Pemko Akui 19 Persen Jalan Lingkungan di Padang Rusak Berat

Langgam.id — Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengakui masih terdapat persoalan pada kondisi jalan lingkungan di kawasan permukiman. Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), 19 persen jalan lingkungan di Kota Padang berada dalam kondisi rusak berat.

Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan dari keseluruhan jalan lingkungan yang menjadi kewenangan pihaknya, sekitar 76 persen berada dalam kondisi baik. Sementara 3 persen lainnya rusak ringan dan 19 persen rusak berat.

“Jalan dan drainase di kawasan permukiman terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Permukiman yang baru dibangun pada umumnya membutuhkan penanganan terhadap jalan dan drainase lingkungannya,” kata Tri di Padang, Kamis (3/9/2026).

Menurut Tri, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur lingkungan di Kota Padang.

Pada 2025, Perkim menargetkan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 14 kilometer. Target tersebut terealisasi 15,13 kilometer.

Selain jalan, pembangunan saluran drainase pada 2025 ditargetkan sepanjang 2 kilometer dan terealisasi mencapai 5,505 kilometer.

Perkim juga melakukan pemeliharaan saluran drainase. Dari target 0,4 kilometer pada 2025, realisasinya mencapai 0,55 kilometer.

Tri menjelaskan, drainase yang ditangani umumnya merupakan saluran drainase lingkungan dengan lebar di bawah 60 sentimeter.

Memasuki 2026, penanganan infrastruktur lingkungan kembali dilanjutkan. Untuk pembangunan jalan lingkungan, Perkim menargetkan sepanjang 17,8 kilometer dan pemeliharaan sepanjang 5,3 kilometer.

Sedangkan untuk drainase, pembangunan baru ditargetkan sepanjang 1 kilometer dan pemeliharaan sepanjang 2,1 kilometer.

“Untuk tahun 2025, target pembangunan jalan lingkungan adalah 14 kilometer dan terealisasi 15,13 kilometer. Artinya, realisasi tersebut melebihi target yang telah ditetapkan,” ujar Tri.

Ia mengatakan pembangunan dan pemeliharaan tersebut diperlukan seiring terus berkembangnya kawasan permukiman di Kota Padang.

Pertambahan kawasan permukiman baru turut meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur dasar, terutama akses jalan dan saluran drainase lingkungan.

“Kegiatan tahun 2026 masih berlangsung. Untuk jalan lingkungan, target pembangunan 17,8 kilometer dan pemeliharaan 5,3 kilometer. Sedangkan drainase, pembangunan baru ditargetkan 1 kilometer dan pemeliharaan 2,1 kilometer,” katanya.

Tri memastikan Dinas Perkim akan melanjutkan pembangunan dan pemeliharaan sesuai target yang telah ditetapkan. Penanganan juga disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan infrastruktur di masing-masing kawasan permukiman.

Selain jalan, kondisi drainase juga menjadi perhatian. Data Perkim menunjukkan 59 persen saluran drainase di Kota Padang berada dalam kondisi baik, 22 persen rusak ringan, dan 19 persen rusak berat.

Dengan terus bertambahnya kawasan permukiman, kebutuhan penanganan infrastruktur lingkungan diperkirakan ikut meningkat. Pemko Padang melalui Dinas Perkim pun terus melakukan pembangunan maupun pemeliharaan secara bertahap. (HER)

Baca Juga

Kumpulkan 609 Medali, Kota Padang Pertahankan Juara Umum Porprov Sumbar 2026
Kumpulkan 609 Medali, Kota Padang Pertahankan Juara Umum Porprov Sumbar 2026
Pemerintah akan memulai pengenalan Sekolah Garuda secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia pada Rabu (8/10/2025). Sekolah Garuda
Dampak Kabut Asap, Sekolah di Padang Terapkan PJJ hingga Sabtu
MTQ ke-42 Kota Padang Ditutup, Koto Tangah Kembali Juara Umum
MTQ ke-42 Kota Padang Ditutup, Koto Tangah Kembali Juara Umum
Sasar UMKM, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Halal dan Keamanan Pangan
Sasar UMKM, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Halal dan Keamanan Pangan
Pemko Padang Catat 6.139 Anak Tidak Sekolah, Target Zero ATS pada 2029
Pemko Padang Catat 6.139 Anak Tidak Sekolah, Target Zero ATS pada 2029
34,5 Ha Sawah di Padang Rusak Akibat Banjir Bandang, Pemko Usulkan Rehabilitasi
34,5 Ha Sawah di Padang Rusak Akibat Banjir Bandang, Pemko Usulkan Rehabilitasi