Langgam.id — LAZ Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) meluncurkan Program Pemberdayaan UMKM Terdampak Bencana di Kota Padang. Melalui program perdana tersebut, lembaga itu menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp40.575.000 kepada lima pelaku UMKM yang terdampak bencana.
Peluncuran program mengusung tema “Sinergi Zakat Produktif: Mewujudkan UMKM Tangguh dan Berkelanjutan” dan dihadiri Ketua Ikatan Alumni FK UNAND Yevri Zulfiqar, Ketua LAZ Alumni FK UNAND Muhammad Riendra, pengurus LAZ Alumni FK UNAND, serta para penerima manfaat.
Ketua LAZ Alumni FK UNAND, Muhammad Riendra mengatakan, program tersebut merupakan langkah awal lembaganya dalam mengoptimalkan dana zakat agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ini merupakan program pemberdayaan perdana LAZ Alumni FK UNAND. Kami ingin zakat produktif benar-benar memberikan dampak jangka panjang, khususnya bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana agar dapat kembali bangkit dan mengembangkan usahanya,” ujar Muhammad Riendra, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, seluruh penerima bantuan telah melalui proses survei dan asesmen untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Selain memberikan modal usaha, kata dia, LAZ Alumni FK UNAND juga akan melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan pengelolaan keuangan usaha, penguatan mental kewirausahaan (growth mindset), strategi pemasaran, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala.
“Harapannya, bantuan ini tidak berhenti pada penyaluran modal, tetapi mampu melahirkan UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni FK UNAND, Yevri Zulfiqar, mengapresiasi lahirnya program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, pengelolaan zakat secara produktif menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat dana zakat bagi masyarakat.
Ia berharap sinergi antara alumni, muzakki, donatur, dan masyarakat terus diperkuat sehingga semakin banyak program pemberdayaan yang dapat diwujudkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Salah seorang penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan modal usaha yang diterimanya. Bantuan tersebut dinilai menjadi semangat baru untuk mengembangkan usaha sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarga setelah terdampak bencana.
Melalui program ini, LAZ Alumni FK UNAND berharap zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan pelaku UMKM yang tangguh dan berdaya saing, sekaligus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (HER)






