Mengubah Gaya Hidup Melalui 'Bank Sampah'

Mengubah Gaya Hidup Melalui 'Bank Sampah'

Foto: Pixabay

Persoalan sampah selalu menjadi topik yang tidak pernah habis dibahas dan semua negara menghadapinya, terutama di Indonesia. Di Indonesia persoalan sampah yang ada saat ini tidak hanya menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan, tapi menjadi persoalan serius yang berdampak pada perekonomian daerah terutama pada musim penghujan.

Banyaknya tumpukan sampah yang terdapat di sungai dan saluran air mengakibatkan terjadinya penyumbatan di sungai atau saluran air sehingga mengakibatkan terjadinya genangan yang berujung dapat terjadinya banjir.

Jika hal ini terjadi di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, maka tidak dapat dipungkiri akan sering terjadinya banjir di daerah tersebut. Salah satu dampak dari banjir tersebutterendamnya sawah yang mengkibatkan panen/produksi pertanian terganggu.

Di samping itu jalur transportasi terputus yang berakibat pada terhambatnya distribusi bahan makanan, yang pada akhirnya menyebabkan membusuknya bahan makanan tersebut sebelum sampai ditujuan. Timbulnya biaya tambahan karena harus mencari jalan alternatif untuk distribusi yang lebih cepat. Produksi pabrik juga dihentikan sementara karena mesin produksi terendam air atau listrik dipadamkan sehingga mesin produksi tidak dapat dijalankan.

Bank Sampah merupakan sebuah konsep pengumpulan sampah kering kemudian dipilah. Selanjutnya memiliki manajemen layaknya seperti proses kegiatan di perbankan tapi yang ditabung bukanlah uang melainkan sampah.

Warga yang menabung sampah disebut nasabah dan memiliki buku tabungan serta dapat meminjam uang pada bank sampah yang nantinya pengembalian pinjaman dilakukan dengan sampah seharga uang yang dipinjam tersebut.

Sampah yang dibawa nasabah dilakukan penimbangan oleh petugas dan di catat di buku rekening kemudian dihargai dengan sejumlah uang yang dimasukankan ke rekening nasabah, nantinya bank sampah akan menjual sampah tersebut ke pabrik yang sudah melakukan kerjasama dengan bank sampah tersebut.

Sedangkan plastik kemasan bisa dibeli oleh Kader Bank Sampah atau komunitas pengolah sampah yang berasal dari ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang kembali menjadi barang-barang kerajinan atau barang lainnya yang bernilai jual ekonomi.

Adapun tujuan dibentuknya bank sampah adalah bagian dari sebuah strategi untuk membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan potensi sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Pengelolaan bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, tapi menjadikan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Bank sampah juga dapat menjadi solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Harapannya dengan pola seperti ini mengajarkan masyatakat tidak hanya disiplin dalam mengelola sampah tapi juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kelola dan kumpulkan.

Bank sampah dapat dijadikan salah satu solusi alternatif dalam memecahkan persoalan sampah guna mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi masyarakat sekitar serta ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan. Sekecil apapun tindakana yang dilakukan pada akhirnya akan memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan bumi itu sendiri.

*Dosen Fateta Unand dan Pemerhati Lingkungan

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Tim gabungan mengamankan 10 orang pelaku yang kedapatan membuang sampah sembarangan di sepanjang jalur By Pass di Kecamatan Kuranji, Kota Padang
Buang Sampah Sembarangan di Jalur By Pass Kuranji, 10 Orang Diamankan Tim Gabungan
Meski sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu, namun saat ini kondisi Kota Padang kembali diselimuti kabut tebal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebu
Kabut Asap Kembali Selimuti Padang, Warga Diingatkan Tak Bakar Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang (DLH) Mairizon mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 670 titik TPS (tempat pembuangan sampah) liar di Kota Padang.
DLH: Terdapat 670 Titik Tempat Pembuangan Sampah Liar di Padang
Diserahkan PUPR, Padang Panjang Kini Bisa Olah Sampah Sendiri
Diserahkan PUPR, Padang Panjang Kini Bisa Olah Sampah Sendiri
Sebelum Darurat Sampah
Sebelum Darurat Sampah
Beberapa waktu lalu, sejumlah kawasan di Kota Padang digenangi banjir akibat hujan lebat yang mengguyur ibukota Sumbar ini. Sebelumnya, Dinas
Bersihkan Drainase di Padang, Dinas PUPR Temukan Sampah Lemari hingga Coran Beton