Mahasiswi dari Bandung Menangi Kompetisi Logo Minang Saiyo Sydney 2024

Kompetisi Logo Minang Saiyo Sydney (MSS) 2024 dimenangkan oleh Jihan Tamara. Ia merupakan mahasiswi tahun ketiga program studi Desain

Logo baru Minang Saiyo Sydney (MSS). [foto: Ist]

Langgam.id – Kompetisi Logo Minang Saiyo Sydney (MSS) 2024 dimenangkan oleh Jihan Tamara. Ia merupakan mahasiswi tahun ketiga program studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung.

Desain Jihan yang menggabungkan atap Opera House Sydney berwarna kuning-keemasan dan atap Rumah Gadang merah marun menyisihkan empat logo finalis lainnya.

Logo pemenang ini ditetapkan menjadi logo baru MSS pada Rapat Umum Anggota (RUA) MSS pada Sabtu (28/9/2024) lalu.

Logo rancangan Jihan mendapatkan suara terbanyak di instagram dan di kalangan Financial Member MSS dengan total perolehan suara 41 persen. Pemenang kompetisi mendapatkan sertifikat beserta hadiah 750 dolar Australia, atau mendekati Rp8 juta menurut kurs saat ini.

Panitia kompetisi menerima 54 desain logo dari peserta kompetisi yang berdomisili di Sydney (Australia) dan berbagai kota di 14 propinsi di Indonesia. 

Dalam proses kreatifnya, Jihan mempelajari latar belakang dan profil organisasi MSS. Lalu menggunakan pendekatan “design thinking”, yang terdiri dari lima tahap: “empathize”, “define”, “ideate”, “prototype”, dan “test”. Jihan memikirkan desain yang cocok untuk semua kalangan usia dan mudah dipahami.

Kemudian dia merumuskan masalah utama, yaitu bagaimana menyatukan dua budaya berbeda menjadi satu kesatuan yang harmonis. Setelah itu, dia menciptakan beberapa prototipe desain yang berbeda dan terus melakukan perubahan hingga menemukan yang paling tepat.

Setelah desain selesai, Jihan meminta masukan dari beberapa desainer dan orang-orang dari beragam usia, termasuk komunitas Minang. Setelah mendapatkan umpan balik positif, dia memutuskan desain final logo MSS untuk didaftarkan ke kompetisi.

“Logo baru ini sesuai sekali dengan tema ‘tampilan baru, semangat baru’ yang diusung kompetisi ini. Atas nama organisasi, saya berterima kasih sekali pada Jihan atas kreatifitas desainnya,” kata Ketua Minang Saiyo Sydney (MSS), Zulfan Tadjoeddin.

“Jika suatu saat nanti Jihan berkesempatan untuk berkunjung ke Sydney, dengan senang hati akan kami jamu,” tambahnya Zulfan. 

Bendahara MSS, Lookie Budiman mengatakan, desain tersebut menangkap dengan sangat baik esensi warisan budaya trandisional dan representasi dunia moderen.

Sementara itu, Rifan Safron yang telah bermukim lebih dari empat dekade di Australia mengungkapkan bahwa desain logo baru MSS tersebut indah dan sederhana, tapi mempunyai makna yang luas.

Kekuatan logo baru yang bersumber dari kombinasi dua struktur ikonik Sydney dan Minangkabau dengan warna-warna terpilih ini diamini oleh tokoh-tokoh senior MSS seperti A Rasyid Noor, Armanda Ardanis, dan Ikhsan Zakir. 

Desainer logo baru MSS, Jihan Tamara, diketahui terlahir dari seorang ibu yang berasal dari Bukittinggi-Payakumbuh. Walaupun lahir dan besar di Bandung, dia memiliki eksposur yang cukup kuat terhadap budaya Minang.

Jihan bisa berbicara dalam bahasa Minang dan juga mampu memasak hidangan khas Minang, seperti rendang. Selain itu, ia mempelajari banyak aspek budaya Minang dan sering mengunjungi Bukittinggi, yang semakin memperdalam pemahamannya tentang warisan budaya Minang.

Jihan mengakui bahwa ada keterbatasan dia dalam berbahasa Minang. Dia memperkirakan bahwa dalam hal mendengar dan memahami, dia mampu mengerti sekitar 90 persen bahasa Minang. Namun, dalam berbicara, kemampuannya hanya sekitar 60 persen karena lebih sering berkomunikasi dalam bahasa Sunda. 

“Pengalaman mengikuti kompetisi Logo MSS sangat berharga bagi saya. Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai Sydney dan rumah gadang melalui berbagai artikel yang saya baca tentang dua budaya ini,” ujarnya.

“Saya berharap logo MSS yang baru dapat membawa dampak positif bagi komunitas dan semoga komunitas MSS dapat terus berkembang dan berjaya ke depannya,” sambung Jihan. (*/yki)

Baca Juga

Material kayu terbawa arus banjir bandang di Lubuk Minturn Kota Padang, Kamis (27/11/2025). BNPB
Tanggap Darurat, Pemko Padang Kucurkan Rp2,8 Miliar Dana Tak Terduga
Dharmasraya kembali mencatat prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Hingga 16 November 2025, realisasi belanja APBD
Ranking 14 Nasional, Dharmasraya Tertinggi Serapan Anggaran di Sumbar
Bupati Tanah Datar, Eka Putra kembali meninjau kondisi pasca galodo atau banjir bandang di Kecamatan Batipuh Selatan, Sabtu (29/11/2025).
Potensi Bencana Masih Tinggi, Bupati Tanah Datar Kembali Ingatkan Warga untuk Dievakuasi
Dirut PT Semen Padang Serahkan Bantuan Rp210 Juta untuk Penanganan Bencana Sumbar
Dirut PT Semen Padang Serahkan Bantuan Rp210 Juta untuk Penanganan Bencana Sumbar
Proses evakuasi korban banjir bandang atau galodo di Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (27/11/2025. BPBD
Sumbar Catat 90 Korban Meninggal, BNPB Percepat Operasi Darurat di Tiga Provinsi
KAI Sumbar Kembali Salurkan Bantuan Bencana Alam Tahap 2
KAI Sumbar Kembali Salurkan Bantuan Bencana Alam Tahap 2