Melihat Cara Membuat Lamang yang Terkenal di Sumbar

Langgam.id – Ranah Minang tidak hanya tersohor akan keindahan alamnya, namun juga terkenal dengan beragam keunikan tradisi, salah satunya Malamang.

Tradisi Malamang, biasanya dilaksanakan pada hari- hari besar seperti, masuk bulan suci Ramadhan dan lebaran. Selain itu, Malamang juga dilaksanakan sebelum resepsi pernikahan dan kegiatan lainnya.

Membuat Lamang, terdapat sejumlah bahan yang harus dipersiapkan seperti, bambu, santan kelapa, daun pisang, beras ketan dan garam.

Setelah meracik bumbu, bahan Lamang seperti santan dan beras ketan dimasukin kedalam bambu yang sudah dipotong sepanjang setengah meter.

Bambu yang sudah diisi beras ketan dan santan dilanjutkan proses selanjutnya untuk dibakar.

Proses pembakaran menggunakan dengan cara unik, dimana Lamang diposisikan berdiri, sementara api nya tidak boleh besar, sehingga Lamang bisa masak merata pada bagian dalamnya.

Setelah proses pembakaran lamang selesai dengan durasi kurang lebih lima jam maka Lamang baru matang dan bisa dinikmati secara bersama.

Warga Jorong Situmbuak, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Agam, Rosda mengatakan, Malamang tradisi orang Minang yang dilaksanakan pada hari sebelum pernikahan. “Iyo, Iko tradisi kito,” kata Rosda pada saat proses pembakaran lamang, Sabtu (1/2/2021).

Baca Juga

Ilustrasi - temperatur saat panas. (Foto: geralt/pixabay.com
Sumbar Dilanda Cuaca Panas, Ini 5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Aman Beraktivitas
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BMKG mencatat kenaikan suhu karena berkurangnya awan di langit Kota Padang.
Panas! Suhu di Sumbar Tembus 33 Derajat Celsius, BMKG Ingatkan Bahaya Paparan Sinar UV
Macet di Sitinjau Lauik ulah truk bermasalah. (Dok. WAG Sitinjau Lauik)
Dua Jam Sitinjau Lauik Lumpuh Ulah Dua Truk Bermasalah, Jalur Padang–Solok Kembali Lancar
Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih