Pemilik Travel Agency Buatkan Rumah Untuk Nenek Nurbaina, Donasi yang Digalang Pemuda dan Nagari Tetap Disalurkan

Langgam.id - Rumah Nenek Nurbaina, 84 tahun, warga Jorong Sawahlaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, yang tidak layak huni dan viral di media sosial, akhirnya mendapat perhatian.

Pemilik Travel Agency Buatkan Rumah Untuk Nenek Nurbaina, Donasi yang Digalang Pemuda dan Nagari Tetap Disalurkan

Rumah nenek Nurbaina, 84 tahun, warga Jorong Sawahlaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, yang tidak layak huni. Mirip dengan kandang ternak, viral di media massa dan media sosial.

Seorang pemilik usaha konsultan kesehatan untuk orang berobat ke luar negeri dan travel agency, bernama Ade Nusyirwan, yang mengetahui kondisi rumah itu dari pemberitaan media massa dan instagram, langsung tersayat dinding nuraninya. Dan terketuk pintu hatinya. Untuk membantu rumah Nenek Nurbaina.

Alih-alih mengutuk kegelapan, Ade yang berasal dari Solok, tapi lahir di Padang, serta berkantor di Pekanbaru, Padang, Bali, dan Malaysia, lebih memilih menyalakan lilin. Founder atau pendiri AssistCare Indonesia (@ig assistcareindonesia) ini, tidak mau hanya sekadar menggerutu di media sosial atau mencari-cari siapa yang salah.

Gotong Royong dan Donasi

Pada Kamis (13/6/2024), akan digelar gotong royong bersama Masyarakat Nagari Tungkar di rumah Nenek Nurbaina.

AssistCare Indonesia akan membantu membangun rumah semi permanen, namun tidak menanggung kebutuhan air bersih, listrik, dan kebutuhan lain di rumah tersebut. Untuk itu, Pemerintah Nagari Tungkar dan Lembaga-Lembaga Nagari, termasuk Generasi Muda Sawahlaweh, juga sudah mendapatkan solusinya.

Sebaliknya, Ade Nusyirwan memilih mengutus kerabatnya, Dafid dan Hadid, melihat langsung kondisi rumah Nenek Nurbaina. Setelah yakin, rumah Nenek Nurbaini memang memprihatinkan, Dafid dan Hadid, menghubungi tokoh muda Limapuluh Kota asal Situjuah Limo Nagari, M. Fajar Rillah Vesky.

Kepada Fajar Vesky yang ikut terlibat dalam aksi sosial dan kemanusiaan ini, Dafid dan Hadid menyampaikan niat Ade Nusyirwan bersama AssistCare Indonesia, membuatkan rumah semi permanen buat Nenek Nurbaina. Sebagai tanda keseriusan, Dafid juga mengirimkan desain atau gambar rumah yang akan dibangun.

Merespons niat tulus AssistCare tersebut, Fajar Rillah Vesky berkoordinasi kembali dengan Wali Nagari Tungkar Yusrizal Datuak Pado dan Kepala Jorong Sawahlaweh Wentarizal. Serta Generasi Muda Sawahlaweh (Gemusa) yang diprakarsai Alek Datuak Paduko Lobiah, Syafril Datuak Simarapi, Meddy, Masyudha Putra, dll.

Secara bersama-sama, mereka sejak Jumat lalu (7/6/2024), setiap hari membahas kelanjutan rumah Nenek Nurbaina dengan pihak keluarga dan tokoh masyarakat yang juga punya kepedulian dalam aksi sosial ini. Seperti, Da Afton, Pak Sitas, Datuak Alat Cumano, Pak Icun Politik, Da Pendi Nuruk, Da Des Miun, Pak Nas Kopral, Ustad Ben, Riko Arisandi, Om Kasdiman, Mak Dt Majo Tagantuang, Susaiki Fadhail, dll.

Tak hanya saling koordinasi di warung kopi, Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado bersama tokoh muda Fajar Rillah Vesky dan tokoh-tokoh yang disebutkan tadi, juga mengomunikasikan ini secara resmi dengan seluruh Lembaga Nagari Tungkar. Baik itu Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bamus Nagari, Bundo Kanduang, LPM dan tokoh masyarakat. Bahkan, digelar rapat khusus di kantor Nagari, pada Selasa (11/6).

Berdasarkan hasil rapat Pemerintah Nagari dan Lembaga-Lembaga Nagari Tungkar pada Selasa (11/6/2024), disepakati permintaan perantau Situjuah Padang Badang dan AssistCare Indonesia, membangun sendiri rumah semi permanen buat Nenek Nurbaina, dapat dipenuhi. Untuk itu, pada Kamis besok (13/6/2024), akan digelar gotong royong bersama Masyarakat Nagari Tungkar di rumah Nenek Nurbaina.

Mengingat pihak AssistCare Indonesia baru berkomitmen membantu membuatkan rumah Nenek Nurbaina. Namun, tidak menanggung kebutuhan air bersih, listrik, dan kebutuhan lain di rumah tersebut, maka untuk hal ini, Pemerintah Nagari Tungkar dan Lembaga-Lembaga Nagari, termasuk Generasi Muda Sawahlaweh, juga sudah mendapatkan solusinya.

Dimana, untuk masalah air bersih di rumah Nenek Nurbaina, nantinya disiapkan gratis oleh Tim Pamsimas Nagari Tungkar. Untuk kebutuhan listrik, diupayakan ada bantuan dari PLN. Jika PLN tak ada dana CSR untuk rumah warga miskin, maka akan menggunakan dana donasi yang sudah dikumpulkan pemuda dan nagari.

Selanjutnya, untuk kebutuhan kasur atau tempat tidur dan lain di dalam rumah Nenek Nurbaina, nantinya akan dibantu oleh Komunitas Payakumbuh Cantik dan Khadijah Zaman Now yang tim penghubungnya di Nagari Tungkar adalah Sastra Yunita atau Ice Dodi. Atau bisa juga dibantu oleh siapa saja dermawan yang ingin membantu.

Kemudian, untuk donasi yang sudah dikumpulkan Generasi Muda Sawahlaweh atau nagari tetap disalurkan pada tempatnya. Donasi itu, akan digunakan untuk pembangunan rumah semi permanen pemuda disabilitas bernama Afrianto atau Anto Uk-Ek yang letaknya berada di samping rumah Nurbaina. Sehingga, Anto Uk-Ek yang yatim-piatu dan masih jalan cucu bagi Nurbaina, dapat tinggal di rumah yang layak huni pula.

Jika seluruh donasi yang digalang Generasi Muda Sawahlaweh dan Nagari Tungkar, betul-betul sudah dapat memenuhi perbaikan rumah Nenek Nurbaina dan Anto Uk-Ek, maka donasi itu akan ditutup. Kemudian, kalau terjadi dana berlebih, akan digunakan untuk rumah warga miskin lainya.
Demikian, siaran pers dari Generasi Muda Sawahlaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

Untuk informasi lebih lengkap dan terperinci, dapat menghubungi Generasi Muda Sawahlaweh, yaitu Meddy (+6281374528979), Alek Dt Paduko Lobiah (+6282385372843), dan Syafril Dt Simarapi (+6285263982739). Atau bisa juga langsung menghubungi Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado (082284056523). (*/Rls)

Baca Juga

Ramly Syarif Dt. Gindak Simano, warga Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar) kecewa dan
Truk Dirampas Debt Collector Tanpa Prosedur, Warga Limapuluh Kota Lapor Polisi
Aku berjalan kaki sepanjang jalan Koto Gadang, Nagari Maek, suatu pagi ketika udara terasa sejuk di kulit dan wajah Bukik Posuak masih
Rumah Gadang Terakhir di Maek: Sepasang Tingkap Menanti Anak-anak Pulang
Bupati Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Galodo Tanah Datar
Bupati Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Galodo Tanah Datar
Percikan Kisah Nenek Berusia 83 Tahun di Situjuah yang Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak, Bantuan Berdatangan
Percikan Kisah Nenek Berusia 83 Tahun di Situjuah yang Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak, Bantuan Berdatangan
Nenek 83 Tahun di Situjuah Limapuluh Kota Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak
Nenek 83 Tahun di Situjuah Limapuluh Kota Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak
Pemkab Limapuluh Kota dan KKI Warsi Bersinergi Tangani Dampak Perubahan Iklim
Pemkab Limapuluh Kota dan KKI Warsi Bersinergi Tangani Dampak Perubahan Iklim