PABOI dan PDEI Kerahkan Tim Medis untuk Tangani Korban Bencana NTT

PABOI dan PDEI Kerahkan Tim Medis untuk Tangani Korban Bencana NTT

Tim medis dikirim ke NTT. (Foto: dok Paboi)

Langgam.id – Menanggapi situasi darurat bencana alam di Nusa Tenggara Timur, Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) dan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) mengerahkan tim medis gabungan dari wilayah terdekat untuk segera menangani para korban.

Tim medis yang dikerahkan terdiri dari 6 dokter spesialis ortopedi dan 1 dokter spesialis anestesi, yakni dr. Muhammad Phetrus Johan, Ph.D., SpOT(K), dr. Hisbullah, Sp.An, KIC, dr. Nur Rahmansyah, Sp.OT, dr. Helmiyadi Kuswardhana, Sp.OT, dr. I Made Buddy Setiawan, SpOT(K), dr. Sudjitoe Rante, M. Biomed, SpOT(K), dr. Zuwanda, SpOT, serta dua orang perawat operasi ortopedi

Disampaikan oleh Dr. dr. Edi Mustamsir, SpOT(K) selaku Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI), “Situasi darurat saat ini adalah penanganan pasien yang mengalami masalah terkait Muskoloskeletal (tulang dan sendi). Kami sudah berkoordinasi dengan PABOI di berbagai wilayah agar menyiapkan tenaga medis yang akan dirotasi setiap minggu. Hal ini untuk menjaga stamina para tenaga medis yang bertugas juga untuk menghindari kelelahan secara fisik dan mental agar mereka tetap bisa berperforma secara maksimal menangani pasien.”

Para tim medis tersebut berangkat pada tanggal 6 April 2021 dari Makassar menuju Maumere yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Larantuka pada hari yang sama. Setibanya di Larantuka, keempat tim medis tersebut bersiap melakukan operasi Muskoloskeletal bagi para korban yang sudah dievakuasi ke RSUD Larantuka.

Sesudah menangani para korban di RSUD Larantuka, tim medis gabungan PABOI dan PDEI ini terbagi menjadi dua tim yang menuju ke Lembata yang dipimpin oleh dr. I Made Buddy Setiawan, SpOT(K) dan Alor yang dipimpin oleh dr. Muhammad Phetrus Johan, Ph.D., SpOT(K).

Para tim medis tersebut berangkat menuju lokasi dengan bantuan transportasi udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis sore, 8 April 2021. Di Alor, mereka akan menangani pasien di dua lokasi: Desa Tamakh, Kecamatan Pantar Tengah dan Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur di RSUD Kalabai.

Dikatakan oleh dr. Muhammad Phetrus Johan, Ph.D., SpOT(K) tim medis yang berada di lokasi bencana, “Saat ini kami sedang berupaya melakukan pelayanan ortopedi bersama dengan tim tenaga kesehatan yang ada di Alor, seraya berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk persiapan fasilitas rujukan ke Rumah Sakit. Selain itu ada sejumlah kendala diantaranya; sebagian akses jalan ke posko kesehatan masih longsor, proses rujukan terkendala karena kekhawatiran keamanan perjalanan dan trauma kejadian bencana untuk transportasi via laut sehingga masih banyak korban yang belum bisa ditangani. Sementara dari sisi perlengkapan medis, perlengkapan alat dan bahan rawat luka yang belum memadai dan kurangnya alat dressing luka modern.”

Sementara itu dr. Helmiyadi Kuswardhana, Sp.OT tim medis yang berada di Lembata mengatakan, “Saat ini tim medis di Lembata menyiapkan operasi pasien patah tulang yang terdampak bencana banjir longsor di wilayah tersebut. Alat dan bahan operasi ortopedi dibawa lengkap oleh tim medis PABOI untuk memberikan hasil yang terbaik.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT meminta pemerintah dan petugas penanganan bencana agar tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid di area bencana. Para tim medis juga harus lebih waspada agar tidak terpapar Covid selama menangani pasien.

Tim PABOI dan PDEI membuka bantuan donasi alat medis dan obat-obatan bagi para korban melalui berbagai cabang. (rls)

Tag:

Baca Juga

Pemkab dan DPRD Pasaman Barat Sepakati APBD Perubahan 2026
Pemkab dan DPRD Pasaman Barat Sepakati APBD Perubahan 2026
Pemprov Sumbar Kirim Rendang untuk Korban Gempa NTT, Ini Alasannya
Pemprov Sumbar Kirim Rendang untuk Korban Gempa NTT, Ini Alasannya
Berita Agam - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Bayi usia tiga bulan terdampak Gempa Pasbar itu menbgalami luka di kepala.
Edukasi Masyarakat Soal Bencana Gempa, Ahli Geologi: Media Punya Peran Sangat Strategis
BPBD: Belum Ada Laporan Warga Sumbar Jadi Korban Gempa NTT
BPBD: Belum Ada Laporan Warga Sumbar Jadi Korban Gempa NTT
Sumbar Kumpulkan Bantuan Rendang 1,5 Ton untuk Korban Gempa NTT
Sumbar Kumpulkan Bantuan Rendang 1,5 Ton untuk Korban Gempa NTT
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Goncangan gempa di Pasaman Barat bisa memberikan pengaruh terhadap patahan lain.
Ahli Geologi: Gempa Tak Bisa Dicegah, Bangunan Aman Jadi Kunci Kurangi Korban