Kesenian Adat Minangkabau di Ambang Kepunahan

Kesenian Adat Minangkabau di Ambang Kepunahan

https://perpustakaan.id/

PalantaLanggam - Kalau kita berbicara tentang tanah Minangkabau, Sumatra Barat, apa sih yang kamu pikirkan? Mungkin hal pertama yang ada di pikiran kamu yaitu randang, nasi Padang, rumah gadang, Jam Gadang dan perantauan.

Budaya, adat dan logat yang kental membuat dimanapun orang Minang berada, pasti bakal keliatan jelas bahwa dia itu orang Minang. Dan uniknya mereka ada di banyak kota di Indonesia.

Minangkabau merupakan satu-satunya suku yang menganut sistem matrilineal di Indonesia. Maksudnya, setiap anak lahir baik laki-laki maupun perempuan secara langsung akan menjadi anggota keluarga suku ibu, karena di Minangkabau garis keturunan ditarik berdasarkan keluarga ibu.

Orang Minangkabau juga sering pergi merantau. Mereka berani pergi merantau karena sudah dibekali dengan ajaran silat dan iman yang kuat. Oleh sebab itu orang Minang dikenal sebagai muslim yang taat.

Seni tradisional berasal dari kata seni dan tradisional. Seni artinya keindahan, tradisional artinya kebiasaan yang biasa berlaku dalam adat. Jadi, seni tradisional Minangkabau berarti ungkapan rasa keindahan yang bersumberbdari kebiasaan adat dan budaya orang Minangkabau.

Rasa indah itu bagi masyarakat Minangkabau biasanya bersumber dari alam sekitar, baik gerak, bunyi dan bentuk yang dilihatnya. Ungkapan adat menyatakan :

Panakiak pisau sirauik

Panungkek batang lintabuang

Salodang ambiak ka niru

Satitiak jadikan lauik

Sakapa jadikan gunuang

Alam takambang jadikan guru

Ungkapan adat tersebut mengisyaratkan bahwa setiap orang harus mampu mempetinggi rasa, memberi nilai tambah, serta menggunakan akal pikiran untuk mengembangkan kesenian yang bersumber dari alam Minangkabau.

Keindahan dan keberagaman kesenian Minangkabau merupakan warisan yang dapat menyokong dan melengkapi kesenian lain yang berada di Indonesia. Kesenian-kesenian ini berupa tari-tarian yang terdiri dari Tari Piring, Tari rantak, Tari Randai, Tari Indang, Tari Payung, dan lainnya.

Selain itu juga ada kesenian pantun dan sambah-manyambah. Ada kesenian musik dengan alat musik, saluang, gandang tabuik, rebana dan lain-lainnya.

Budaya Minangkabau juga melahirkan banyak etnis alat musik dan lagu. Di antaranya yaitu alat musik khas Minangkabau adalah saluang, talempong, rabab, serta bansi. Keempat alat musik ini biasanya dimainkan dalam pesta adat dan perkawinan. Kini musik Minang tidak terbatas dimainkan dengan menggunakan empat alat musik tersebut.

Perkembangan zaman pada saat ini memberi efek memprihatinkan terhadap kebudayaan minangkabau. Semakin lama eksitensi Minangkabau semakin memudar saat banyak dari generasi muda yang mulai melupakan budaya mereka sendiri. Generasi muda kian tak acuh terhadap seluk beluk kebudayaan Minangkabau seperti kesenian yang ada di dalamnya. Kebanyakan generasi muda Minangkabau sekarang banyak yang malu akan kebudayaan yang ia miliki.

Ia lebih senang dengan kebudayaan orang luar seperti Kpop, dan hal lainnya. Ia juga lebih senang memainkan tik tok dari pada memainkan permainan Minangkabau. Ia lebih senang mendengarkan musik Korea, Jepang, dan Indonesia.

Generasi muda Minangkabau sekarang lebih senang dengan meekspresikan hal yang ia sukai dengan berbahasa asing dibandingkan dengan bahasa daerahnya sendiri. Sehingga membuat kesenian minangkabau terlupakan dan tidak ada yang mau melestarikannya kembali.

Generasi muda sekarang bisa dikatakan sangat minim dengan nilai moral serta nilai kebudayaan berkesenian. Generasi muda sekarang lebih rawan maksiat, sebut saja sederatan arti-artis Korea, boyband dan grilband ia mengetahui hal tersebut, bahkan sampai kesejarahan masa lalu tentang Minangkabu ia tidak mengetahuinya.

Keadaan ini tentu begitu mengiris hati dan perasaan, ketika para perantau Minangkabau diseluruh penjuru negeri ibu pertiwi berusaha untuk melestarikan variasi budaya minangkabau, namun usaha itu seakan-akan sia-sia karena masyarakat daerah Minangkabau itu sendiri tidak mampu melestarikan budayanya sendiri.

Dan ketika budaya minangkabau dikalim oleh negara lain, lucunya pemuda minangkabau merasa begitu geram.

Pada masa sekarang banyak kita lihat tidak begitu banyak adanya penampilan kesenian yang ada di Minangkabau. Jika ada kesenian minangkabau yang kita lihat pada saat ini yaitu berupa tari-tarian yang di tampilkan pada saat acara pesta.

Serta lagu-lagu Minang yang dinyanyikan ketika acara pesta atau acara-acara tertentu. Dulu orang-orang Minangkabau dimana saja kita berada kesenian minaag selalu kita dengar melalui alat musik seperti Pupuik, Saluang, dan Rabab.

Kini jarang kita temui lagi orang yang memainkan pupuik dan saluang. Media penyampaian kesenian tersebut sudah terbatas dan banyak orang-orang menyampaikan kesenian tersebut di tempat-tempat seperti di Pertamina, Di lampu merah, dan di tempat lainnya.

Kita sebagai generasi muda harus melestarikan, membudayakan dan menghormati kesenian yang sudah ada sejak zaman dahulu. Agar tidak punah dizaman modern ini, juga untuk menjaga sebaik-baiknya agar tidak direbut/diklaim oleh orang luar, dan yang paling utama adalah selalu memegang teguh amanat dari para pendahulu untuk generasi penerus yang semua kesenian dan kebudayaan ini menjadi akar dari semua kehidupan.

Hendaknya para penerus generasi sekarang ini membulatkan tekadnya untuk dapat menyatukan visi bersama untuk menjaga adat dan kesenian budaya agar tetap utuh di dalam keseharian masyarakat. Bukan seperti saat ini, pemuda banyak tidak peduli dan masih mengedapankan sikap individualisme dan apatis.

*Mahasiswi Sastra Minangkabau, Universitas Andalas

Baca Juga

Rektor Universitas Andalas (UNAND) Efa Yonnedi memastikan bahwa tidak ada kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada tahun ajaran baru
Rektor UNAND Pastikan Tidak Ada Kenaikan UKT
Nofel Nofiadri
Galodo Soko dalam Kontestasi Kepala Daerah
Universitas Andalas (Unand) akan menerima mahasiswa baru untuk Program Doktor Ilmu Akuntansi (PDIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Unand Buka Program Doktor Ilmu Akuntasi, Tahun Ini Terima Mahasiswa Baru
Mengembangkan UMKM Sagun Bakar: Inovasi Pengolahan Ubi Jalar oleh Fateta Unand dan KWT Lurah Saiyo
Mengembangkan UMKM Sagun Bakar: Inovasi Pengolahan Ubi Jalar oleh Fateta Unand dan KWT Lurah Saiyo
Langgam.id - Lembaga SURI menggelar pameran Pemanfaatan Iluminasi Naskah Kuno Menjadi Motif Kain Minangkabau di Unand.
53 Proposal PKM UNAND Lolos Pendanaan Kemendikbudristek
RS Unand Bertekad Menjadi Destinasi Wisata Medis di Asia Tenggara
RS Unand Bertekad Menjadi Destinasi Wisata Medis di Asia Tenggara