Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Dharmasraya dan Sawahlunto Kembali PJJ

Rapor Siswa SD dan SMP di Padang Dibagikan Via Online

Ilustrasi Siswa SD (Foto: Sasint / Pixabay.com)

Langgam.id – Sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Dharmasraya, Dinas Pendidikan memperpanjang pelaksanaan PJJ selama dua hari, yakni Rabu (7/10/2026) dan Kamis (8/10/2026).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya Bobby Perdana Riza mengatakan, penerapan PJJ tertuang dalam Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya Nomor 400.3/2637/Disdik-2026 tentang Perpanjangan PJJ.

“Perpanjangan ini dilakukan dengan memperhatikan arahan Bupati Dharmasraya serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan,” ujrnya, Rabu (7/10/2026).

Kata Bobby, kualitas udara di Dharmasraya sempat mencapai angka 146 berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

“ISPU tertinggi kami sudah sampai 146. Jadi anak-anak PJJ saat ini. Awalnya dari Senin, kemudian diperpanjang sampai Kamis. Untuk selanjutnya kita menunggu kondisi berikutnya,” jelasnya.

Selain kualitas udara yang memburuk, jarak pandang di sejumlah lokasi juga terbatas akibat kabut asap.

“Karena parah sekali. Jembatan Sungai Dareh saja jarak pandangnya sudah terbatas,” kata dia.

Bobby mengakui penerapan PJJ berdampak terhadap proses pembelajaran. Namun, kebijakan tersebut dinilai perlu dilakukan untuk mencegah dampak kabut asap terhadap kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Dalam edaran tersebut, kepala satuan pendidikan diminta memastikan PJJ berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Metode dan media pembelajaran disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan masing-masing sekolah.

Sekolah juga diminta mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran elektronik dan platform yang dapat diakses siswa, seperti Google Classroom, WhatsApp, maupun media pembelajaran lainnya.

Guru tetap diwajibkan memberikan pembelajaran, pendampingan, serta tugas yang terukur dengan mempertimbangkan beban belajar dan kondisi peserta didik.

Sekolah juga diminta memantau keikutsertaan dan perkembangan belajar siswa setiap hari. Bagi siswa yang mengalami keterbatasan perangkat maupun jaringan internet, sekolah diminta menyiapkan alternatif pembelajaran agar tidak tertinggal.

Untuk jenjang SMA, SMK, SLB, dan madrasah, kebijakan pembelajaran disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya serta kewenangan masing-masing instansi.

Sementara itu, pembelajaran pada Jumat (9/10/2026) masih menunggu perkembangan kondisi dan arahan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya.

Kebijakan serupa diterapkan Pemerintah Kota Sawahlunto. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/29/Disdik-1/SWL/2026, PJJ diberlakukan pada 7-8 Oktober 2026.

Siswa dijadwalkan kembali mengikuti pembelajaran seperti biasa pada Jumat (9/10/2026), jika kondisi memungkinkan.

Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pengukuran kualitas udara yang dikeluarkan Dinas PKP2LH Kota Sawahlunto pada 6 Oktober 2026 menunjukkan nilai ISPU mencapai 185 atau masuk kategori tidak sehat.

Selama PJJ, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas masing-masing, termasuk menyelesaikan administrasi dan menyiapkan media pembelajaran.

Pihak sekolah juga diminta menyampaikan kepada orang tua agar mendampingi anak belajar secara mandiri di rumah serta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap.

Orang tua diminta memantau aktivitas anak dan memastikan mereka tidak berada di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Satpol PP juga akan melakukan pemantauan terhadap siswa yang masih berkeliaran di luar rumah selama kondisi kabut asap.

Selain itu, kepala sekolah diminta memberikan dispensasi dan kemudahan kepada guru maupun pegawai yang sedang hamil atau menyusui.

Sementara itu, Pemerintah Kota Padang belum menerapkan PJJ. Dinas Pendidikan Kota Padang masih memantau perkembangan kualitas udara.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, aktivitas sekolah pada Rabu (7/10/2026) masih berjalan seperti biasa.

“Kami masih melakukan pemantauan. Hari ini aktivitas sekolah masih seperti biasa dan anak-anak kita minta menggunakan masker,” tuturnya.

Terkait kemungkinan penerapan PJJ, Yopi mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan kondisi kualitas udara di Kota Padang.

“Kami akan kaji kondisi ke depannya,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

Kabut Asap Riau
Kabut Asap Selimuti Sumbar, BMKG Sebut Kiriman dari Sumsel dan Jambi
6 Ruas Jalan di Dharmasraya Diaspal, Pemkab Kucurkan Anggaran APBD
6 Ruas Jalan di Dharmasraya Diaspal, Pemkab Kucurkan Anggaran APBD
Dharmasraya Dapat 2 X-Ray Portable dari Kemenkes, Percepat Deteksi TBC hingga Nagari
Dharmasraya Dapat 2 X-Ray Portable dari Kemenkes, Percepat Deteksi TBC hingga Nagari
MTQ Dharmasraya Digelar November, Peserta Diproyeksikan ke MTQ Sumbar 2027
MTQ Dharmasraya Digelar November, Peserta Diproyeksikan ke MTQ Sumbar 2027
TP-PKK Dharmasraya Sulap Lumpur Jadi Karya Bernilai di Jambore PKK Sumbar
TP-PKK Dharmasraya Sulap Lumpur Jadi Karya Bernilai di Jambore PKK Sumbar
Porprov Sumbar 2026 akan dihelat dari tanggal 2-14 Oktober 2026.
Kota Padang Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Perolehan Mendali Porprov Sumbar 2026