Padang Pariaman Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Banjir merendam pemukiman di Kabupaten Padang Pariaman. FOTO BPBD

Banjir merendam pemukiman di Kabupaten Padang Pariaman. FOTO BPBD

LANGGAM.ID– Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menetapkan status tanggap darurat banjir dan tanah longsor usai sejumlah daerah diterjang bencana hidrometeorologi. Setidaknya 14 nagari di tujuh kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, penetapan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan yang menunjukkan dampak bencana cukup luas, keterbatasan sumber daya lokal, serta rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman.

Pemerintah daerah juga telah menginstruksikan seluruh personel BPBD, Satpol PP Damkar, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turun langsung membantu masyarakat di lokasi terdampak. “Semua personel terkait harus bergerak cepat, fokus pada keselamatan warga dan penanganan darurat,” ujar John Kenedy, Senin (24/11/2025).

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menyiapkan delapan titik dapur darurat dan telah mempersiapkan berbagai kebutuhan logistik, seperti beras, minyak, serta bahan makanan lainnya.

Sebagai langkah cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, John Kenedy menambahkan bahwa hari ini pemerintah daerah telah menyiapkan 2.000 paket makanan siap saji yang akan didistribusikan ke seluruh titik lokasi bencana.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan darurat dan memastikan keselamatan seluruh warga terdampak.

 BPBD melaporkan 15 nagari di tujuh kecamatan di Kabupaten  Padang Pariaman kembali terendam banjir usai hujan dengan intensitas tinggi, Senin (24/11/2025).

Bencana tersebut dipicu akibat debit air sungai yang meluap hingga pemukiman warga. Data BPBD Kabupaten Padang Pariaman hingga Senin sore tercatat, 3.076 unit rumah terendam banjir, dengan total warga terdampak mencapai 3.076 KK / 9.228 Jiwa.

Daerah terdampak banjir yaitu,  Nagari Lubuk Alung, Sikabu Lubuk Alung Kecamatan Lubuk Alung, lalu Nagari Kasang, Nagari Katapiang

, Nagari Sungai Buluah Barat di Kecamatan Batang Anai. Kemudian Nagari Sintuak, Nagari Toboh Gadang Selatan di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang

Banjir juga menerjang Kecamatan Ulakan Tapakih, tepatnya di Nagari Kampung Galapuang Ulakan, Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Nagari Ulakan, Nagari Sulayat Ulakan, Nagari Sandi Ulakan, Nagari Sei Gimba Ulakan, Nagari Tapakih.

Selanjutnya, di Nagari Sicincin, Nagari Lubuak Pandan Kecamatan 2 x 11 Anam Lingkung. Lalu Nagari Pakandangan Kecamatan Lingkung. Nagari Sunua Tengah, Nagari Padang Bintuangan, Nagari Pauah Kamba Kecamatan Nan Sabaris, serta Nagari Campago Kecamatan V Koto. (fx)

Baca Juga

Soal Kayu Gelondongan Penyebab Banjir Sumatra, Anggota DPR RI Mulyadi: Kejahatan Luar Biasa
Soal Kayu Gelondongan Penyebab Banjir Sumatra, Anggota DPR RI Mulyadi: Kejahatan Luar Biasa
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi
Gubernur Sumbar Soal Bantuan Negara Asing: Kita Tidak Menghalangi
Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penyegelan beberapa lokasi pertambangan dan memasang plang pengawasan di Padang Pariaman usai banjir melanda kawasan tersebut.
Kementerian LH Segel Pertambangan di Padang Pariaman Usai Dilanda Banjir
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi warga korban banjir di Kasai Permai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Foto Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Dijadwalkan ke Sumbar Sabtu Besok, Tinjau Penanggulangan Bencana
Yasmin Napper Jadi Relawan di Padang: Lumpur di Mana-mana, Rumah dan Musala Hancur
Yasmin Napper Jadi Relawan di Padang: Lumpur di Mana-mana, Rumah dan Musala Hancur
Profil Ravy Tsouka, Pemain Baru Semen Padang FC
Profil Ravy Tsouka, Pemain Baru Semen Padang FC