Langgam.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih terdampak kabut asap hingga Sabtu (29/8/2026). Namun, di kawasan pesisir barat, kondisi udara sudah berada pada kategori baik.
Kepala UPTD Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar, Desrizal mengatakan kondisi udara di sejumlah daerah pesisir seperti Kota Padang dan Kota Pariaman saat ini sudah berada pada kategori baik.
“Secara visual juga terlihat jelas, langit yang sebelumnya masih tampak berkabut sekarang sudah jauh lebih cerah,” kata Desrizal.
Meski demikian, kondisi berbeda masih terjadi di sejumlah daerah yang berada di bagian timur Sumbar.
“Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten setempat, kualitas udara di beberapa daerah masih berada pada kategori tidak sehat seperti Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya dan Solok Selatan,” ujarnya.
Desrizal mengatakan kondisi tersebut bersifat fluktuatif. Menurutnya, kualitas udara sempat membaik pada Jumat, tetapi kembali masuk kategori tidak sehat pada Sabtu pagi.
“Kemarin sudah mulai membaik yang dibuktian dengan visual langit mulai tampak jelas tetapi pagi ini kembali masuk kategori tidak sehat,” katanya.
Ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi asap yang berasal dari wilayah di provinsi tetangga. Asap tersebut kemudian terbawa ke wilayah Sumbar sehingga memengaruhi kualitas udara di daerah yang berada di bagian timur.
“Kemungkinan asap yang masih terlihat di daerah tersebut merupakan kiriman dari provinsi tetangga. Ini yang menyebabkan kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat,” ujarnya.
Desrizal mengatakan Dinas Lingkungan Hidup Sumbar masih terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak kabut asap untuk memantau perkembangan kualitas udara.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan di wilayah yang kualitas udaranya masih berada pada kategori tidak sehat.
“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama di daerah yang kualitas udaranya masih tidak sehat,” katanya.
Menurut Desrizal, kondisi udara berpeluang membaik apabila terjadi hujan di wilayah yang terdampak. Namun, perbaikan tersebut juga bergantung pada berkurangnya titik panas atau sumber kebakaran yang diduga berada di wilayah provinsi tetangga.
“Kalau terjadi hujan di daerah tersebut, kemungkinan kualitas udara akan terus membaik. Namun, ini juga tergantung pada titik panas atau kebakaran di daerah sumber asap yang mulai berkurang,” tuturnya. (ICA)





