Pemkab Tanah Datar Distribusikan Bantuan Covid-19, Total 812 Ton Beras

Baznas Pasaman Barat, beras surplus, ppn

Ilustrasi - beras. (Foto: Peggy Marco/pixabay.com)

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar masih mendistribusikan bantuan beras bagi masyarakat terdampak Covid-19. Total bantuan beras sebanyak 812 ton untuk 75 nagari.

“Awalnya beberapa hari lalu kita sudah salurkan 100 ton beras yang dibagi 20 Kg per KK kepada masyarakat di beberapa nagari. Selanjutnya akan terus sampai tuntas 75 nagari. Total 812 ton untuk 40.600 KK (kepala keluarga),” kata Kepala Dinas Sosial Yuhardi, Kamis (7/5/2020) sebagaimana dirilis Humas Pemkab Tanah Datar.

Menurutnya, masyarakat yang memperoleh bantuan beras 20 kilogram per KK ini adalah yang terdampak Covid-19. “Bantuan beras ini tidak bagi masyarakat yang telah memperoleh bantuan program PKH dan Program Sembako,” katanya.

Bantuan untuk masyarakat yang penghasilannya terdampak karena kebijakan dalam penanganan Covid-19. “Misalnya, pedagang sekitar sekolah yang tidak bisa berjualan karena siswa libur, pedagang sekitar masjid, tukang ojek dan beberapa profesi lainnya.”

Karena itu, Yuhardi berharap, bantuan beras disalurkan memang sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. “Pendataan sesuai kriteria yang telah disampaikan dan diserahkan kepada wali nagari dengan persetujuan perangkat nagari lainnya,” ujar dia.

Baca juga : Jubir Gugus Tugas: Positif Corona Bertambah 18, Total Kasus di Sumbar Jadi 270 Orang

Awalnya ditemukan 500-an data yang tidak layak karena di luar kriteria. Seperti PNS, perangkat nagari, dan profesi berpenghasilan tetap lainnya, sehingga dikeluarkan. Akhirnya final 40.600 KK. “Namun sesuai petunjuk kejaksaan, kalau di lapangan masih ditemukan masyarakat di luar kriteria, maka bisa dialihkan kepada masyarakat yang berhak dengan membuat berita acara,” kata Yuhardi.

Ia mengatakan, bila masyarakat menerima beras dalam keadaan rusak, maka bisa ditukar dan diganti dengan kualitas beras yang sama. “Beras bantuan ini berkualitas medium namun sudah diuji layak tanak oleh instansi terkait. Apabila menerima beras dalam keadaan rusak yakni berubah warna menjadi hitam, merah ataupun menggumpal, segera lapor ke wali jorong dan wali nagari. Sehingga bisa disampaikan ke Dinas Sosial untuk ditukar ke Bulog,” ujar Yuhardi.

Pendistribusian beras Kamis (7/5/2020) dilakukan ke Nagari Singgalang 100 KK, Pandai Sikek (tambahan) dan III Koto 1.068 KK. Kemudian, Padang Magek 903 KK, Salimpaung 399 KK, Situmbuk 456 KK danSumanik 829 KK. Lalu, Supayang 204 KK, Sungai tarab 913 KK dan Nagari Simpuruik 503 kk.

Ditambahkan sampai Rabu (6/5/2020), Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan beras untuk 31 nagari di Tanah Datar dan akan terus berlanjut hingga tuntas untuk 75 nagari. (*/SS)

Baca Juga

71 Tenaga Kerja Mandiri di Tanah Datar Terima Bantuan Kemenaker Rp355 Juta
71 Tenaga Kerja Mandiri di Tanah Datar Terima Bantuan Kemenaker Rp355 Juta
7 Nagari di Tanah Datar Terima Program Padat Karya Kebencanaan dari Kemenaker
7 Nagari di Tanah Datar Terima Program Padat Karya Kebencanaan dari Kemenaker
Pemkab Tanah Datar Sebut Progres Proyek Sabo Dam Sungai Jambu Capai 12 Persen
Pemkab Tanah Datar Sebut Progres Proyek Sabo Dam Sungai Jambu Capai 12 Persen
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kondisi Terkini Korban Selamat Keracunan Asap Genset Saat Listrik Padam di Tanah Datar 
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset. (Dok. Polisi)
7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal
Ilustrasi jenazah. (Dok. Langgam.id)
Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah