Kinerja 2024: Bank Nagari Optimistis Bisa Tumbuh 10 Persen

Jabatan Gusti Chandra sebagai Direktur Kredit dan Syariah merangkap tugas Pjs Direktur Utama (Dirut) dan seluruh Direksi Bank Nagari,

Kantor pusat Bank Nagari. [Foto: Dok. Humas BN]

Langgam.id - Manajemen Bank Nagari optimistis kinerja tahun ini bisa tumbuh hingga 10 persen meski masih di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Namun, melihat geliat ekonomi maka potensi pertumbuhan itu masih bisa terkejar.

Pjs Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra menargetkan tahun ini pertumbuhan Bank Nagari bisa mencapai 10 persen menyusul kian membaiknya laju pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19 beberapa tahun lalu.

"Target kita bisa (tumbuh) di kisaran 9 persen - 10 persen. Kalau melihat tren sekarang kita optimis bisa tercapai meski di kuartal pertama belum tumbuh signifikan," katanya, kepada langgam, Jumat (7/6/2024).

Laporan keuangan Bank Nagari pada kuartal pertama 2024, dikutip dari laman perseroan, menunjukkan angka pertumbuhan belum tumbuh signifikan. Aset perseroan tumbuh 5,1 persen menjadi Rp32,09 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp30,51 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,6 persen menjadi Rp26,05 triliun (yoy) atau dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp24,9 triliun, kredit tumbuh 6,8 persen menjadi Rp24,6 triliun dari tahun sebelumnya Rp23,02 triliun, dan laba bersih hanya tumbuh 0,8 persen menjadi Rp100 miliar (yoy) dari tahun sebelumnya Rp99,5 miliar.

Gusti menyebutkan tren pertumbuhan yang lambat di kuartal pertama memang terjadi hampir di semua bank umum, dan juga pada periode-periode sebelumnya. "Biasanya memang di kuartal kedua hingga kuartal keempat nanti bakal tumbuh lebih tinggi," ujarnya.

Adapun, sepanjang tahun 2023 lalu Bank Nagari mencatatkan perolehan laba bersih perseroan mencapai Rp523,61 miliar atau atau tumbuh 11,11 persen dari pencapaian tahun sebelumnya.

aset tahun mencapai Rp32,07 triliun atau tumbuh 6,55 persen, kredit/pembiayaan tahun 2023 mencapai Rp24,03 triliun, tumbuh Rp1,56 Triliun atau 6,94 persen dari tahun 2022. Sedangkan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp25,95 triliun, tumbuh Rp1,39 triliun atau 5,64 persen dari tahun sebelumnya.

Semenyara itu, rasio kecukupaan modal atau CAR mencapai 21,68 persen, meningkat dari tahun 2022 sejalan dengan pertumbuhan setoran Modal Disetor dan Laba bersih Bank.

Rasio pengembalian aset atau ROA sebesar 2,21 persen dan ROE sebesar 15,47 persen yang meningkat dari tahun 2022 ditopang oleh laba bersih yang mencapai Rp523,16 miliar pada tahun 2023.

Kemudian rasio margin bunga bersih atau NIM sebesar 6,46 persen atau diatas 6 persen, masih tergolong tinggi dibandingkan dengan rata-rata NIM BPD SI yang berada di kisaran 5 persen.

Rasio intermediasi atau LDR sebesar 92,62 persen masih berada di dalam rentang tresshold perbankan, dan rasio kredit bermasalah NPL berhasil ditekan hingga 1,98 persen, membaik dari tahun 2022 sebesar 2,21 persen. Sedangkan BOPO kian efisien mencapai 78,88 persen, membaik dari tahun 2022 sebesar 81,45 persen. (*/Fs).

Baca Juga

Bank Nagari dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sumbar Tandatangani Kerjasama
Bank Nagari dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sumbar Tandatangani Kerjasama
Idul Adha, Bank Nagari Sebar 12 Ekor Sapi Kurban
Idul Adha, Bank Nagari Sebar 12 Ekor Sapi Kurban
Layanan Keuangan, Bank Nagari Jalin Kerjasama dengan Muhammadiyah Sumbar
Layanan Keuangan, Bank Nagari Jalin Kerjasama dengan Muhammadiyah Sumbar
Tahun Ini, Bank Nagari Terima Suntikan Modal Pemegang Saham Rp95 Miliar
Tahun Ini, Bank Nagari Terima Suntikan Modal Pemegang Saham Rp95 Miliar
Sudah Terealisasi Lebih 200 Unit, Bank Nagari Salurkan 1.000 KPR FLPP Tahun Ini
Sudah Terealisasi Lebih 200 Unit, Bank Nagari Salurkan 1.000 KPR FLPP Tahun Ini
DPRD Sumbar: Sembilan Kepala Daerah Tak Setuju Konversi Bank Nagari
Program Stimulus Restrukturisasi Kredit Dihentikan, Bank Nagari Pastikan Tak Pengaruhi NPL