Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyalurkan sekitar 52 ribu bibit ikan beserta pakan kepada pembudidaya yang terdampak bencana di Kabupaten Solok. Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan usaha perikanan sekaligus membantu masyarakat kembali produktif.
Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di kawasan Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026).
Penyerahan bantuan itu turut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Syefdinon.
Mahyeldi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memulihkan kehidupan setelah terdampak bencana. Ia menyebut telah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mendata kebutuhan masyarakat dan menyalurkan bantuan sesuai bidang masing-masing.
“Seluruh kepala dinas telah kita minta melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk di Kabupaten Solok,” kata Mahyeldi.
Ia berharap bantuan bibit ikan dan pakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga pembudidaya bisa kembali menjalankan usaha dan memulihkan perekonomian keluarga.
Selain bantuan langsung, Pemprov Sumbar juga menyiapkan program pengembangan perikanan budidaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Kepala DKP Sumbar, Syefdinon, mengatakan pihaknya merencanakan Program Budidaya Perikanan Darat Tematik yang akan mulai berjalan pada 2027. Program ini dirancang untuk memperluas usaha budidaya berbasis nagari sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam program tersebut, setiap lokasi direncanakan memperoleh sekitar 20 kolam, bibit ikan, serta pakan untuk satu siklus budidaya selama empat bulan. Setelah panen pertama, pembudidaya diharapkan dapat membiayai dan melanjutkan siklus berikutnya secara mandiri.
Untuk mengikuti program itu, pemerintah nagari perlu menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi dan berkoordinasi dengan DKP Sumbar.
Syefdinon menyebutkan, program tersebut direncanakan menjangkau 10.000 titik pada 2027 dan meningkat menjadi 40.000 titik pada 2029.
“Kami berharap nagari-nagari di Kabupaten Solok dapat mempersiapkan persyaratan sejak awal agar berpeluang memanfaatkan program ini,” ujarnya.
Di sisi lain, DKP Sumbar juga tengah membangun ekosistem pemasaran untuk memperluas akses pasar bagi hasil budidaya masyarakat. Sejumlah calon pembeli yang disasar antara lain Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lembaga pemasyarakatan, sekolah kedinasan, hotel, dan rumah makan.
Menurut Syefdinon, upaya tersebut penting agar pembudidaya tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki pasar yang dapat menyerap hasil panen mereka.
“Ekosistem pemasarannya sedang kita bangun. Jika ini berjalan, pembudidaya akan memiliki akses pasar yang lebih luas dan kepastian serapan hasil panen,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan, M. Fajar Yatim, mengapresiasi perhatian Pemprov Sumbar terhadap pembudidaya yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat di Padang Belimbing kembali mengembangkan usaha perikanan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan bibit ini. Mudah-mudahan kami bisa segera bangkit dan usaha budidaya kami kembali maju,” tuturnya. (HER)






