depan. Untuk sekedar menyebut beberapa nama ada Evi Yandri Rajo Budiman dari Partai Gerindra yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Ada nama Zigo Rolanda yang juga Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan, Rahmat Saleh dari PKS yang juga menjadi anggota DPRD Provinsi Sumbar dan tentu banyak yang lain. Sulit dipungkiri Pemilu serentak 2024 dan bahkan Pilkada 2024 Sumatera Barat sudah memiliki genarsi pemimpin yang siap menggantikan pemimpin hari ini. Masalahnya sekarang adalah bagaimana proses politik mematangkan mereka untuk alih kepemimpinan pada Pemilu serentak 2024 mendatang.

Tingginya Efikasi Politik

Jika dicermati secara mendalam ternyata banyaknya generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin Sumatera Barat ke depan. Dari awal mereka sudah mulai berhimpun di partai politik, bahkan di beberapa organisasi profesi dan organisasi sosial kemasyarakatan. Namun kehadiran mereka sudah mulai mempengaruhi jalannya aktifitas organisasi tersebut. Keberhasilan mereka di organisasi politik, sosial dan kemasyarakatan ini menjadi wadah melatih kepemimpinan mereka untuk mempersiapkan diri mengisi jabatan-jabatan strategis di lembaga eksekutif dan di lembaga legislatif pada Pemilu 2024 mendatang. Komitmen dan kesungguhan mereka untuk mencalonkan diri di jabatan politik pada Pemilu mendatang adalah kabar yang menggembirakan bagi masyarakat Sumatera Barat.

Pemilu serentak tahun 2024 juga semakin memperbesar peluang generasi muda menempati posisi di jabatan politik dan pemerintahan ke depan. Mereka telah menjadi energi baru bekerjanya sistem politik di tingkat lokal agar menjadi lebih baik guna memajukan daerah ini. Dengan kata lain, peristiwa politik yang ada di sekitar mereka menyadarkan generasi muda ini untuk berperan aktif mewarnai jalannya kegiatan politik dan pemerintahan sehari-hari. Tingginya kesadaran politik ini menjadi indikator semakin meningkatnya efikasi politik genarasi muda yang selama ini dianggap "tidak peduli" dengan politik. Efikasi politik secara internal ini berkaitan erat dengan bagaimana individu mempersepsikan diri mereka untuk memperbaiki sistem politik menjadi lebih baik. Mengapa mereka bisa mempersepsikan diri mereka seperti itu? Karena generasi muda ini memiliki pengetahuan, pemahaman dan kepercayaan terhafap politik yang semakin membaik sehingga mendorong mereka berpartisipasi berdasarkan kapasitas diri mereka.

Tingginya efikasi politik generasi muda yang umumnya berasal dari generasi milenial ini memang cukup menarik untuk diperbincangkan. Mereka secara sadar ingin memperbaiki sistem politik agar menjadi lebih baik, lebih responsif dan proses pembuatan kebijakan yang harus mengutamakan kepentingan rakyat. Caranya adalah dengan terlibat aktif dalam proses politik, terutama menjadi anggota partai politik. Jika selama ini generasi muda ini hanya sebagai objek politik pada setiap Pemilu dilaksanakan, justru sekarang mereka berpeluang menjadi aktor utama politik dalam Pemilu 2024.

Fenomena kehadiran generasi muda Sumatera Barat dalam dunia politik ini tentu patut dicermati ke depan. Sebuah keuntungan bagi Masyarakat Sumatera Barat untuk terus mendorong mereka menyiapkan diri agar bisa bersaing dengan baik pada Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang. Sementara di sisi lain, sudah saatnya pula politisi yang sudah malang melintang di lembaga politik, tapi belum mampu memberi kontribusi bagi pembangunan Sumatera Barat untuk mulai memikirkan "pensiun" dari dunia politik. Lebih baikmemberi kesempatan kepada generasi muda ini karena mereka akan bis aberbuat banyak untuk masyarakat Sumatera Barat. Saya masih ingat kata bijak dari Jack Ma. "Jika usia anda sudah 60 tahun mulailah menikmati hidup. Berikanlah kesempatan kepada mereka yang berusia 50 sampai 60 tahun untuk memimpin. Niscaya apa yang akan mereka capai jauh lebih baik dari anda ketika memimpin seusia mereka. (*)

Asrinaldi A adalah Guru Besar dan Dosen Ilmu Politik dan Studi Kebijakan FISIP UNAND

 

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Jelang Pemilu 2024, Ranah Politik Gelar "Ngopi" Bersama Anak Muda Sumbar
Jelang Pemilu 2024, Ranah Politik Gelar "Ngopi" Bersama Anak Muda Sumbar
Muhammadiyah Sumbar Pasca Muswil 42
Surau yang Terlanjur Roboh dan Masjid yang Tidak Utuh
Suhatril Rangkayo Basa: Model Pembangunan Nagari dan Pengabdian
Suhatril Rangkayo Basa: Model Pembangunan Nagari dan Pengabdian
DPC Peradi Padang: Usut Pernyataan "Jual-beli" Tuntutan Mantan Rektor UIN Suska
Masjid Sebagai Pusat Interaksi Sosial di Aceh
Kapitalisme Religius Vs Sosialisme Religius
Kapitalisme Religius Vs Sosialisme Religius
Telisik Fenomena dan Fungsi “Duta”
Telisik Fenomena dan Fungsi “Duta”