Langgam.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) berada pada kategori tidak sehat pada Selasa (6/10/2026). Kondisi itu berdasarkan pantauan IQAir yang diakses sekitar pukul 09.30 WIB.
Dari 18 wilayah yang dipantau, sebagian besar mencatat indeks kualitas udara (AQI) US dalam kategori tidak sehat. Polutan utama yang terdeteksi di wilayah-wilayah tersebut adalah PM2.5.
Kualitas udara terburuk terpantau di Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan. IQAir mencatat AQI mencapai 176 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 91,8 mikrogram per meter kubik.
Selanjutnya, Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya mencatat AQI 175 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 89,2 mikrogram per meter kubik. Sementara Sijunjung berada pada AQI 169 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 81,5 mikrogram per meter kubik.
Kondisi serupa terpantau di Talawi, Kota Sawahlunto, dengan AQI 166 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 76,5 mikrogram per meter kubik. Kemudian Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, mencatat AQI 164 dengan PM2.5 sebesar 73,5 mikrogram per meter kubik.
Di Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, IQAir mencatat AQI 163 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 72,9 mikrogram per meter kubik. Angka yang sama juga tercatat di Kota Payakumbuh, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 73 mikrogram per meter kubik.
Kota Solok berada pada AQI 162 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 71,7 mikrogram per meter kubik. Sementara Kota Padang Panjang mencatat AQI 161 dengan PM2.5 sebesar 69,3 mikrogram per meter kubik.
Di Kota Bukittinggi, AQI tercatat 159 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 66,5 mikrogram per meter kubik. Sedangkan Arosuka, Kabupaten Solok, berada pada AQI 154 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 60,4 mikrogram per meter kubik.
Berbeda dengan wilayah tersebut, kualitas udara di Kota Padang berada pada AQI 127. Angka ini masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 46 mikrogram per meter kubik.
Kondisi serupa terpantau di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. AQI tercatat 135 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 49,5 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, Kota Pariaman mencatat AQI 106 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 37,5 mikrogram per meter kubik. Kondisi udara di dua wilayah tersebut juga masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Adapun beberapa wilayah lainnya masih berada pada kategori sedang. Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mencatat AQI 93 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 31,7 mikrogram per meter kubik.
Kemudian Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, berada pada AQI 92 dengan PM2.5 sebesar 31,1 mikrogram per meter kubik. Muara Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, mencatat AQI 95 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 32,9 mikrogram per meter kubik.
Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, menjadi wilayah dengan AQI terendah dari titik yang dipantau, yakni 78. Konsentrasi PM2.5 di wilayah tersebut tercatat sebesar 23,7 mikrogram per meter kubik.
Dengan demikian, berdasarkan 18 titik pemantauan tersebut, 12 wilayah berada pada kategori tidak sehat, tiga wilayah masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dan tiga wilayah berada pada kategori sedang.
Wilayah dengan kategori tidak sehat meliputi Padang Aro, Pulau Punjung, Sijunjung, Talawi, Batusangkar, Sarilamak, Payakumbuh, Kota Solok, Padang Panjang, Bukittinggi dan Arosuka berdasarkan titik pemantauan masing-masing.
Sementara kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif terpantau di Kota Padang, Lubuk Alung dan Kota Pariaman. Adapun kategori sedang tercatat di Lubuk Basung, Lubuk Sikaping, Muara Siberut dan Simpang Empat. (WAN)






