Operasional Satpol PP Padang Terganggu 3 Hari karena Anggaran BBM, Ini Penjelasan Kasat

Langgam.id – Kegiatan operasional Satpol PP Kota Padang terganggu akibat anggaran BBM. Kondisi ini dikabarkan telah berlangsung selama tiga hari.

Kasat Pol PP Kota Padang Chandra Eka Putra membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan kondisi terkendala anggaran BBM operasional ini diakibatkan proses pergantian pejabat.

Ada empat pejabat baru Satpol PP Kota Padang, yakni Malizar sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur, Wahyu Isandi Rahmatullah jabat Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, Cel Indra selaku Kepala Sub Bagian Umum serta Ronal Ikhsan selaku Kepala Seksi Pelatihan dan Pengembangan Aparatur.

“Betul, karena kami ada pergantian pejabat sehingga PPATK-nya berubah. Kami menyesuaikan itu sebentar,” ujar Chandra kepada Langgam.id, Selasa (15/9/2026).

Ia mengungkapkan, usai prosesi serah terima selesai seluruh kegiatan akan kembali berjalan normal. Diketahui, serah terima jabatan tersebut berlangsung hari ini.

“Karena setiap pencairan itu memerlukan PPATK, karena beliau baru berganti kami akan terbitkan SK baru setelah itu baru beliau bisa mencairkan,” jelasnya. (WAN)

Baca Juga

penganiayaan padang
Massa Rusak Mobil Milik 4 Orang Mengaku Wartawan dari Riau, Dipicu Ancam Viralkan Pelansiran BBM di Sijunjung
Penyelewengan Ribuan Liter Biosolar di Sumbar, Sebagian Dijual Luar Daerah
Penyelewengan Ribuan Liter Biosolar di Sumbar, Sebagian Dijual Luar Daerah
Polisi Ringkus 7 Tersangka Penyelewengan Solar di Sumbar, 13.298 Liter Disita
Polisi Ringkus 7 Tersangka Penyelewengan Solar di Sumbar, 13.298 Liter Disita
Jelang Hari Jadi Kota Padang, Lapak PKL di Batang Arau Ditertibkan Satpol PP
Jelang Hari Jadi Kota Padang, Lapak PKL di Batang Arau Ditertibkan Satpol PP
Pakar Transportasi: Antrean BBM di Sumbar Dipicu Hambatan Distribusi Akibat Gangguan Infrastruktur
Pakar Transportasi: Antrean BBM di Sumbar Dipicu Hambatan Distribusi Akibat Gangguan Infrastruktur
Pengisian BBM di Tanah Datar
Distribusi BBM di Sumbar Tersendat, Dinas ESDM Sebut Macet Sitinjau Lauik dan Lembah Anai Jadi Biang Kerok