Pemkab Tanah Datar Gencarkan Promosi Alek Pacu Jawi

Pemkab Tanah Datar Gencarkan Promosi Alek Pacu Jawi

Alek Pacu Jawi salah satu atraksi wisata budaya di Tanah Datar. (Foto: Kominfo Tanah Datar)

Launching Kalender Wisata di Pekanbaru Optimalkan Kunjungan Wisatawan Domestik

Langgam.id – Alek Pacu Jawi merupakan tradisi masyarakat yang sudah ada sejak dari nenek moyang kita dulu, untuk itu ini harus terus kita jaga dan lestarikan.

Ini disampaikan oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra saat membuka alek anak nagari Pacu Jawi di sawah Dampiang Nagari Parambahan kecamatan Lima Kaum, Sabtu (4/2/2023) lalu.

“Mari terus kita lestarikan warisan budaya dari nenek moyang kita ini dan mari terus kita jaga kekompakan, jangan sampai kita terpecah belah hanya disebabkan oleh pelaksanaan alek ini. Mari kita saling menjaga toleransi diantara sesama, Saya berharap sejak mulai kita buka hari ini alek Pacu Jawi di sini berjalan lancar sampai akhir,” harap Bupati dikutip langgam, Minggu (5/2/2023).

Eka juga mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui dinas terkait juga akan terus mempromosikan alek Pacu Jawi ini dan salah satu yang dilakukan oleh Pemda Tanah Datar adalah dengan membuat agenda wisata Tanah Datar.

“Bulan ini kita akan melaunching kalender tahunan pariwisata yang ada di kabupaten Tanah Datar, dan itu akan kita lakukan di Kota Pekanbaru. Kenapa di Pekanbaru? Karena dari Kota Pekanbarulah banyak warganya yang pergi berwisata ke Tanah Datar dan salah satunya adalah kalender event alek Pacu Jawi ini,” terang Bupati Eka.

Bupati juga menyampaikan, pada tahun 2022 kemarin daftar kunjungan wisatawan ke Tanah Datar juga meningkat hal ini dipengaruhi dengan adanya program Satu Nagari Satu Event yang pengunjungnya sangat luar biasa.

Sementara terkait dengan permintaan Wali Nagari Parambahan untuk membangun kapalo banda di Nagari tersebut, Bupati Eka Putra berjanji pada tahun ini sesuai keinginan masyarakat akan segera dibangun.

Sebelumnya, Wali Nagari Parambahan Robi Yasdi menyampaikan area persawahan di nagari Parambahan luasnya sekitar 100 hektare, namun saat ini kondisinya masih banyak yang sawah tadah hujan.

“Area persawahan disini cukup luas pak, namun masyarakat selalu bergiliran untuk mendapatkan air. Dari itu kami atas nama masyarakat memohon bantuan untuk membangun kapalo banda disini agar keluhan masyarakat terhadap pengairan sawah bisa teratasi,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat yang juga Bupati Tanah Datar Sisa Masa Jabatan 2020-2021 H. Zuldafri Darma. Menurutnya sebanyak 70% sawah masyarakat di nagari Parambahan merupakan sawah tadah hujan.

“Harapan kami kepada pak Bupati bisa membantu pembangunan irigasi untuk masyarakat,” sampainya.

Sementara terkait dengan olahraga Pacu Jawi, Zuldafri Darma mengatakan sangat erat kaitannya dengan adat dan budaya masyarakat, dan melalui alek Pacu Jawi Tanah Datar semakin dikenal dan dikunjungi oleh wisawatan mancanegara.

“​Kepada para penggemar pacu Jawi, apabila kita dalam semangat dan tujuan yang sama maka alek pacu Jawi masih akan terus kita laksanakan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga hadir Plh. Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Yessy Akmaliza, Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Lima Kaum Ikrar Pahlevi bersama forkopimca kecamatan Lima Kaum, Ketua Porwi Tanah Datar, Ketua KAN, BPRN, tokoh masyarakat dan seluruh penggemar alek Pacu Jawi. (*/FS)

Tag:

Baca Juga

Wako Padang Tinjau Progres Perbaikan Puskesmas Ulak Karang
Wako Padang Tinjau Progres Perbaikan Puskesmas Ulak Karang
logo semen padang fc
Semen Padang FC Akui Gaji Pemain Telat Dibayar, Manajemen Buka Proses Negosiasi
Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Diskusi Publik IEO 2026 yang diselenggarakan Yayasan KEHATI bersama Biodiversity Warriors Universitas Andalas di Padang, Rabu (6/5/2026).
“Kanibalisme Antar Sektor” Ancam Masa Depan Ekologi Indonesia, Sumatra Jadi Alarm Krisis Sistemik
Langgam.id-kebakaran
Kebakaran Rumah Warga di Padang Padam: Nihil Korban Jiwa, Kerugian Ditaksir Rp125 Juta 
Salah satu pohon pelindung di sudut Kota Padang. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
19 Ribu Pohon Lindungi Kota Padang, Sebagian Berusia Lebih 100 Tahun