Menko Polkam Geram Ketua Adat di Sumbar Seenaknya Beri Gelar Datuak, Sindir Kasus Teddy Minahasa

Langgam.id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago geram dengan ketua adat di Sumatra Barat (Sumbar), yang seenaknya memberi gelar datuk atau datuak ke pejabat publik. 

Hal ini diungkapkan Djamari di hadapan peserta pendidikan di Sespim Lemdiklat Polri, Senin (9/3/2026). Saat itu, ia memberikan arahan tentang pentingnya kedisiplinan. 

Djamari juga menekankan tidak ada toleransi dalam penegakkan disiplin. Ia pun menyinggung kasus mantan Kapolda Sumbar Teddy Minahasa yang divonis seumur hidup karena kasus peredaran narkoba. 

“Ada orang Padang? Angkat tangan, orang Minang? Coba berdiri. Oke terima kasih,” kata Djamari di hadapan peserta pendidikan di Sespim Lemdiklat Polri. 

Djamari pun bercerita didatangi seorang ketua adat yang menawarkan gelar datuak, usai dirinya dilantik jadi Menko Polkam. 

“Tidak ada angin, tidak ada hujan, tahu-tahu datang begitu. Sebelum-sebelumnya mereka tidak kenal saya, celakanya begitu. Tidak kenal. Begitu jadi Menko Polkam, oh saya jadi orang Minang, baru sekarang toh, sekarang saya bilang?,” kata dia. 

“(Dijawab) saya orang Minang dari dulu, saya pasang nama Chaniago sejak taruna saya pasang. Kenapa baru sekarang orang Minang kenal saya. Saya sindir seperti itu, agak sedikit merahlah (mukanya),” sambung Djamari.  

Tidak sampai di situ, lanjut Djamari, ketua adat tersebut mukanya semakin merah ketika momen dirinya ditawari sebagai datuak di Minangkabau. 

“Di situ saya tersentak. Loh, betapa berharganya seorang datuk itu saya bilang? Oh iya pak, datuk ini begini, begini, macam-macam. Sampai saya katakan, apa untungnya buat saya dan apa untungnya buat orang Minang? Tidak bisa jawab dia,” ungkapnya.  

Djamari lalu geram. Ia pun mengungkapkan kekesalannya kepada ketua adat itu bahwa pernah melakukan salah besar dalam memilih seorang datuak. Padahal gelar datuak merupakan suatu jabatan kehormatan di Minangkabau.  

“Anda tahu enggak bahwa anda pernah salah besar dalam memilih seorang datuk. Kenapa salah? Karena melantik seorang jenderal datuk dan dia adalah biang kerok narkoba. Jadi kamu akan samakan saya dengan narkoba itu? Diam dia,” tuturnya.  

“Justru saya tanya sama anda, gemana ceritanya anda bisa melantik seseorang tanpa mengetahui latar belakang dia, dilantik jadi datuk. Bukankah anda sendiri yang menghancurkan adat itu? Tidak bisa bicara, diam, gelesah, akhirnya dia pamit pulang, silakan. Sampaikan kepada orang Minang, saya tidak bersedia (jadi datuk),” sambungnya.  

Djamari menekankan kalau sesuatu sudah salah dilakukan jangan dimasukan ke tempat yang salah. Ia menegaskan dirinya berbeda kualitas dengan orang yang sempat dijadikan datuk tersebut. 

“Saya berjuang setengah mati demi kepentingan bangsa, tapi dia yang menghancurkan negeri. Berbeda sangat. Saya katakan itu kepada dia,” ucapnya.  

Djamari juga sempat geram saat bertemu dengan dosen dan guru besar ketika di Universitas Andalas (Unand) karena membiarkan pemberian gelar datuak yang seenaknya.  

“Saya katakan semuanya. Jangan  merasa tidak bersalah dengan kejadian kemarin itu (Teddy). Kalian juga salah, kenapa kalian diam saja melihat itu. Nah, saya ingin menggambarkan bahwa sekecil apapun terlibat di masyarakat kita harus peduli,” pungkasnya.

Baca Juga

Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Gubernur Sumbar Audiensi dengan Menko Polkam
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Gubernur Sumbar Audiensi dengan Menko Polkam
BI Nilai Inflasi Sumbar Lebih Terkendali di Tengah Momentum Ramadan dan Idul Fitri
BI Nilai Inflasi Sumbar Lebih Terkendali di Tengah Momentum Ramadan dan Idul Fitri
Salurkan Bantuan Rp6,7 Miliar, Ketua Peradi Ungkap Penanganan Bencana Sumatra Lebihi Bencana Nasional
Salurkan Bantuan Rp6,7 Miliar, Ketua Peradi Ungkap Penanganan Bencana Sumatra Lebihi Bencana Nasional
LAZ Alumni FK UNAND Salurkan Bantuan ke Pelosok Mentawai
LAZ Alumni FK UNAND Salurkan Bantuan ke Pelosok Mentawai
Gubernur Mahyeldi Terima Bantuan Rp1,6 Miliar dari PERADI untuk Pemulihan Fasilitas Umum di Sumbar
Gubernur Mahyeldi Terima Bantuan Rp1,6 Miliar dari PERADI untuk Pemulihan Fasilitas Umum di Sumbar
Meriahkan HUT ke-116, Kegiatan Donor Darah Semen Padang Kumpulkan 369 Kantong
Meriahkan HUT ke-116, Kegiatan Donor Darah Semen Padang Kumpulkan 369 Kantong