Nostalgia Murtini Lihat Stasiun Pulau Aie Beroperasi Lagi Setelah 44 Tahun

Nostalgia Murtini Lihat Stasiun Pulau Aie Beroperasi Lagi Setelah 44 Tahun

Warga sekitar Stasiun Pulau Aie, Murtini. (foto: Irwanda/langgam.id)

Langgam.id - Murtini tampak tersenyum kala melihat Kereta Api Minangkabau Ekpress melintas di belakang rumahnya. Kereta api bandara ini hendak melaju ke Stasiun Pulau Aie, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Minggu (15/2/2021) sore itu perempuan 63 tahun ini tengah berdiri di teras rumahnya yang tak jauh dari stasiun tertua di Kota Padang tersebut. Sementara, rel kereta persis berada di belakang rumahnya.

Murtini seakan tengah bernostalgia. Ia terkenang masa-masa remajanya ketika Stasiun Pulau Aie beroperasi sebagai penghentian kereta pembawa batu bara dan rempah-rempah.

Terakhir beroperasi pada sekitar tahun 1977 atau 44 tahun lamanya mati, kini stasiun itu hidup kembali. Murtini mengenang ketika dirinya remaja, bersama teman sebayanya sangat antusias saat kereta api melintas.

Sering kali, ia menaiki kereta api itu secara gratis dari rumahnya dan kemudian turun di Stasiun Pulau Aie. Kenangan yang indah dan tak terlupakan baginya.

"Saya bersama teman-teman seringkali naik kereta api secara lansir (berlari mengejar), nah kami dibawa jalan-jalan sampai stasiun. Saya sering bermain di stasiun itu," kata Murtini ditemui langgam.id di kediamannya, Minggu (14/2/2021).

"Saya kadang saat sedang bantu orang tua di dapur, terdengar kereta api lewat berlarian. Tinggalkan kerjaan terus naik kereta gratis," sambungnya.

Diakuinya pada masa remajanya gedung Stasiun Pulau Aie sangat berciri khas bangunan Belanda. Ia tak menyangka bangunan sekarang begitu megah, tapi tak menghilangkan nilai sejarah.

"Selama 44 tahun tidak beroperasi, stasiun ini dulunya dimanfaatkan orang untuk tinggal. Banyak bangunan pemukiman masyarakat, saat akan beroperasi kembali stasiun pemukiman itu dihilangkan," jelasnya.

Seperti diketahui, Stasiun Pulau Aie ini mulai beroperasi sejak 10 Februari 2021. Hal ini dikarenakan KAI mulai memberlakukan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2021 yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan No KP 1385 Tahun 2020 tentang Penetapan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021 dan KP 1362 Tahun 2020 tentang Penetapan Lintas Pelayanan Perkeretaapian pada Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2021.

"Penetapan Gapeka 2021 ini untuk menggantikan Gapeka 2019 yang sebelumnya digunakan oleh KAI," ujar Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Ujang Rusen Permana.

Grafik Perjalanan Kereta Api atau Gapeka adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api. Mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, dan penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan kereta api.

Gapeka disusun dengan memperhitungkan berbagai aspek kondisi operasional di lintas kereta api dengan mengutamakan keselamatan. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan pelanggan pada Gapeka 2021 adalah efisiensi waktu perjalanan KA.

Rusen mengatakan pengaktifan kembali stasiun ini akan mempermudah wisatawan yang mendarat di Bandara Internasional Minangkabau untuk mengakses beberapa titik wisata unggulan di Kota Padang.

"Beberapa wisata unggulan itu seperti Kota Tua dan Marina di Pelabuhan Muaro serta Pantai Padang yang jaraknya sangat dekat dengan stasiun," katanya.

Beberapa hotel berbintang juga berada tidak jauh dari lokasi stasiun sehingga memudahkan wisatawan yang akan menuju BIM. "Wisatawan yang ingin pergi surving ke Mentawai juga makin dekat mengakses kapal di Pelabuhan Muaro," ucapnya.

Terdapat enam keberangkatan dan enam kedatangan Kereta Api Minangkabau Ekpress dari dan ke Stasiun Pulau Aie-Stasiun Bandara Internasional Minangkabau. Para masyarakat setiap harinya silih berganti memanfaatkan moda transportasi satu ini. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan membeberkan sejumlah pembangunan perkeretaapian di 2024. Dua di antara di Sumbar.
Berikut Sejumlah Pembangunan Perkeretaapian di 2024, Dua di Sumbar
Pertunjukan Kolosal Perkusi Kureta Mandaki Gendangkan Galanggang Arang #7 Kayutanam
Pertunjukan Kolosal Perkusi Kureta Mandaki Gendangkan Galanggang Arang #7 Kayutanam
Gelanggang Arang ke 7 di Kayu Tanam, Merayakan Jalur Kereta Api WTBOS
Gelanggang Arang ke 7 di Kayu Tanam, Merayakan Jalur Kereta Api WTBOS
Angka Kecelakaan Kereta Api di Sumbar Meningkat Jelang Berakhirnya Tahun 2023
Angka Kecelakaan Kereta Api di Sumbar Meningkat Jelang Berakhirnya Tahun 2023
Aset perkeretaapian yang ada di Gurun Bagan, Kelurahan Lubuk Sikarah, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatra Barat (Sumbar), hilang dicuri.
Aset Perkeretaapian di Kota Solok Hilang Dicuri, Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Sumatra Barat (Sumbar) memiliki beberapa terowongan kereta api. Terowongan kereta api di Sumbar ini memiliki ciri khas.
3 Terowongan Kereta Api di Sumbar, Ada yang Terpanjang Kedua di Indonesia