Mahasiswa Biomedis dan Farmasi Unand Buktikan Daun Sungkai jadi Obat Kanker Payudara

Mahasiswa Biomedis dan Farmasi Unand Buktikan Daun Sungkai jadi Obat Kanker Payudara

Mahasiswa Unand melakukan riset daun sungkai untuk obat kanker payudara. (Foto: ist)

Langgam.id - Kolaborasi antara mahasiswa dari Prodi S1 Biomedis Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand) di Padang, Sumatera Barat, melalui PKM-RE membuktikan potensi ekstrak daun sungkai memiliki sumber bahan aktif dalam menurunkan proliferasi kanker payudara, sehingga berpotensi kedepannya sebagai antikanker.

Riset ini didampingi oleh Dr. Dessy Arisanty, S.Si, M.Sc sebagai dosen Fakultas kedokteran dan tim yang terdiri dari Fany Sari Putri (Ilmu Biomedis 2020), Nadilla Hafani Putri (Ilmu Biomedis 2020), Nabila Andari Syafitri (Farmasi 2020), dan Muthia Rasyida (Ilmu Biomedis 2021).

PKM merupakan ajang ilmiah tahunan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan di bawah Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Program ini bertujuan sebagai ranah bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan kreativitas mahasiswa melalui riset ilmiah yang melahirkan karya tulis. Kegiatan ini didukung dengan kajian ilmiah, dan juga dapat menyampaikan sebuah ide dan inovasi.

Pada tahun ini terdapat 10 kategori PKM yang diselenggarakan, salah satunya yaitu PKM-RE (Riset eksakta) yang memuat gagasan kreatif berdasarkan konsep keilmuan, teori dan paradigma keilmuan untuk membuktikan kebenaran ilmiah dengan proses penelitian yang sesuai dengan bidang masing-masing.

Di Universitas Andalas, langkah awal dalam pelaksanaan PKM adalah merancang proposal yang dilakukan oleh mahasiswa secara bertim. Kemudian proposal tersebut akan direview pada tingkat fakultas dan universitas.

Setelah melewati proses review, setiap tim diberi kesempatan untuk menyempurnakan proposal mereka kembali sebelum diinput ke Simbelmawa, situs web yang digunakan untuk mengajukan proposal kepada Dikti guna mendapatkan dana untuk pelaksanaan PKM.

Selanjutnya, Dikti akan melakukan evaluasi terhadap setiap proposal yang diajukan untuk menentukan proposal yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pendanaan. Perlu diketahui bahwasannya tidak semua proposal yang mendapatkan pendanaan sesuai dengan lampiran pada proposal mereka.

Hanya beberapa proposal saja yang mendapatkan persetujuan sebagian dari Dikti, sementara yang lain menerima dana penuh sejalan dengan isi proposal yang telah disiapkan.
Tentunya, semua ini telah melewati evaluasi mendalam serta seleksi ketat yang dilakukan oleh Dikti.

Setelah mendapatkan pendanaan, setiap tim wajib menjalankan proyek PKM sesuai dengan bidang yang mereka pilih. Selanjutnya, mereka diwajibkan menyusun laporan kegiatan yang akan dinilai oleh tim penilai nasional. Keputusan penilaian ini akan menentukan tim tersebut memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap puncak, yaitu PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

Pada ajang PIMNAS, Dikti akan memberikan beragam penghargaan kepada tim-tim yang paling unggul pada kategori yang telah ditetapkan.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didukung oleh Kemenristekdikti, Tim PKM-RE dengan judul riset ‘’Analisis potensi daun sungkai terhadap molekuler apoptosis dan pewarnaan imunofluoresen berbasis deteksi dna pada sel kanker payudara’’ di mana tahun ini mendapatkan pendanaan untuk melakukan sebuah riset terkait proposal yang sudah diseleksi.

Tim ini terdiri dari empat orang mahasiswa dan seorang dosen pembimbing. Tim ini fokus pada sebuah riset untuk membuktikan sebuah senyawa tanaman daun sungkai sebagai solusi pengobatan alternatif kanker payudara dengan dibuktikan pendekatan molekuler yang tidak hanya sangat efektif, tetapi juga bebas dari efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Saat ini belum ada riset yang melakukan uji pengaruh ekstrak daun sungkai terhadap studi pendekatan molekuler. oleh karena itu tim riset ini mengangkat sebuah topik tersebut
Riset yang dikerjakan oleh tim ini bersumber dari informasi epidemiologi yang menunjukkan bahwa kanker payudara merupakan penyebab utama kematian perempuan di seluruh dunia.

Menurut WHO (2020), kanker payudara menempati urutan pertama kasus baru terbanyak dan urutan kedua kasus kematian tertinggi setelah kanker paru-paru.

Menurut Fany Ketua tim, pengobatan saat ini, seperti kemoterapi, radioterapi, bahkan terapi bedah masih memiliki efek samping karena tidak hanya membunuh sel kanker tetapi juga membunuh sel normal.

"Sehingga diperlukannya alternatif lain, yakni dengan mengeksplorasi bahan alam yang berpotensi sebagai obat antikanker dan meminimalkan efek samping. Salah satu bahan alam yang berpotensi adalah tanaman sungkai," katanya, Rabu (18/10/2023).

Tanaman sungkai merupakan tanaman obat yang tersebar di daerah Sumatra Barat. Daun sungkai sudah lama digunakan sebagai pengobatan herbal karena mengandung senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan. Pada daun tanaman sungkai memiliki kandungan senyawa metabolit sebagai antikanker.

Kandungan dalam senyawa tersebut dapat menginduksi kematian sel melalui apoptosis (kematian sel terprogram) pada kanker payudara. saat ini belum ada riset yang melakukan uji pengaruh ekstrak daun sungkai terhadap studi pendekatan molekuler.

Oleh karena itu tim riset ini mengangkat sebuah topik tersebut. Hasil dari riset ini mengambarkan bahwa ekstrak daun sungkai memiliki potensi antikanker yang dibuktikan dengan penurunan viabilitas sel kanker payudara (menurunkan jumlah sel kanker yang hidup) sehingga senyawa ini memiliki sifat sitotoksik yang tinggi.

Selain itu dengan menggunakan uji molekuler, hasil riset membuktikan ekstrak daun sungkai dapat memicu apoptosis (kematian sel) kanker payudara.

Riset ini adalah langkah yang bagus dalam membuktikan bahwa daun sungkai dapat dijadikan sumber untuk bahan aktif dalam pengobatan kanker payudara.

"Selain itu, riset ini dapat menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat dan dapat menjadi referensi baru dalam melaukan riset lainnya mengenai kanker. Sebagai mahasiswa, kita dapat memiliki dampak besar pada dunia ini," ungkapnya.

Ia berharap penelitian ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan IPTEK terutama dibidang medis. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Menyorot Fenomena Korean Wave di Indonesia
Menyorot Fenomena Korean Wave di Indonesia
Kecelakaan Tunggal di Malalak, Kapolda Sumbar Minta Sopir Bus ALS Serahkan Diri
Kecelakaan Tunggal di Malalak, Kapolda Sumbar Minta Sopir Bus ALS Serahkan Diri
Halal Bihalal Bersama Anak Panti Asuhan, Ketua LK2S Ny. Genny Apresiasi DWP Dinsos Padang
Halal Bihalal Bersama Anak Panti Asuhan, Ketua LK2S Ny. Genny Apresiasi DWP Dinsos Padang
Jabatan Gusti Chandra sebagai Direktur Kredit dan Syariah merangkap tugas Pjs Direktur Utama (Dirut) dan seluruh Direksi Bank Nagari,
Bank Nagari Klaim Selama Libur Lebaran Layanan Perbankan Berjalan Baik dan Lancar
Amazing Grace Production dan Yayasan Rumah Film Indonesia (YARFI) bekerja sama dengan BNN RI sedang mempromosikan film baru
Film Start Up Never Give Up Segera Tayang di Bioskop, Ricky Yanuarfi: Mantan Pecandu Berpeluang Sukses
Inspeksi Pascalebaran, Bupati Dharmasraya Temukan Kendaraan Dinas Tak Layak Jalan
Inspeksi Pascalebaran, Bupati Dharmasraya Temukan Kendaraan Dinas Tak Layak Jalan