Langgam.id-Kualitas udara di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) berada pada kategori tidak sehat berdasarkan data IQAir, Kamis (15/10/2026) pagi. Kota Padang menjadi daerah dengan kualitas udara terburuk dalam data yang dihimpun, dengan kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan data IQAir pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara atau AQI⁺ US di Padang mencapai 225. Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat sebesar 149,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³), dengan suhu 27 derajat Celsius dan kecepatan angin 2 kilometer per jam.
Sementara itu, Kualitas udara di Pariaman berada pada kategori tidak sehat dengan AQI⁺ US sebesar 154. Konsentrasi PM2.5 tercatat 59,8 µg/m³.
Kota Padang Panjang mencatat AQI⁺ US sebesar 157 atau masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 63,9 µg/m³.
Kualitas udara di Bukittinggi berada dalam kategori tidak sehat dengan AQI⁺ US sebesar 155. Konsentrasi PM2.5 tercatat 61,1 µg/m³.
Lubuk Basung Kabupaten Agam tercatat AQI⁺ US sebesar 152 atau masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 57,6 µg/m³.
Sementara itu, Kualitas udara di Arosuka Kabupaten Solok berada pada kategori tidak sehat dengan AQI⁺ US sebesar 159. Konsentrasi PM2.5 tercatat 66,2 µg/m³.
Kota Solok juga mencatat AQI⁺ US sebesar 159 atau masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 mencapai 66,4 µg/m³.
Terakhir Kualitas udara di Pulau Punjung Dhamasraya berada dalam kategori tidak sehat dengan AQI⁺ US sebesar 154. Konsentrasi PM2.5 tercatat 59,6 µg/m³.
Tentunya dengan buruknya kualitas udara penggunaan dan pembatasan aktivias diluar ruangan menjadi opsi terbaik mengingat ancaman potensi Kesehatan yang dapat terjadi akibat kabut asap. (HER)






