Minang Geopark Run Digelar, Wako Harap Iven-iven di Payakumbuh Kembali Menggeliat

Langgam.id-Minang Geopark Run

Wako Payakumbuh Riza Falepi melepas para pelari iven Minang Geopark Run di taman BWS V Sungai Batang Agam. [foto: Pemko Payakumbuh]

Langgam.id – Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi melepas para pelari yang tergabung dalam iven Minang Geopark Run di taman BWS V Sungai Batang Agam, Sabtu (20/11/2021).

Adapun kategori yang diikuti oleh peserta Minang Geopark Run ada dua. Yaitu kategori relay atau tim dan kategori ultra atau individu. Panjang rute juga terdiri atas dua macam, yakni 10 kilometer dan 65 kilometer.

Para pelari dalam kategori ultra 65 kilometer, dimulai di Batang Agam Payakumbuh, Ampangan Panglima Polim, Aia Tabik, Sarilamak, Kelok 9, lalu finish di Lembah Harau Limapuluh Kota.

Sedangkan yang untuk 10 kilometer, rutenya yaitu start di  Batang Agam, Jalan Pahlawan, Sikabu, lalu finish di Panorama Ampangan

Wako Riza Falepi bersyukur dengan diselenggarakannya kegiatan Minang Geopark Run tersebut.

“Alhamdulilah, setelah dilanda wabah pandemi covid-19, kita akhirnya dapat menggelar kembali iven ini setelah diberhentikan sejenak karena pandemi yang terjadi,” kata Riza.

Riza berharap dengan digelarnya Minang Geopark Run ini akan menjadi awal mula menggeliatnya kembali iven-iven akbar di Kota Payakumbuh.

Pada kesempatan itu, Riza mengingatkan semua pihak untuk tetap harus siaga dan selalu jaga protokol kesehatan.

Hal ini agar Kota Payakumbuh dapat kembali menjadi tempat destinasi pagelaran-pagelaran acara akbar lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial mengajak kepada seluruh peserta agar dapat untuk mengekspos setiap titik lokasi destinasi wisata yang dilalui.

“Untuk para pelari jangan jadikan juara sebagai tujuan utama untuk capai gari finis, tapi berlari lah dengan menikmati alam yang dilalui,” ujarnya.

Baca juga: Siap-siap, Minang Geopark Run Kembali Digelar di Payakumbuh

Ia juga mengajak untuk menggunakan media sosial masing-masing untuk dapat mengajak semuanya agar berkunjung ke Sumbar.

Hal ini agar wisata di Sumbar, terutama di Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota, kembali menggeliat.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak