Pemenang Lomba Pidato Bagindo Aziz Chan Diberangkatkan ke Perpusnas Jakarta

Pemenang Lomba Pidato Bagindo Aziz Chan Diberangkatkan ke Perpusnas Jakarta

Pemenang lomba pidato tentang Bagindo Aziz Chan foto bersama dengan Anggota DPRD Sumbar Hidayat. (Foto: Dok. Panitia)

Langgam.id – Pemenang Lomba Pidato tentang Bagindo Aziz Chan 2023 bakal diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti benchmarking di Perpusnas pada 15-17 Juni mendatang.

Para pemenang Terbaik I, II, dan III dalam perlombaan yang diadakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat merupakan pelajar sekolah menengah di Kota Padang.

Mereka adalah Aulya Rahmawati dari SMA 5 Padang sebagai Terbaik I, Daffah Alhabib Pane dari SMA 6 Padang di posisi Terbaik II, dan Yuda Firmansyah dari SMA 9 Padang yang meraih Terbaik III.

“Saya bersukur bisa meraih hasil terbaik dalam lomba pidato Bagindo Aziz Chan,” kata Daffah dalam keterangan resmi, Senin (12/6/2023).

Peraih Terbaik II itu juga berharap kunjungan ke Perpusnas nantinya dapat lebih memperdalam lagi wawasan dan pengetahuannya, terutama soal kearsipan.

Kunjungan tersebut juga diharapkan menggenapi riset mandiri soal Bagindo Aziz Chan yang telah ia lakukan sebelum mengikuti perlombaan. “Untuk membuat teks pidato, bahannya saya baca-baca artikel di internet dan datangi tempat-tempat bersejarah di Padang yang ada kaitannya dengan Bagindo Aziz Chan,” katanya lagi.

Daffah menambahkan bahwa pengetahuannya soal Bagindo Aziz Chan semakin bertambah setelah mengikuti lomba dan berinteraksi dengan peserta lomba lainnya. Apa yang berkesan baginya ialah semangat serta nilai-nilai yang diperjuangkan Pahlawan Nasional yang gugur di Padang pada 1946 itu.

Pelombaan pidato ini disokong oleh dana Pokir Hidayat, anggota Komisi V DPRD Sumbar. Menurutnya, sosok Bagindo Aziz Chan selayaknya lebih mendapat tempat dalam ingatan warga, khususnya para pelajar. Ia melihat Bagindo Aziz Chan sebagai sumber teladang bagi generasi muda.

“Bagindo Aziz Chan adalah pemimpin yang kuat, jujur dan ikhlas,” kata legislator yang juga dikenal sebagai pemerhati budaya dan sejarah tersebut.  

Selain berani berjuang di garis terdepan medan tempur, Hidayat menggarisbawahi bahwa arena juang Bagindo Aziz Chan juga mencakup perjuangan di bidang intelektual dan pendidikan. “Jangan lupa juga, kalau beliau adalah penulis dan guru,” jelas Hidayat lebih jauh.

Jika generasi hari ini, terutama pelajar, bisa lebih mengenal Bagindo Aziz Chan serta nilai-nilai yang dianutnya, Hidayat optimis Indonesia umumnya dan Sumbar khususnya punya hari depan yang cerah. “Saya optimistis, jika pelajar bisa mendalami karakternya, kita masih punya harapan di masa depan. Tokoh keren ini adalah teladan bagus,” katanya.

Salah satu juri lomba, Armeynd Sufhasril, juga punya pandangan serupa. Ia juga menambahkan bahwa pidato adalah salah satu medium yang efektif untuk menyebarkan gagasan serta nilai-nilai yang diperjuangkan Bagindo Aziz Chan serta pahlawan lainnya.

“Banyak media lain, ada sastra atau film, namun pidato punya daya pikat tersendiri, punya seni tersendiri untuk menggerakkan pendengarnya. Pembaca pidato yang brilian mampu menjalin ikatan emosional yang kuat dengan penontonnya, daya agitasinya besar,” jelasnya. 

Di samping itu Armyend menilai bahwa lewat pidato, gagasan serta cita-cita pahlawan seperti Bagindo Aziz Chan bisa terus dirawat dan disebarluaskan. Semua bisa menjadi lebih mudah di era digital saat ini di mana pelajar serta anak muda yang berbakat dalam pidato punya beragam pilihan platform media online untuk menyebarkan pidato-pidatonya. Media-media baru tersebut merupakan ‘podium’ baru. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Semen Padang FC tengah negosiasi dengan pemain lokal baru untuk memperkuat pada putaran kedua Super League 2025/2026. Hal tersebut
Semen Padang FC Lagi Tahap Negosiasi dengan Pemain Baru lokal Maupun Asing
KKN Kebencanaan Universitas Andalas Dukung PKM-MNM untuk Tanggap Darurat Bencana di Kota Padang
KKN Kebencanaan Universitas Andalas Dukung PKM-MNM untuk Tanggap Darurat Bencana di Kota Padang
Pemko Padang bersama stakeholder terkait berencana akan mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago untuk mengatasi krisis air
Pemko Padang Bakal Alirkan Air ke Irigasi Gunung Nago Atasi Krisis di Kuranji dan Pauh
Sejak umur 21 tahun, tahun 1970, Mawardi Malin Kayo telah mulai mengajar silat aliran Kumango di Jorong, Koto Tuo Salimpaung. Sanad silat
Mengenang Mawan Malin Kayo, Generasi Ketiga Silek Tuo Kumango
Komit Cetak Advokat Berintegritas, Daniel Jusari Maju Calon Ketua Peradi SAI Padang
Komit Cetak Advokat Berintegritas, Daniel Jusari Maju Calon Ketua Peradi SAI Padang
Krisis Air Bersih di Padang, Gubernur Sumbar Pimpin Rakor Lintas Instansi Cari Solusi
Krisis Air Bersih di Padang, Gubernur Sumbar Pimpin Rakor Lintas Instansi Cari Solusi