Ketika Perwakilan FGLPG Bertemu Hendri Septa, Imran: Alhamdulilah, Terima Kasih Pak Wali Kota

Langgam.id - Wali Kota Padang, Hendri Septa menerima audiensi guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG).

Wali Kota Padang bertemu perwakilan Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG). [Foto: Dok. Humas Pemko Padang]

Langgam.id – Wali Kota Padang, Hendri Septa menerima audiensi guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG), yang beberapa waktu lalu melancarkan aksi damai di Gedung DPRD Kota Padang.

Hendri menerima FGLPG di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (1/9/2022), didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar, Asisten Administrasi Umum, Corri Saidan dan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Juga hadir Anggota DPRD Kota Padang, Faisal Nasir.

Diketahui, FGLPG menggelar aksi damai sebab sebanyak 1.226 tenaga honorer guru yang telah menjalani tes PPPK dan dinyatakan lolos dari ambang batas, agar masuk ke dalam aplikasi e-formasi.

Menanggapi hal tersebut, Hendri mengungkapkan permohonan maaf atas miskomunikasi yang telah terjadi. “Atas nama Pemko Padang kami mohon maaf atas informasi yang simpang siur, yang pada akhirnya membuat bapak/ibu harus menggelar aksi di Kantor DPRD Padang. Bagaimanapun kelanjutan status kepegawaian Bapak/ibu tetap kami perjuangkan krn menyangkut masa depan Bapak ibu sekeluarga,” ucap Hendri.

Insya Allah kami akan menindaklanjuti ke KemePAN-RB untuk memprioritaskan FGLPG dapat mengikuti seleksi P3K di tahun 2023,” imbuhnya.

Saat itu, Hendri juga memenuhi permintaan FGLPG untuk dapat membayarkan gaji Guru Honorer yang biasanya dibayar tiga bulan sekali, kini dibayar perbulan.

Sementara itu, Koordinator Aksi Damai Forum Guru Lulus Passing Grade (FGLPG) Kota Padang, Imran berharap, dengan adanya kejadian ini, dapat dapat dijadikan iktibar dan pelajaran agar lebih baik ke depannya, demi kemajuan Kota Padang.

Alhamdulillah, hari ini kami dapat beraudiensi dengan Wali Kota Padang, Bapak Hendri Septa. Sekarang duduk permasalahan sudah jelas. Inilah yang kita harapkan dari Pemerintah Kota Padang. Dalam pertemuan ini, kami telah saling memaafkan dengan Pemerintah Kota Padang terhadap aksi yang telah dilakukan kemarin. Kami juga sepakat dengan Bapak Wali Kota, untuk mengawal dan menunggu pengangkatan 1.226 tenaga honor untuk diangkat sebagai guru P3k pada tahun 2023,” ucapnya.

Baca juga: Masih Diusahakan Pemko, Guru Honorer Lulus Passing Grade di Padang Ada Kemungkinan Diangkat PPPK 2023

“Atas nama FGLPG kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang yang telah menerima audiensi kami di Rumah Dinas. Kami juga ucapkan terimakasih kepada bapak Wali Kota Padang, yang telah memperjuangkan nasib kami para guru Honorer di Kota Padang sejauh ini,” sambungnya. (Advetorial)

Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Revitalisasi Pasar Raya Padang, Pedagang Mulai Tempati Lapak Sementara
Revitalisasi Pasar Raya Padang, Pedagang Mulai Tempati Lapak Sementara
Antrean Biosolar Mengular Lagi di SPBU Padang, Sopir Truk Berjam-jam Baru Dapat Pasokan
Antrean Biosolar Mengular Lagi di SPBU Padang, Sopir Truk Berjam-jam Baru Dapat Pasokan
Salah satu SPPG di Kota Padang yang tutup sementara selama libur sekolah. (Langgam.id/ Buliza Rahmat)
Pemilik SPPG di Padang Sebut Relawan MBG Kehilangan Penghasilan: Mereka Penerima Manfaat!
Dinilai Masih Kurang, Pemerintah Diminta Lengkapi Infrastruktur Mitigasi Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman, Ini Penjelasan BMKG
Demo Gubernur Sumbar: Mahasiswa Soroti Tambang Emas Ilegal dan Anggaran Perbaikan Rumah Dinas Pejabat
Demo Gubernur Sumbar: Mahasiswa Soroti Tambang Emas Ilegal dan Anggaran Perbaikan Rumah Dinas Pejabat
Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat menyatakan berkas dugaan kasus korupsi pengadaan alat praktik siswa SMK di Dinas Pendidikan (Disdik
Penjelasan Disdik Sumbar Soal 28 Guru Honorer di Pariaman Belum Terima Gaji Enam Bulan