Minang Diaspora Network Serahkan Beasiswa untuk Pelajar di Sumbar

Wardah Foundation

Founder Wardah Nurhayati Subakat bersama mantan Wakil Menteri Pendidikan, Prof. Fasli Jalal dan Anggota DPR RI, Emma Yohana saat di Padang Panjang (Foto: Zulfikar/Langgam.id)

Langgam.idMinang Diaspora Network Global (MDNG) bekerjasama dengan Wardah Foundation serahkan beasiswa untuk para pelajar berprestasi untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatra Barat (Sumbar).

Penyerahan beasiswa itu dilangsungkan di kediaman Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah di Kota Padang Panjang, Sumbar, Minggu (15/3/2020).

Vice General Treasure MDNG, Mulyeni menyebutkan, para penerima beasiswa merupakan para pelajar pilihan, yang berprestasi dan berakhlak bagus.

“Kita ingin membangun kembali generasi Minangkabau. Mereka yang diberikan beasiswa merupakan para pelajar yang berprestasi, akhlak mereka juga baik,” ujarnya di Padang Panjang, Minggu (15/3/2020).

Selain memberikan beasiswa, menurut Mulyeni, para pelajar tersebut juga didorong untuk mandiri.

“Sudah banyak pelajar binaan yang mandiri. Bahkan ketika kita ingin menambah beasiswa, mereka menolak, karena sudah punya usaha dan bisa mandiri membiayai pendidikan mereka,” ujarnya.

MDGN, kata Mulyeni, tak hanya sekedar menyerahkan beasiswa. Tapi, membangun generasi muda yang tangguh.

Beasiswa MDNG untuk Pelajar di Sumbar

Vice General Treasure MDNG, Mulyeni (Foto: Zulfikar/Langgam.id)

Ia menyebutkan, akhlak itu penting dalam menunjang prestasi. Mereka juga disiapka  untuk jadi pemimpin.

Yeni mencontohkan, salah seorang pelajar yang menerima beasiswa dari MDGN. Namanya Syukur. “Ini anaknya berprestasi, ia berasal dari keluarga miskin, mereka bersaudara hidup dan dibesarkan seorang ibu, ayah mereka pergi dan tak bertanggungjawab,” ujarnya.

Namun, Syukur tidak menyerah dengan keadaan. Pelajar SMA itu juga bekerja di salah satu cafe demi memenuhi biaya pendidikannya.

“Meskipun sudah kita berikan beasiswa, Syukur orangnya sangat gigih. Ia juga bekerja sambilan di salah satu cafe untuk memenuhi biaya pendidikannya. Orang-orang seperti ini yang patut untuk kita bantu dan dorong agar jadi leader,” katanya.

Yeni mengatakan, hingga saat ini MDGN sudah memberikan beasiswa untuk 98 pelajar di Sumbar, yang berada di tujuh kabupaten dan kota.

Program beasiswa yang sudah dimulai sejak 2005 lalu ini ditargetkan bisa disalutkan di 19 kabupaten dan kota.

“Ini sudah kita bangun sejak 2005, saya pribadi dan juga dibantu beberapa orang teman di MDGN serta perantau minang, dananya dari dana pribadi,” ujarnya.

Beasiswa MDNG

Mantan Wakil Menteri Pendidikan, Prof. Fasli Jalal (Foto: Zulfikar/Langgam.id)

Mantan Wakil Menteri Pendidikan, Prof. Fasli Jalal menyebutkan, selain memberikan beasiswa, MDGN juga akan membentuk lembaga bagi penerima beasiswa untuk menjalani sebuah proses. Mereka, katanya akan dibina untuk jadi leader.

“Kita sudah ada rencana, mereka nanti akan diberikan pelatihan juga, itu sedang kita rancang. Program itu untuk membentuk akhlak para pelajar agar lebih kokoh,” ujarnya.

Ia berharap, para perantau Minang yang lain juga bisa bersinergri memberikan beasiswa kepada pelajar yang ada di Sumatra Barat.

“Kalau bersama itu lebih baik, kita sinergikan ini, kita bangkitkan lagi Minangkabau. Orang-orang hebat itu banyak lahir di Ranah Minang, itu akan kita perkokoh lagi,” ujarnya. (Zulfikar)

Baca Juga

Ilustrasi - temperatur saat panas. (Foto: geralt/pixabay.com
Sumbar Dilanda Cuaca Panas, Ini 5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Aman Beraktivitas
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Macet di Sitinjau Lauik ulah truk bermasalah. (Dok. WAG Sitinjau Lauik)
Dua Jam Sitinjau Lauik Lumpuh Ulah Dua Truk Bermasalah, Jalur Padang–Solok Kembali Lancar
Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih