Nilai Ekspor Sumbar Naik di Desember 2021, Ini 10 Negara Tujuannya

BPS mencatat nilai ekspor Sumbar pada Januari–November 2025 sebesar US$2.458,14 juta atau naik sebesar 22,66 persen dibanding periode 2024

Ilustrasi. [foto: canva.com]

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Nilai ekspor asal Sumbar pada Desember 2021 sebesar US$304,41 juta.

Langgam.id – Nilai ekspor asal Sumatra Barat (Sumbar) pada Desember 2021 sebesar US$304,41 juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 39,67 persen dibanding ekspor November 2021.

“Secara kumulatif, ekspor Sumbar pada Januari–Desember 2021 mencapai US$3.066,93 juta atau naik sebesar 87,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Kenda Paryatno dalam keterangan tertulisnya.

Kenda menambahkan, ekspor asal Sumbar pada Desember 2021 terjadi pada beberapa golongan barang. Nilai terbesar adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$241,87 juta.

Kemudian, diikuti golongan karet dan barang dari karet sebesar US$19,60 juta.

Ia menjelaskan, bila dilihat peranan golongan barang terhadap total ekspor Januari–Desember 2021, tercatat 79,84 persen merupakan ekspor dari golongan lemak dan minyak hewan/nabati.

“Sedangkan golongan karet dan barang dari karet memberikan peran sebesar 6,13 persen,” ucapnya.

Kenda mengungkapkan, komoditas yang paling banyak diekspor pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati yaitu Refined palm oil, Liquid fractions of refined palm oil, with iodine value 55 or more but less than 60 dan Crude palm oil.

Selanjutnya pada golongan karet dan barang dari karet komoditas yang diekspor adalah Technically Specified Natural Rubber (TSNR) 20 dan Compounded other rubber with carbon black/silica, unvulcanised, in primary form.

Kenda menerangkan bahwa ekspor asal Sumbar pada Desember 2021 terjadi pada 10 negara tujuan. Nilai ekspor terbesar pada Desember 2021 adalah ke Pakistan sebesar US$155,24 juta.

Berikutnya, ke United States sebesar US$43,88 juta, India sebesar US$31,91 juta, Bangladesh US$20,23 juta, Myanmar US$19,35 juta.

Selanjutnya, Japan US$10,33 juta, Netherlands US$6,95 juta, New Zealand US$3,80 juta, Itali, US$2,74 juta dan Malaysia US$2,19 juta.

Ekspor asal Sumbar ke negara Pakistan katanya, memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor Sumbar pada Januari–Desember 2021, yaitu sebesar 28,19 persen.

“Selanjutnya ekspor ke India memberikan peran sebesar 15,13 persen,” bebernya.

Ia menjelaskan, bahwa komoditas utama yang diekspor ke Pakistan pada Desember 2021 adalah Refined palm oil dan Liquid fractions of refined palm oil, with iodine value 55 or more but less than 60.

Baca juga: November 2021, Pakistan dan Bangladesh Jadi Tujuan Utama Ekspor Sumbar

Sementara itu, ekspor ke Bangladesh komoditas utama yang diekspor pada Desember 2021 adalah Liquid fractions of refined palm oil, with iodine value 55 or more but less than 60 dan Solid fractions of refined palm oil, with iodine value 30 or more, but less than 40.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Benarkah Uang Daerah Mengendap?
Benarkah Uang Daerah Mengendap?
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatra Barat (Sumbar) pada Maret 2023 sebesar 44,05 persen. Angka ini mengalami penurunan
TPK Hotel Berbintang di Sumbar Capai 51,86 Persen, Naik dari Tahun Lalu
Sejumlah siswa TK dan SD di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam diduga keracunan setelah makan MBG
Kasus Keracunan Siswa di Sumbar Berulang, PBHI Sumbar Desak MBG Dievaluasi Total
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Pemko Padang Tetapkan PJJ Sampai Jumat Imbas Udara Memburuk
Gubernur Sumbar Mahyeldi
Dugaan Keracunan MBG, Mahyeldi Perintahkan Dapur SPPG Terlibat Tutup Sementara
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi
Sejumlah Daerah Berlakukan PJJ, Gubernur Sebut SMA Tetap Tatap Muka