Langgam.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mulai mengaspal ruas jalan Pulau Punjung-Lubuk Bulang yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan penanganan. Jalan sepanjang sekitar 6,7 kilometer itu menjadi salah satu akses alternatif menuju kawasan Timpeh.
Pekerjaan pengaspalan dimulai sejak Selasa (22/9/2026). Penanganan ruas tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Dharmasraya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dharmasraya, Willy Kurniawan, mengatakan ruas Pulau Punjung-Lubuk Bulang merupakan jalur alternatif menuju Siluluak Sungai Lansek, Kecamatan Sitiung, hingga Kecamatan Timpeh.
“Penanganan ruas jalan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jalan tersebut,” kata Willy, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan dengan nilai kontrak Rp2,334 miliar tersebut dilaksanakan PT Pratam Putra Sejahtera. Penanganan dilakukan pada sejumlah titik sesuai kondisi jalan, meliputi pengaspalan, perbaikan jalan rusak dan berlubang, serta perbaikan bahu jalan.
Pada segmen pertama sepanjang 6,15 kilometer, pengaspalan dilakukan di delapan titik dengan total panjang 781 meter. Selain itu, terdapat perbaikan sembilan titik sepanjang 175,60 meter dan penanganan 93 titik jalan berlubang.
Pemerintah daerah juga melakukan perbaikan bahu jalan sepanjang 1.387 meter dengan lebar antara 0,50 hingga 1,50 meter.
Sementara pada segmen kedua sepanjang 500 meter, pekerjaan mencakup pengaspalan di dua titik dan perbaikan 15 titik jalan berlubang hingga kawasan Masjid Lubuk Bulang.
Willy mengatakan, ruas Pulau Punjung-Lubuk Bulang merupakan satu dari enam ruas jalan yang mendapatkan penanganan Pemkab Dharmasraya pada periode September hingga Oktober 2026.
Lima ruas lainnya yakni Lagan Jaya-Sipangkur, RSUD Lama Sungai Dareh Segmen 1, Sungai Limau-Batu Kangkung, Pulau Punjung-Kampung Surau, serta Lingkar Puskesmas Sungai Rumbai Timur.
“Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kemantapan jalan secara bertahap, sehingga akses masyarakat semakin baik dan konektivitas antarwilayah dapat semakin lancar,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan tersebut juga diharapkan mendukung aktivitas masyarakat, terutama kelancaran transportasi dan distribusi hasil pertanian serta kegiatan ekonomi antarkawasan. (HER)






