Mayat di Pesisir Selatan, Kepala dan Badan Terpisah di Aliran Sungai

Tambang Solok Selatan

Ilustrasi (pixabay.com)

Langgam.id – Sesosok mayat pria ditemukan di aliran Sungai Pulai, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (9/11/2019). Mirisnya, tubuh korban yang diketahui bernama Supriadi (37) itu ditemukan terpisah.

Menurut Kapolsek Silaut Iptu Ramadi, korban diduga meninggal karena dimakan hewan buas. Potongan tubuh korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan pertama.

“Menurut keterangan saksi, korban pergi dari rumah sejak Selasa 26 November 2019 sekitar pukul 14.30 WIB. Ketika itu korban hendak mancing sendiri menuju Sungai dekat Kebun,” ujar Ramadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/11/2019).

Namun sampai pukul 20.00 WIB malam, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Selanjutnya saksi bersama karyawan kebun mencoba mencari korban menyusuri sungai.

Namun, pencarian tidak membuahkan hasil. Pencarian kembali dilakukan esok harinya.
Sekitar 06.30 WIB, seorang warga bernama Ahmad Surandi menemukan pancing, sendal dan rokok milik korban.

Barang milik korban itu ditemukan di pinggir sungai Blok E kebun PT. SJAL 1. Pada saat itu ia melaporkannya pada Kepolisian, Babhinsa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kemudian dibentuk tim gabungan. Setelah itu pencarian terus dilanjutkan tim gabungan dengan menyusuri sungai pada Kamis 28 November 2019, di bawah pimpinan Basarnas, Endra.

Pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat 29 November 2019. Pada pukul 10.30 WIB, tim menemukan potongan tubuh korban mulai dari pinggul sampai kaki.

“Tak berapa jauh dari penemuan pertama, tim kmebali menemukan potongan kepala korban pada tumpukan eceng gondok dalam sungai, mulai dari dada sampai kepala. Selanjutnya potongan tubuh itu dibawa ke Puskesmas Tanjung Makmur Silaut untuk divisum,” jelasnya.

Menurut pemeriksaan Luar dokter puskesmas, korban diduga meninggal karena terkaman binatang buas karena ada bekas gigitan yang masih terlihat di bagian tubuh korban.

“Keluarga korban menerima meninggal korban murni karna binatang buas dan tidak bersedia untuk di lakukan visum atau otopsi lanjut,” tutupnya. (*/Irwanda/ICA)

Baca Juga

Basarnas Temukan 2 Nelayan yang Sempat Terombang-ambing di Perairan Pesisir Selatan
Basarnas Temukan 2 Nelayan yang Sempat Terombang-ambing di Perairan Pesisir Selatan
Kapal Rusak Mesin di Perairan Pesisir Selatan, 2 Nelayan Dilaporkan Terombang-ambing
Kapal Rusak Mesin di Perairan Pesisir Selatan, 2 Nelayan Dilaporkan Terombang-ambing
Wagub Vasko Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029
Wagub Vasko Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029
Dinas Kehutanan: 23 Karhutla Selama Januari hingga September 2026 di Sumbar
Dinas Kehutanan: 23 Karhutla Selama Januari hingga September 2026 di Sumbar
Korban Terseret Ombak di Pesisir Selatan Ditemukan Meninggal
Korban Terseret Ombak di Pesisir Selatan Ditemukan Meninggal
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Keluarga Minta Diusut Tuntas, Punggung Guru yang Meninggal di Mes Polisi Pesisir Selatan Memerah