Langgam.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Agam memperketat pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), usai menu MBG ditemukan bakteri bacillus cereus.
Bakteri yang ditemukan di tahu dan cabai ini, diduga jadi penyebab keracunan 334 penerima manfaat MBG di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Hendri Rusdian mengatakan, temuan bakteri itu menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program MBG.
“Kami akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap seluruh dapur SPPG di Kabupaten Agam,” katanya kepada Langgam.id, Jumat (11/9/2026).
“Higiene dan sanitasi dapur harus benar-benar diperhatikan, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan sampai makanan didistribusikan,” sambung Hendri.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah evaluasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Hasil pemeriksaan BPOM Payakumbuh menemukan bacillus cereus pada sampel tahu dan cabai. Temuan ini akan menjadi bagian dari evaluasi dan pengawasan kami terhadap dapur SPPG,” ungkapnya.
Sebelumnya, 334 penerima manfaat MBG di Kecamatan Palupuh tersebut mengalami gejala mual, muntah, diare dan demam. (WAN)




