Pemko Padang akan Relokasi Rumah di Kawasan Rawan, Warga Korban Banjir Enggan Pindah

Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam

Warga Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang melihat kondisi rumah pascabanjir. Foto: Fajar/Langgam

Langgam.id- Sejumlah warga terdampak banjir di Kampung Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, belum bersedia direlokasi oleh pemerintah kota. Mereka khawatir kehilangan rumah, tanah, dan sawah yang selama ini menjadi tempat tinggal, serta sumber penghidupan.

Salah seorang warga, Anita (52) sudah tinggal di kawasan tersebut sejak lahir. Meski rumahnya telah empat kali terdampak banjir, ia masih ingin bertahan karena memiliki rumah dan tanah yang luas.

“Rumah saya di sini besar dan tanahnya juga luas. Kalau pindah, kami hanya menjadi penghuni rumah kecil, bukan pemilik tanah seperti sekarang,” kata Anita kepada Langgam.id.

Ia menilai relokasi bukan sekadar memindahkan tempat tinggal, tetapi juga tanah dan sawah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan keluarganya.

Anita khawatir kehilangan tempat tinggal, sekaligus sumber penghasilan jika ia direlokasi ke tempat lain. Ia juga memikirkan kebutuhan anak dan cucunya pada masa mendatang.

“Anak dan cucu saya nanti tinggal di mana kalau rumah kami di sini diambil. Rumah yang ditawarkan juga kecil, sedangkan keluarga kami ramai,” ujarnya.

Anita mengatakan warga pernah diminta menandatangani dokumen terkait persetujuan untuk tinggal di kawasan tersebut. Namun, ia ingin ada kepastian mengenai status rumah dan tanah mereka jika relokasi dilakukan.

Ia mengaku masih mempertimbangkan tinggal di hunian yang disediakan pemerintah jika rumah dan tanah lamanya tidak diambil. Pasalnya, hunian tersebut bisa menjadi tempat berlindung ketika cuaca buruk dan banjir mengancam.

“Kalau rumah kami di sini tidak diambil, kami bisa saja tinggal di rumah yang disediakan. Kalau cuaca buruk dan ada kemungkinan banjir, kami bisa pindah sementara ke sana,” katanya.

Selain Anita, Yurnalis (60), juga  belum bersedia meninggalkan rumahnya. Ia berharap pemerintah memperbaiki kondisi sungai agar banjir tidak terus mengancam pemukiman mereka.

Ia khawatir rumah pengganti yang disediakan tidak cukup untuk menampung keluarganya. “Tidak mau kami pindah. Rumah, tanah dan sawah kami juga luas,” kata Yurnalis.

Yurnalis mengatakan  perbaikan sungai perlu menjadi perhatian pemerintah, karena warga sudah berulang kali mengalami banjir. 

“Daripada relokasi, lebih baik sungainya diperbaiki supaya kami tidak kebanjiran lagi. Rumah yang dijanjikan kecil, hanya dua kamar, sedangkan keluarga kami ramai,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan lokasi dan fasilitas hunian bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Tersedia lebih dari 500 rumah dengan lahan seluas 10 hektare yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kami sudah tawarkan kepada masyarakat, ada lebih 500 rumah dengan lahan seluas 10 hektare dapat diambil oleh masyarakat, namun sebagian menolak direlokasi,” kata Fadly.

Fadly meminta dinas terkait berkomunikasi dengan warga agar mereka bersedia pindah ke tempat yang lebih aman. (FIX)

Baca Juga

Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan diterjang banjir hingga longsor karena dipicu hujan deras. (Dok. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan)
Saluran PDAM Putus Akibat Banjir, Penyintas Bencana di Tapan Pesisir Selatan Butuh Air Bersih
Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang di Kota Padang, DPRD Soroti Izin Bangunan di Sempadan Sungai
Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Dilanda Banjir dan Longsor
Kembali Naik, Harga Cabai di Pasar Raya Padang Tembus Rp85 Ribu
Kembali Naik, Harga Cabai di Pasar Raya Padang Tembus Rp85 Ribu
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus