Pantau Pasar Tradisional, Pj Wako Payakumbuh Sebut Harga Kebutuhan Pokok Sudah Mulai Stabil

Langgam.id - Pj Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda bersama TPID memantau harga kebutuhan pokok yang berkontribusi terhadap inflasi.

Pj Wako Payakumbuh dan TPID memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Ibuh. [Foto: Dok. Pemko Payakumbuh]

Langgam.id - Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Payakumbuh memantau harga kebutuhan pokok yang berkontribusi terhadap inflasi daerah di Pasar Tradisional Ibuh, Selasa (11/10/2022).

Menurut Rida, hasil paninjauan yang mereka lakukan, harga kebutuhan pokok di Kota Payakumbuh sudah mulai stabil.

Sebelumnya, kata Rida, harga cabai dan bawang sempat mengalami kenaikan dan berkotribusi terhadap lajunya inflasi di Kota Randang.

"Alhamdulillah, harga-harga sudah mulai turun. Pertama yang membuat inflasi paling tinggi itu cabai sama bawang, hari ini harganya mulai stabil," ujar Rida dikutip dari situs resmi milik Pemko Payakumbuh, Rabu (12/10/2022).

Saat ini, sebut Rida, harga daging sapi berada di angka Rp135.000 per kilogram, telur ayam Rp24.800 per kilogram, cabe merah keriting Rp60.000 per kilogram, harga bawang merah Rp 35.000 per kilogram, sedangkan beras naik Rp500 menjadi Rp15.500 per kilogram.

Lalu, Rida menegaskan, bahwa Pemko Payakumbuh akan intens memonitoring ketersediaan bahan pokok. Sebab, jika bahan pokok mengalami kelangkaan, maka dapat berdampak pada kenaikan harga.

"Kita bersama dinas terkait selalu monitoring terus, untuk menjaga kestabilan harga pangan pokok ini," ucapnya.

Sementara itu, hasil pantauan lapangan, lanjut Rida, ada keluhan dari pedagang daging sapi terkait isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sehingga, daya beli masyarakat untuk daging sapi cenderung menurun.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, bahwa mekanisme pemotongan hewan di Payakumbuh ini telah melalui proses pengecekan dan telah diuji terlebih dahulu. Sehingga daging sapi yang dijual dipasaran itu aman dan sehat untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Baca juga: Tak Lagi Riza Falepi, Wali Kota Payakumbuh Resmi Berganti

Lalu, Rida berharap, infalsi di Kota Payakumbuh dapat terus terkendali. "Harapan kita memang terkendali, tidak menaikkan inflasi dan harga kembali stabil. Sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat," katanya.

Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Laju Inflasi di Sumbar Stabil Selama Pandemi Corona
BI Proyeksikan Inflasi Sumbar 2024 di Angka 2,5 Plus Minus 1 Persen
Jalan Payakumbuh menuju Pekanbaru menuju Pangkalan ditutup pada Selasa Penutupan ini dilakukan karena ada bencana longsor dan banjir.
Jalan Payakumbuh ke Pekanbaru Menuju Pangkalan Ditutup, Arus Lalin Dialihkan via Lintau
Padang Panjang Gerakkan Tanam Cabai di Pekarangan
Padang Panjang Gerakkan Tanam Cabai di Pekarangan
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Sumatra Barat (Sumbar) tercatat 0,57 persen secara bulanan pada November 2023.
Sumbar Alami Inflasi 0,57 Persen di November 2023
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Sumatra Barat (Sumbar) tercatat 0,57 persen secara bulanan pada November 2023.
Oktober 2023, Sumbar Alami Inflasi 0,10 Persen
Ekspo SMK 2024 dan Sinergi Pengembangan Pariwisata Payakumbuh
Ekspo SMK 2024 dan Sinergi Pengembangan Pariwisata Payakumbuh