Langgam.id – Seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Rehan (23), dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mandi-mandi di kawasan pantai di Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Rehan bersama 14 mahasiswa lainnya menyelesaikan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, Armen mengatakan, sebelum kejadian para mahasiswa telah menyelesaikan seluruh program KKN.
“Malam sebelumnya mereka sudah melakukan perpisahan karena program KKN sudah berakhir. Besoknya mereka mandi-mandi, kemudian terjadi kejadian dengan ombak yang cukup besar dan arus balik,” kata Armen kepada Langgam.id, Kamis (20/8/2026).
Saat mandi-mandi di kawasan pantai tersebut, Rehan kemudian terseret arus. Kondisi ombak yang cukup besar dan adanya arus balik membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Menurut informasi yang diterima BPBD Pessel, Rehan juga tidak pandai berenang.
“Ananda Rehan ini tidak pandai berenang sama sekali,” ujar Armen.
Setelah kejadian tersebut, tim gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban. Hingga Kamis (20/8/2026), operasi pencarian telah memasuki hari kedua, namun Rehan belum ditemukan.
Tim yang terlibat dalam pencarian terdiri dari BPBD, Basarnas, Polair, Marinir yang berada di Painan, TNI-Polri, masyarakat, pemerintah nagari, serta Kecamatan Batang Kapas.
Armen mengatakan pencarian masih terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tim gabungan berharap korban segera ditemukan.
Rehan merupakan satu dari 15 mahasiswa ISI Padang Panjang yang melaksanakan KKN di Nagari Koto Nan Duo. Setelah rangkaian KKN berakhir, para mahasiswa tersebut dijadwalkan kembali ke kampus pada 22 Agustus 2026.
Armen mengatakan pihaknya akan terus melakukan pencarian. Ia berharap operasi tim gabungan membuahkan hasil dan Rehan segera ditemukan.
Sebelumnya, tim gabungan juga pernah menangani kejadian serupa di wilayah Surantih. Dalam kejadian tersebut, korban berhasil ditemukan pada hari ketiga pencarian.
“Mudah-mudahan segera ditemukan,” ujarnya. (HER)






