Lahan yang Dihibahkan ke Lantamal II di Teluk Bayur Bakal Dibangun Shelter

Lahan yang Dihibahkan ke Lantamal II di Teluk Bayur Bakal Dibangun Shelter

Lantamal Padang. [dok. TNI]

Langgam.id – Lantamal II TNI AL Padang akan menggunakan lahan hibah di Bukit Peti-peti di Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang untuk pembangunan shelter bencana tsunami.

Sebagaimana diketahui, saat ini terjadi konflik antara warga dari RW I dengan pemilik lahan Marahtando CS yang berada di Bukit Peti-peti di Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan.

Lahan Marahtando CS itu nantinya dihibahkan untuk pengembangan Lantamal II TNI AL Padang. Di lahan yang bakal dihibahkan itu terdapat sebanyak 15 rumah dan lahan perkebunan sekitar 6,5 hektar yang dimiliki lebih 100 an warga.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal II Padang Mayor Laut Syahrul mengatakan jika lahan resmi dihibahkan nantinya, maka rencananya bakal dibangun shelter bencana alam tsunami. Pemanfaatannya bisa digunakan untuk warga juga nantinya sebab Padang merupakan daerah rawan bencana.

“Kalau memang benar nantinya dihibahkan, maka salah satunya kita untuk bangun shelter, untuk masyarakat sekitar juga nantinya, lokasinya berada di ketinggian,” katanya Selasa (5/10/2021).

Meski demikian, ia mengatakan belum ada kepastian soal pemanfaatan lahan hibah itu. Pihaknya masih menunggu persoalan warga dan pemilik lahan selesai terlebih dahulu untuk kemudian baru jelas peruntukkannya.

Nantinya akan ada tim dari TNI AL untuk melakukan penilaian apa yang lebih cocok dibangun di lahan itu. Hal itu dapat dilakukan setelah hibah diterima dan persoalan selesai.

Terkait rencana pembangunan rumah sakit TNI AL, menurutnya tidak bisa dibangun di lokasi lahan karena berada di ketinggian. Rumah sakit akan dibangun di bagian bawah di kantor Dinas Kesehatan Lantamal II sekarang.

“Tuntutan dari atas kita memang harus punya rumah sakit kelas tiga, jadi balai pengobatan sekarang namanya akan dikembangkan menjadi rumah sakit,” katanya.

Saat ini proses pembangunan masih dalam tahap pengukuran lahan, sehingga belum ada keputusan final untuk memulai pembangunan.

Diketahui saat ini proses pembebasan lahan masih menjadi konflik antara warga yang menguasai lahan dengan Marahtando sebagai pemilik. Lantamal II TNI AL Padang mengaku tidak bakal ikut campur konflik itu karena pihaknya hanya menerima hibah dari Marahtando.

Sebelumnya, sejumlah warga di Kelurahan Teluk Bayur, Kota Padang  mengadukan nasibnya tentang kepemilikan lahan yang berada di Bukit Peti-peti yang berada di Teluk Bayur yang akan dikuasi oleh Lantamal II Padang pada 27 September 2021 yang lalu ke DPRD Padang.

Kemudian dilanjutkan hearing pada Senin (5/10/2021) yang merupakan lanjutan dari hearing yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam hearing warga sempat mempertanyakan master plan pembangunan lahan tersebut kepada TNI AL yang akan melakukan pembangunan disana.

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre