Mitigasi Gempa dan Tsunami, Gubernur Mahyeldi: Sumbar Siapkan 4 Unit EWS Tahun Ini

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Pada 2026 ini, Pemprov Sumbar menyiapkan empat unit Early Warning System (EWS) tsunami untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan pesisir.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat meresmikan pengoperasian High Frequency (HF) Radar milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik, Kota Pariaman, Jumat (3/7/2026).

Mahyeldi mengatakan, keberadaan HF Radar menjadi pelengkap penting dalam sistem mitigasi bencana di Sumatera Barat yang berada di kawasan rawan gempa bumi dan tsunami, termasuk ancaman megathrust di pesisir barat Sumatera.

“Tahun 2026 ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengadakan empat unit Early Warning System tsunami. Kita berharap sistem ini dapat terintegrasi dengan perangkat BMKG sehingga perlindungan terhadap masyarakat pesisir semakin optimal,” katanya.

Menurut Mahyeldi, kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, serta berbagai mitra harus terus diperkuat agar seluruh sistem pemantauan dan peringatan dini dapat bekerja secara maksimal saat terjadi kondisi darurat.

Ia menjelaskan, HF Radar mampu memantau arah dan kecepatan arus laut, karakteristik gelombang, hingga perubahan kondisi laut secara real time. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung sistem peringatan dini sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir.

“HF Radar ini ibarat mata yang memantau laut dari darat. Informasi yang dihasilkan sangat penting untuk keselamatan nelayan maupun masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain mendukung mitigasi bencana, Mahyeldi menyebut data HF Radar juga dapat dimanfaatkan untuk keselamatan pelayaran, meningkatkan produktivitas sektor perikanan, hingga mendukung keamanan wilayah laut Indonesia.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pemasangan HF Radar di Pariaman merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2 yang bertujuan memperkuat sistem observasi meteorologi maritim nasional.

Menurutnya, Sumatera Barat dipilih karena memiliki aktivitas pelayaran dan perikanan yang tinggi serta berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

“Data HF Radar menjadi bagian penting dalam mendukung sistem peringatan dini tsunami. Selain itu, BMKG juga terus memperkuat edukasi kebencanaan melalui berbagai sekolah lapang bagi nelayan, petani, serta masyarakat di daerah rawan gempa dan tsunami,” kata Teuku Faisal. (HER)

Baca Juga

Gubernur Mahyeldi Ansharullah beserta istri saat melayat ke rumah duka almarhum Syaiful Bahri (Pung) di Jalan Koto Baru No: 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (5/9/2026). (Dok. Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Kadis Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri Meninggal Dunia, Gubernur Mahyeldi: Beliau Penuh Dedikasi!
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi. (Foto: Biro Adpim Pemprov Sumbar)
Eks Kabiro PBJ Sumbar Cuti Usai Viral Kasus Video Mesra, Ini Penjelasan Sekda Soal Dugaan Disiplin
Gubernur Mahyeldi Dorong UNAND Jadi Pusat Inovasi Energi Masa Depan
Gubernur Mahyeldi Dorong UNAND Jadi Pusat Inovasi Energi Masa Depan
Pemprov Sumbar Jalin MoU dengan Jambi hingga Riau Soal Atasi Kabut Asap
Pemprov Sumbar Jalin MoU dengan Jambi hingga Riau Soal Atasi Kabut Asap
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: 5 ASN berasal dari Pemko Padang ikut seleksi terbuka untuk mengisi tujuh jabatan Pemprov Sumbar.
Rencana Reaktivasi PT ARP, FPS Desak Pemprov Sumbar Selamatkan 108 Hektare Aset Daerah
Undang Dubes Al Sattari, Pemprov Sumbar Gelar Palestina Run di Hari Jadi Provinsi
Undang Dubes Al Sattari, Pemprov Sumbar Gelar Palestina Run di Hari Jadi Provinsi