Masjid Tuo Ampang Gadang, Dibangun Sejak 1834 Kini Terabaikan

Masjid Tuo Ampang Gadang, Dibangun Sejak 1834 Kini Terabaikan

Kondisi Masjid Tuo Ampang Gadang di Limapuluh Kota. (Foto: Dok. DPRD Sumbar)

Langgam.id – Kondisi Masjid Tuo Ampang Gadang di Nagari Tujuah Koto Talago, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat sangat mengenaskan. Masjid bernilai sejarah itu sudah mengalami rusak berat, butuh perhatian banyak pihak baik dari pemerintah kabupaten Limapuluh Kota dan Provinsi Sumatra Barat serta pemerintahan nasional.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Supardi saat meninjau secara langsung kondisi masjid tertua Ampang Gadang Nagari Tujuah Koto, Kamis, 12 Oktober 2023, lalu mengatakan perlunya keseriusan semua pihak untuk menyelamatkan situs sejarah itu.

Ketua DPRD Sumbar juga menambahkan masjid Tuo Ampang Gadang ini merupakan masjid tertua yang berdiri mulai dibangun pada tahun 1834 sudah berusia 2 abad.

“Menurut laporan masyakat masjid ini hingga tahun 2016 masih dapat dipergunakan dalam kegiatan pendidikan keagamaan, belajar baca Al Qur’an dan tempat peribadatan sholat berjemaah serta juga acara-acara pernikahan,” ujar Supardi, dikutip, Jumat (13/10/2023).

Supardi menyebutkan, masjid tuo Ampang Gadang ini merupakan aset budaya bukti sejarah perkembangan Islam di Sumatera Barat sejak abat Agama Islam pertama kali memasuki Sumatera Barat melalui jalur timur pada abad ke-7 Masehi.

“Perkembangan agama Islam melalui jalur timur semakin pesat pada abad ke-13 Masehi, ketika kerajaan Islam Samudra Pasai muncul sebagai kekuatan baru dalam wilayah perdagangan Selat Malaka. Samudra Pasai bahkan telah menguasai sebagian wilayah penghasil lada dan emas di Minangkabau Timur, terutama di kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya”, ungkapnya.

Ia menekankan, keberadaan masjid tua Ampang Gadang sebagai salah satu masjid yang cukup besar dizamannya ini tentunya akan daya tarik banyak orang untuk menelusuri sejarah perkembangan Islam di Sumatera Barat yang berfilosofikan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Kita bersama mesti berupaya untuk melestarikan keradaan masjid Tuo Ampang Gadang ini sebaik mungkin, sehingga masyarakat dapat kembali memanfaatkan kegiatan keagamaan sebagaimananya,” harapnya.

Walinagari Tujuah Koto, Yon Hendri, juga dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat permohonan kepada Bupati untuk menurunkan tim penelitian cagar budaya yang kemudian bermuara Bupati menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan masjid Tuo Ampang Gadang sebagai Cagar Budaya Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kita telah bersurat kepada Pak Bupati sudah 1 bulan yang lalu, namun hingga saat ini belum ada jawaban maupun tindakkan konkrit akan terbitnya SK Bupati tersebut. Pada hal Masjid Ampang Gadang tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 63/BCB-TB/A/10/2009”, ujarnya.

Yon Hendri juga katakan, jika saja sudah ada SK Bupati akan penetapan Masjid Tuo Ampang Gadang sebagai cagar budaya, tentunya akan memudahkan berbagai pihak, baik provinsi maupun Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk membantu melakukan pembangunan renovasi sebagai situs cagar budaya yang bersejarah sebagaimana mestinya. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melakukan pertemuan dengan Direktur BUMD, BLUD, dan BMD Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri
Bupati Dharmasraya Kunjungi Kemendagri, Tindak Lanjuti Dokumen Perencanaan Pendirian BUMD
Yayasan Pendidikan Gempita Sumatra Barat melakukan perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang
Penuhi Hak Warga Binaan, Yayasan Pendidikan Gempita Teken MoU dengan Lapas Kelas II A Padang
Wako Padang Komit Dukung Kerjasama Pendidikan dan Pertukaran Pelajar Internasional
Wako Padang Komit Dukung Kerjasama Pendidikan dan Pertukaran Pelajar Internasional
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Bupati Tanah Datar, Eka Putra menerima secara simbolis 28 unit hunian sementara (huntara) Danantara dari Project Manager PT Nindya Karya
Terima 28 Unit Huntara di Guguak Malalo, Bupati Tanah Datar: Sangat Bagus, Ada Perabotannya
SPH dan RS Pelni Gelar In House Training Business Process Improvement
SPH dan RS Pelni Gelar In House Training Business Process Improvement