Lulusan Sarjana Dominasi Angka Pengangguran Sumbar, Capai 11,55 Persen

Langgam.id – Lulusan perguruan tinggi justru mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Sumatera Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPT penduduk berpendidikan Diploma IV, S1, S2 dan S3 mencapai 11,55 persen pada Mei 2026.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya. Bahkan, TPT lulusan sarjana atau dari perguruan tinggi meningkat cukup tajam dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 8,48 persen.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat Nurul Hasanudin mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran menarik dari perkembangan ketenagakerjaan Sumbar pada Mei 2026.

“Pada Mei 2026, TPT tertinggi adalah penduduk dengan pendidikan Diploma IV, S1, S2 dan S3, yaitu sebesar 11,55 persen,” kata Nurul dalam publikasi resmi, dikutip Senin (10/8/2026).

Sementara itu, TPT lulusan Diploma I/II/III tercatat 9,74 persen. Berikutnya lulusan SMA sebesar 6,61 persen, SMK 5,86 persen, SMP 4,68 persen, dan SD ke bawah hanya 1,87 persen.

Dengan demikian, tingkat pengangguran pada kelompok lulusan perguruan tinggi masih jauh lebih tinggi dibandingkan penduduk dengan pendidikan SD ke bawah.

Secara keseluruhan, TPT Sumatera Barat pada Mei 2026 tercatat 5,53 persen. Angka tersebut naik tipis 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,51 persen.

BPS mencatat jumlah pengangguran di Sumbar pada Mei 2026 mencapai 177,13 ribu orang. Sementara jumlah angkatan kerja sebanyak 3,20 juta orang.

Dari jumlah angkatan kerja tersebut, sebanyak 3,03 juta orang merupakan penduduk yang bekerja. Jumlah penduduk bekerja turun 36,20 ribu orang dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 3,06 juta orang.

Nurul menjelaskan, tingginya TPT pada kelompok pendidikan tinggi menunjukkan adanya tantangan tersendiri dalam penyerapan tenaga kerja berpendidikan tinggi.

Berdasarkan data BPS, distribusi pengangguran menurut pendidikan juga menunjukkan lulusan Diploma IV, S1, S2 dan S3 memiliki porsi terbesar, yakni 28,38 persen dari total pengangguran di Sumbar pada Mei 2026.

Di sisi lain, penduduk bekerja di Sumbar masih didominasi sektor informal. Sebanyak 1,93 juta orang atau 63,80 persen penduduk bekerja berada di sektor informal, sedangkan sektor formal menyerap 1,10 juta orang atau 36,20 persen.

Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 33,46 persen. Kemudian perdagangan besar dan eceran sebesar 16,62 persen serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,18 persen.

Sementara dari sisi pendidikan, penduduk bekerja di Sumbar pada Mei 2026 paling banyak merupakan lulusan SD ke bawah, yakni 31,32 persen. Lulusan SMA sebesar 22,46 persen dan SMP 17,79 persen.

Adapun penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma IV, S1, S2 dan S3 hanya 12,72 persen.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam mempertemukan kualifikasi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja di Sumatera Barat. Tingginya TPT lulusan perguruan tinggi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja terdidik. (HER)

Baca Juga

Pendaftaran Ditutup: 9 Kontingen Ambil Bagian di Porprov Sumbar 2026
Pendaftaran Ditutup: 9 Kontingen Ambil Bagian di Porprov Sumbar 2026
3 Titik Longsor Terjadi di Agam Akibat Curah Hujan Tinggi
3 Titik Longsor Terjadi di Agam Akibat Curah Hujan Tinggi
Porprov Sumbar 2026 akan dihelat dari tanggal 2-14 Oktober 2026.
Pendaftaran Kontingen Porprov Sumbar Masih Dibuka hingga Malam Ini
Cerita Pengungsi Galodo Solok Bertemu Gibran: Biasanya Lihat di HP, Kini Bisa Salaman
Cerita Pengungsi Galodo Solok Bertemu Gibran: Biasanya Lihat di HP, Kini Bisa Salaman
Sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar) berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat selama tiga hari ke depan, Sabtu-Senin
Sumbar Diprediksi Masuk Puncak Hujan November-Desember
BPS mencapat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatra Barat (Sumbar) melalui pintu masuk BIM adalah sebanyak 6.611 kunjungan.
Wacana BIM Jadi Bandara Syekh Burhanuddin, Pemkab Padang Pariaman: Bukan Wewenang Kami