Menolak Tua, Stasiun Pulau Aie Tetap Eksis Setelah 44 Tahun Mati Suri

stasiun pulau aie

Stasiun Pulau Aie. (foto: Irwanda/langgam.id)

Langgam.id – Stasiun Pulau Aie terletak di tengah-tengah permukiman padat penduduk kawasan Kota Lama di Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Stasiun Ini adalah salah satu stasiun kereta api tertua di Sumatra Barat (Sumbar).

Semula, bangunan besar tadi kondisinya sangat menyedihkan karena sudah tidak dipakai lagi sebagai stasiun kereta. Terakhir kali dimanfaatkan untuk melayani perjalanan kereta pada 1977 silam sebelum akhirnya berhenti beroperasi. Bangunan itu pun selama puluhan tahun dibiarkan tak terurus dan menjadi rumah bagi tunawisma.

Tanaman semak tumbuh subur seperti berlomba menutupi area sekitar bangunan yang kusam. Beberapa ruas rel tak lagi tampak bekasnya, ada yang dicuri atau telah diserobot warga untuk dibangun permukiman.

Seperti dikutip dari website indonesia.go.id, Stasiun Pulau Aie adalah bagian dari jaringan kereta api pertama di Pulau Sumatra yang selesai dibangun pada tahun 1891 oleh Sumatra Staatspoorwegen, jawatan kereta api milik pemerintahan Hindia Belanda di Sumatra.

Baca juga: Dibuka Sejak Februari, Penumpang KA di Stasiun Pulau Aie Padang Terus Meningkat

Jalur kereta api ini bermula dari Stasiun Pulau Aie ke Padang Panjang sepanjang 70 kilometer, kemudian berlanjut hingga Kota Bukittinggi sejauh 90 kilometer. Jalur ini resmi dipakai pada 1 Oktober 1892 bersamaan dengan dioperasikannya Pelabuhan Emmahaven, yang sekarang dikenal sebagai Pelabuhan Teluk Bayur.

Kehadiran jaringan kereta api dan pelabuhan samudra tak lepas dari ditemukannya tambang batu bara di Ombilin, Kota Sawahlunto pada 1868 oleh geolog terkemuka Hindia Belanda, Willem Hendrik de Greve. Jalur kereta api kemudian dipakai untuk mengangkut batu bara, hasil perkebunan, dan penumpang menuju Pelabuhan Muaro dan Emmahaven, keduanya di Kota Padang.

Seiring makin beragamnya moda transportasi darat membuat pamor kereta perlahan sirna. Minat masyarakat memakai kereta api makin menurun dan menyebabkan sejumlah stasiun tutup operasi termasuk Stasiun Pulau Aie. Layanan kereta api hanya tersedia pada lintas Padang-Pariaman, yaitu kereta api Sibinuang dan bus rel Lembah Anai.

Diaktifkan Kembali
Kehadiran Bandar Udara Internasional Minangkabau dengan fasilitas kereta bandaranya, Minangkabau Ekspress, menjadi momentum bangkitnya moda transportasi ini. Ini pula yang mendasari dihidupkannya lagi stasiun-stasiun tua seperti Simpang Haru, Duku, dan Stasiun Pulau Aie.

Upaya menghidupkan kembali jalur kereta Stasiun Pulau Aie bukanlah perkara mudah. Pasalnya, sejak berhenti operasi pada 44 tahun silam, praktis lahan stasiun dikuasai warga karena dianggap sebagai tanah tak bertuan. Setidaknya terdapat 238 bangunan berdiri di atas lintasan kereta mati.

Bangunan stasiun lama tetap dipertahankan dan ditambah dengan bangunan baru yang dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya, ruang kepala stasiun, ruang khusus laktasi, musala, toilet, serta peron baru. Stasiun pun dilengkapi lapangan parkir untuk 15 kendaraan mobil dan 40 motor.

Baca juga: 44 Tahun Tak Aktif, Stasiun Pulau Aie Padang Kembali Beroperasi

Menurut Kepala Humas PT KAI Divisi Regional II Sumbar Ujang Rusen Permana, seperti dikutip dari Tempo.co, stasiun ini tak hanya mendukung pelayanan transportasi kereta bandara. Stasiun itu juga menjadi akses tercepat menuju kawasan Kota Lama dan Kampung Cina, obyek wisata heritage Kota Padang.

Selain itu, stasiun ini juga terletak tak jauh dari Pantai Padang dan Pelabuhan Muaro, dengan jarak sekitar 1 km. Pelabuhan Muaro ini adalah pintu masuk menuju Kepulauan Mentawai yang terkenal dengan wisata pantai dan ombak besarnya. (*/Ela)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre