Langgam.id — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XIII tingkat Kabupaten Dharmasraya akan digelar pada pekan kedua November 2026. Kecamatan Koto Salak ditetapkan sebagai tuan rumah.
MTQ tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan tingkat kabupaten. Para peserta yang tampil akan diseleksi untuk diproyeksikan mewakili Dharmasraya pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat 2027 di Kabupaten Pesisir Selatan.
Sekretaris Daerah Dharmasraya Medison mengatakan, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meminta proses penjaringan peserta dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan.
“Ajang ini untuk menunjukkan prestasi putra-putri kita yang selama ini dibina melalui pondok-pondok dan sekolah-sekolah,” ujar Medison saat memimpin pembahasan persiapan MTQ di Aula Lantai II Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (8/9/2026).
Menurut Medison, peserta MTQ tingkat kabupaten tidak diperkenankan berasal dari luar Dharmasraya. Namun, putra-putri Dharmasraya yang sedang menuntut ilmu di luar daerah tetap dapat mengikuti MTQ setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi sesuai ketentuan.
MTQ Kabupaten Dharmasraya tahun ini akan mempertandingkan 10 cabang. Petunjuk teknis perlombaan akan dimatangkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya.
Medison meminta seluruh camat ikut memastikan proses persiapan berjalan baik. Camat diminta berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Kecamatan (Forkomca), stakeholder dan berbagai elemen masyarakat.
Khusus Kecamatan Koto Salak sebagai tuan rumah, camat diminta segera membentuk panitia tingkat kecamatan dan berkoordinasi dengan panitia tingkat kabupaten.
Inventarisasi lokasi lomba juga diminta dilakukan sejak awal dengan melibatkan wali nagari. Langkah itu diperlukan agar kebutuhan selama pelaksanaan MTQ dapat dipersiapkan dengan matang.
Lebih dari sekadar perlombaan, pemerintah daerah ingin MTQ menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran.
“MTQ bukan hanya sekadar lomba, tapi gema syiar Islam. Mari memeriahkan dan sukseskan,” katanya.
Pelaksanaan MTQ juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas peserta dan pengunjung selama kegiatan diharapkan ikut menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Kehadiran MTQ harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Medison.
Persiapan MTQ Kabupaten Dharmasraya ini turut diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Catur Eby, Kabag Kesra Natra Hendri, Kepala Kantor Kementerian Agama Dharmasraya Masdan, jajaran KUA serta camat se-Kabupaten Dharmasraya.
Dengan pelaksanaan pada November mendatang, MTQ Kabupaten Dharmasraya diharapkan menjadi ruang seleksi sekaligus pembinaan bagi kafilah yang akan dipersiapkan menghadapi MTQ Sumatera Barat 2027.






