Kumpulkan Pj Kepala Daerah di Istana, Jokowi Sampaikan 7 Arahan

Kumpulkan Pj Kepala Daerah di Istana, Jokowi Sampaikan 7 Arahan

Presiden Jokowi memberikan arahan kepada PJ kepala daerah. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Langgam.id – Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan kepada para penjabat kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Dalam arahannya, Presiden mendorong pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi dengan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di pasar.

“Pantau harga riil di pasar, turun ke lapangan. Jika ada masalah, lakukan intervensi seperti tadi saya sampaikan, subsidi angkutan bisa dilakukan,” katanya dikutip Selasa (31/10/2023).

Selain itu, Kepala Negara juga mendorong daerah mengalokasikan anggaran untuk stimulus ekonomi dan bantuan sosial kepada masyarakat. Menurut Presiden, pemberian bantuan tersebut akan sangat membantu masyarakat.

“Pemerintah kabupaten/kota memberikan 5 kg, rampung kalau bareng-bareng seperti itu, rakyat itu adem. Dan, saya titip, yang dibeli produk dalam negeri, utamanya (produk) UMKM kita,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden juga mengingatkan para penjabat kepala daerah untuk tetap waspada terhadap dampak dari fenomena super el nino. Meski di beberapa daerah hujan telah turun, tetapi potensi kebakaran juga harus tetap diantisipasi.

“(Kebakaran) masih kecil, segera selesaikan. Kalau kira-kira, diperkirakan tidak mampu menyelesaikan, segera sampaikan ke BNPB pusat. Hati-hati mengenai ini,” ujarnya.

Kemudian dalam hal reformasi birokrasi, Kepala Negara menekankan pentingnya menyederhanakan prosedur dan tata kelola khususnya dalam hal pelayanan perizinan bagi investor. Hal tersebut dikarenakan investasi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Gimana kita mau bersaing kalau (mengurus) izin masih berbulan-bulan, ke meja ini, meja ini, meja ini? Seperti itu yang Bapak, Ibu gubernur, bupati, wali kota (harus) selesaikan karena investasi itu rebutan. Semua negara sekarang ini kan rebutan,” imbuh Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga membahas terkait peran kepala daerah memasuki tahun politik 2024. Kepala Negara menegaskan agar para kepala daerah terus memberikan dukungan kepada KPUD dan Bawaslu tanpa melakukan intervensi apapun, serta memastikan netralitas ASN terjaga.

“Saya minta jangan sampai memihak. Itu dilihat lho, hati-hati. Bapak, Ibu dilihat. Mudah sekali kelihatan Bapak, Ibu memihak atau enggak. Klik, sudah. Dan juga pastikan ASN itu netral,” tambahnya.

Apabila terjadi pergolakan di masyarakat, Presiden meminta agar pemerintah daerah segera menyelesaikan permasalahan tersebut. “Segera selesaikan kalau ada percikan-percikan yang berkaitan politik. Selesaikan dengan (segera),” katanya.

Terakhir, Kepala Negara mendorong daerah untuk terus mendukung program prioritas pemerintah seperti penurunan kemiskinan ekstrem, pemberantasan stunting, dan hilirisasi industri. “Berikan dukungan penuh pada program-program ini,” tandasnya. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Remaja Bernegara, Cara NasDem Sumbar Kenalkan Politik Lewat Simulasi Jadi Anggota DPRD Sehari
Remaja Bernegara, Cara NasDem Sumbar Kenalkan Politik Lewat Simulasi Jadi Anggota DPRD Sehari
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, saat berorasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatra Barat (Sumbar) di Padang, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Langgam.id/ Buliza Rahmat)
KDM Singgung Otonomi Daerah di Muswil KAHMI Sumbar: Jangan Divonis Gagal Gegara Segelintir Kasus Korupsi!
Mahasiswa Magister Proteksi Tanaman UNAND Dalami Riset Pengendalian Hayati di Gifu University Jepang
Mahasiswa Magister Proteksi Tanaman UNAND Dalami Riset Pengendalian Hayati di Gifu University Jepang
Gagasan mencari kepala daerah yang dapat melobi pemerintah pusat merupakan gagasan demokrasi yang sesat, atau defisit demokrasi kata ilmuan
Dari Idealisme Romantis, Penetrasi Virtual, Hingga Keadilan Epistemologis
PNM Dampingi Korban Bencana Agam, dari Trauma Healing hingga Pembentukan Klaster Usaha
PNM Dampingi Korban Bencana Agam, dari Trauma Healing hingga Pembentukan Klaster Usaha
Muswil VII KAHMI Sumbar, KDM: Negara Belum Sepenuhnya Hadir Menjamin Pendidikan Gratis 12 Tahun
Muswil VII KAHMI Sumbar, KDM: Negara Belum Sepenuhnya Hadir Menjamin Pendidikan Gratis 12 Tahun