Mengupas Filosofi Nama Palala dan Motif Batik di Bus Pendatang Baru Rute Sumbar-Jakarta

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Palala merupakan pendatang baru dalam dunia transportasi darat antar pulau Sumatra-Jawa.

Tampilan PO Palala. [foto: IG @laksanabus]

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Perusahaan otobus Palala merupakan pendatang baru dalam dunia transportasi darat antar pulau Sumatra-Jawa.

Langgam.id - Perusahaan otobus Palala segera beroperasi pasca merilis unit bus barunya Karoseri Laksana Legacy SR2 Single Glass Panorama. Bus ini sebagai pendatang baru dalam dunia transportasi darat antar pulau Sumatra-Jawa.

Perusahaan otobus Palala berada di bawah naungan PT Putra Transindo Mulya. Egi Syafride, seorang anak muda asal Solok dibalik munculnya bus dengan ciri khas berwarna silver itu.

Dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube @Laksanabus, Egi membeberkan arti Palala untuk pemberian nama busnya. Ia mengungkapkan, bahwa kata Palala merupakan bahasa Minang.

"Palala itu lebih ke bahasa daerah, bahasa Sumbar, bahasa Minang. Jadi Palala itu sama dengan kita hobi jalan-jalan, kita hobi berpergian. Kita tidak pernah bisa tenang di zona nyaman kita sendiri," kata Egi saat diwawancarai kru @Laksanabus seperti dilihat langgam.id, Jumat (4/2/2022).

"Nah di sini, kenapa kita usung pakai nama Palala, karena di sini kita ingin mendoktrin bagaimana masyarakat itu bisa memahami. Ini lho PO Palala," sambungnya.

Menurut Egi, kata Palala merupakan kosakata yang cukup gampang diingat dan diucapkan masyarakat. Selain itu, tulisan Palala juga cukup memenuhi dinding bodi bus.

"Terkait font juga ada makna juga. Pada huruf "A" terdapat tanda runcing seperti rumah adat, Rumah Gadang," jelasnya.

Terkait pemilih warna, Egi menyebutkan sengaja mengambil warna silver. Sebab pihaknya ingin tetap unit bus tetap tampil bersih dan elegan walaupun menempuh perjalanan jauh.

"Karena di lapangan unit itu berjalan cukup jauh dan cukup banyak debu dan kotoran yang akan melekat di bus. Tapi ingin mengusung mobil ini tetap bersih dan elegan. Makanya gunakan silver," ujarnya.

Jika dilihat di bagian samping belakang dinding mobil, terdapat paduan warna biru dicampur dengan motif batik. Egi mengatakan, gambar tersebut merupakan hampir sama dengan motif batik silungkang.

"Hampir sama dengan batik. Khas Silungkang. Silungkang bersebelahan dengan Solok, lebih dekatnya ke Solok. Songket Silungkang selama ini cukup melekat di hati masyarakat Sumbar," tuturnya.

Sementara terkait huruf P yang dibalut padi menjadi logo PT Putra Transindo Mulya, Egi mengungkapkan bahwa itu memiliki makna tersendiri. Terdapat dua tujuan dipilihnya gambar logo tersebut.

"Pertama karena Solok digelar dengan sebutan kota beras. Dan kedua kita ingin memiliki konsep seperti ilmu padi. Semakin tinggi semakin merunduk. Karena kita hadir di sini bukan untuk bersaing. Kita hanya memberikan pelayanan untuk masyarakat dan ikut andil di transportasi," kata dia.

Perlu diketahui, interior di dalam kabin bus Palala terkesan sangat mewah. Di bagian sopir dan kru, tampak dasbor bus sangat bagus.

Persis di dekat setir sopir terdapat LCD monitor untuk memantau CCTV di beberapa bagian, di antaranya 2 kamera di ruang kemudi, satu minibar dan di penumpang.

Beranjak di bagian lain, antara ruang kemudi dan penumpang disekat. Menurut YouTuber satu ini, hal ini tentunya membuat sang sopir fokus dalam mengemudi.

Di bagian penumpang, PO Palala memiliki kursi sebanyak 30 seat dengan konfigurasi seat 2+2 yang dilengkapi leg rest hingga fasilitas dispenser.

Kursi penumpang juga termasuk yang terbaik. Bahkan penumpang disediakan selimut atau bed cover sekaligus bantal yang empuk.

Tak hanya itu, di setiap bangku PO Palala memfasilitasi AVOD (Audio Video On Demand), USB charger, serta dua unit televisi di setiap kursi.

Tentunya penumpang dapat menikmati perjalanan dengan menonton atau pun mendengar lagu. Di bagian belakang bus terdapat minibar, smoking area dan toilet.

Baca juga: Segera Jajal Rute Sumbar-Jakarta. Berikut 5 Foto Bus Baru PO Palala

Untuk tahap awal, rute yang akan dilewati bus Palala yakni Payakumbuh menuju Jakarta hingga Karawang.

Harga tiket, perusahaan mematok harga sebesar Rp575 ribu. Untuk sementara waktu, pool Palala berada di Kota Bukittinggi.

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Wajah Gelap Homo Digitalis
Wajah Gelap Homo Digitalis
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Ribuan Komix Herbal untuk Korban Banjir Lahar Dingin dan Longsor Sumbar
Nofel Nofiadri
Galodo Soko dalam Kontestasi Kepala Daerah
Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra,Andre Rosiade mengucapkan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran
Anggap sebagai Kampung Halaman, Prabowo Berkomitmen Bangun Sumbar