Pembubaran Warga Air Bangis yang Menginap di Masjid Raya Inisiatif Polda Sumbar

Pembubaran Warga Air Bangis yang Menginap di Masjid Raya Inisiatif Polda Sumbar

Warga dari Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, menunggu masuk bus untuk dipulangkan ke kampung. Sebelumnya, mereka dibubarkan paksa oleh kepolisian, Sabtu (5/8/2023) sore.

Langgam.id – Pembubaran paksa warga Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, yang telah menginap selama 6 hari Masjid Raya Sumatra Barat, Padang, murni inisiatif dari pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar. Pihak Polda Sumbar menampik pembubaran ini tak berkaitan dengan agenda tokoh nasional seperti kedatangan bakal calon Presiden RI pada Pemilu 2024 ke Masjid Raya besok.

“Pembubaran inisiatif dari kita. Tidak ada hubungan kegiatan besok. Yang masih bertahan sore ini, kita himbau untuk pulang,” Karoops Polda Sumatra Barat Kombes. Pol. Djadjuli, kepada wartawan di pelataran Masjid Raya Sumatra Barat.

Djadjuli juga memastikan, unjuk rasa itu sifatnya sia-sia mengacu pada tuntutan mereka. Artinya, Djadjuli menjelaskan, beberapa tuntutan mereka tidak akan dipenuhi seperti masalah PSN itu kan proyek nasional. Lalu melepaskan 2 tersangka yang ditahan.

“Itu hal yang tidak mungkin direalisasikan. Maka kita inisiatif dari pimpinan, mereka tidak bisa lagi. Ini tempat publik, tempat orang banyak,” katanya.

Warga yang berada di Masjid Raya itu dibubarkan disaat sekitar 20 orang perwakilan mereka sedang berdialog dengan Gubernur Sumbar di Rumah Dinas Gubernuran. Mereka berdialog difasilitasi oleh Wakil Bupati Pasaman Barat.

Ia menjelaskan, pembubaran ini karena mereka (warga) mengganggu ruang publik atau aktivitas publik seperti demonstrasi berhari-hari di depan Kantor Gubernur yang tak berizin lagi. Di samping juga menganggu aktivitas ibadah di Masjid Raya.

Di sisi lain, bebernya, pihak kepolisian juga merasa, warga harus pulang untuk kembali ke aktivitas masing-masing.

“Kita membantu masyarakat Air Bangis biar pulang. Biar bisa melanjutkan aktivitas mereka. Anak kembali ke sekolah, bapak dan ibu melakukan kegiatan lagi. 5-6 hari mereka di sini, demo di depan kantor gubernur, tanpa izin, mengganggu lalu lintas,” terangnya.

Dalam proses pembubaran paksa ini, Djadjuli mengatakan telah dilakukan pendekatan persuasif. Misalnya ada himbauan atau ajakan dari Polwan. Namun tak digubris, sehingga dilakukan pembubaran paksa.

Dalam proses pembubaran paksa ini, diamankan belasan orang. Mereka diduga turut memprovokasi para warga. “Dasarnya kita ada akan tahan. Kita menghimbau untuk pulang, dan itu dilakukan Polwan. Ada mau, ada tidak mau, dan ada provokasi. Yang provokasi kita ambil. Sementara yang sudah naik bis diantar sampai ke Air Bangis,” beber Djadjuli.

Dalam proses pembubaran ini diterjunkan sekitar 500 personel. Sementara bus yang disediakan sekitar 12 armada.

Sebelumnya, polisi membubarkan paksa warga dari Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis yang telah berdemonstrasi 5 hari di kantor gubernur Sumatra Barat, Sabtu (05/08/2023).

Semua warga yang ada di Masjid Raya Sumatra Barat disuruh dan diangkat ke atas bus yang telah disiapkan sejak semalam.

Pemulangan paksa itu terjadi kurang lebih pukul 15.20 WIB. Sampai saat ini (16.23 WIB) masih ada beberapa warga yang digiring sembari menunggu bus tambahan datang.

Terlihat polisi dari resor Padang kota dan pasukan brimob berjaga di Masjid Raya. Dengan pakaian lengkap dan alat anti huru hara, polisi membangun brikade dan menyuruh warga meninggalkan areal Masjid Raya Sumbar.

Pantauan Langgam.id banyak warga yang menolak untuk dipulangkan. Namun satu-persatu digiring naik oleh polisi ke atas bus. Warga yang melawan terlihat diangkut paksa.

Banyak pula anak-anak dan bayi yang menangis. Hampir semuanya menangis dan menyesalkan kenapa mereka harus diangkut paksa.

Beberapa yang lain sudah terlihat pasrah dan hanya mendekap anaknya yang terus menangis. Dari raut wajah anak-anak, tampak rasa trauma saat mereka hanya bisa mendekap orang tuanya.

Barang-barang mereka beserta bantuan makanan ditinggalkan. Bahkan ada warga yang baru keluar dari kamar mandi, dan syok melihat kejadian pemulangan paksa itu. Banyak diantaranya terpisah dari anak dan keluarga. Mereka belum tau keluarga dan anaknya berada di dalam bus yang mana

Sebelumnya diketahui beberapa perwakilan masyarakat dan mahasiswa yang mendampingi diajak untuk berdialog dengan Gubernur Mahyeldi. (Haris)

Baca Juga

Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara "Lelaki Cadangan" di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara “Lelaki Cadangan” di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
4-anak-masih-dirawat-di-rsup-m-djamil-padang-akibat-gagal-ginjal-akut-misterius
Heboh Balita Meninggal di Padang, Sang Ibu Ungkap Buruknya Pelayanan hingga Dugaan Kelalaian RSUP M Djamil
Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar sudah menangani 51 perkara korupsi yang dilimpahkan ke pengadilan sepanjang 2024.
Kasus Dugaan Korupsi Kampus III UIN IB Padang Terus Bergulir, Wakil Rektor dan Kabiro Diperiksa Kejati Sumbar
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
2 Personel Polres Solok Kota Diperiksa Propam, Buntut Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik