Padang Jadi Zona Merah Covid-19, Wali Kota: Pusat Gagal Paham

Mahyeldi Ansharullah

Walkot Padang Mahyeldi Ansharullah. (Foto: Irwanda-Langgam.id)

Langgam.id – Satuan Tugas Covid-19 merilis daftar, sebanyak 32 daerah dengan status zona resiko tinggi penyebaran covid-19 atau zona merah. Salah satunya adalah Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Daftar zona merah dijelaskan dalam laman situs Satgas Covid-19 hingga Sabtu (29/8/2020), bahwa ada 32 kabupaten atau kota di 12 Provinsi yang berstatus sebagai zona merah atau risiko tinggi.

Diketahui hingga saat ini total kasus covid-19 di Kota Padang sebanyak 1.112 orang. Walau dimasukan zona merah oleh pusat, berdasarkan rilis Satgas Covid-19 Sumbar Kota Padang masih digolongkan zona oranye.

Baca Juga: Sebaran Kasus Covid-19 dan Zona di Sumbar Setelah Tambahan 88 Positif

Menanggapi hal itu, Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan, penilaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat perlu dilakukan analisa lebih tajam dan lebih dalam. Saat ini tim dari Pemko juga akan berkomunikasi dengan sagas covid-19 pusat.

“Saya lihat pusat kurang menghargai apa yang telah dilakukan daerah yang telah maksimal melakukan tracing,” katanya di Padang, Sabtu (29/8/2020).

Menurutnya berdasarkan penjelasan ahli, banyak yang gagal paham soal penambahan covid-19. Bahwa ketika banyak penambahan bukan berarti bertambah parah. Padahal daerah telah  serius melakukan tracing.

“Jangan kira daerah yang sedikit itu tidak ada penyebaran, tetapi lihat kerjanya, evaluasi kinerjanya, kita sudah puluhan ribu mengirim sampel, pusat harus menghargai ini, pusat juga gagal paham dalam hal ini,” katanya.

Baca juga: Kota Padang Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Pemerintah pusat memurutnya harus menghargai apa yang telah dilakukan daerah. Namun ia mengatakan tidak akan melakukan protes ke pusat. Pemko Padang juga akan ada tim untuk berdiskusi dengan pemerintah pusat dan membicarakan hal itu.

“Tidak apa-apa, tetapi kita perlu luruskan, kalau kenyataan seperti itu ya kita tetap serius menangani, kita tidak akan berhenti,” katanya.

Pemko Padang juga akan terus mengirimkan sampel untuk diperiksa. Selain itu rumah sakit, tenaga edukasi masyarakat juga terus disiapkan. Banyaknya penambahan di Padang bukan berarti tidak bekerja maksimal, justru sebaliknya.

“Coba lihat mana daerah paling banyak mengirimkan sampelnya, saya kira Padang paling banyak, makanya perlu diperiksa mana daerah paling banyak tracking tracingnya,” katanya. (Rahmadi/ABW)

Baca Juga

Gubernur Sumbar Lepas Kloter Perdana Haji, Layanan Lansia dan Perempuan Jadi Prioritas
Gubernur Sumbar Lepas Kloter Perdana Haji, Layanan Lansia dan Perempuan Jadi Prioritas
Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik