Kenapa Api Porprov Sumbar Diambil dari Pariangan? Ini Sejarahnya

Langgam.id— Setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat memiliki satu tradisi yang tidak terpisahkan dari pesta olahraga tersebut. Api Porprov diambil dari Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, sebelum kemudian dibawa menuju lokasi pembukaan.

Tradisi tersebut kembali dilakukan menjelang Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Api akan diambil dari Nagari Tuo Pariangan pada Rabu (30/9/2026) untuk kemudian dikirab menuju Kota Padang.

Lantas, mengapa Api Porprov Sumbar diambil dari Pariangan? Jawabannya berkaitan dengan sejarah, adat dan posisi Pariangan dalam kebudayaan Minangkabau.

Pariangan dikenal sebagai Nagari Tuo yang memiliki posisi penting dalam narasi asal-usul Minangkabau. Dalam tradisi masyarakat setempat, Pariangan dikaitkan dengan sejarah awal terbentuknya masyarakat Minangkabau.

Kedudukan tersebut kemudian membuat Pariangan dipilih sebagai sumber Api Porprov Sumbar. Api yang diambil dari sumber api alam di nagari tersebut tidak hanya dimaknai sebagai simbol dimulainya pertandingan, tetapi juga membawa nilai sejarah dan kebudayaan sebelum menjadi simbol persatuan olahraga Sumatera Barat.

Tradisi pengambilan Api Porprov dari Pariangan bukan baru muncul dalam beberapa pelaksanaan terakhir.

Catatan sejarah menyebutkan, Pariangan ditetapkan sebagai lokasi pengambilan Api Porda—nama Porprov pada masa sebelumnya—melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor SK.426.3-419-90 tertanggal 15 Agustus 1990.

Sejak penetapan tersebut, sumber api alam di Pariangan menjadi bagian dari tradisi pesta olahraga tingkat provinsi di Sumatera Barat.

Artinya, pemilihan Pariangan bukan sekadar keputusan teknis penyelenggara. Ada dasar historis yang kemudian menjadikan pengambilan api di nagari tersebut sebagai bagian dari tradisi Porprov.

Prosesi pengambilan api juga memiliki sentuhan adat. Pada pelaksanaan Porprov XII tahun 2012, misalnya, pengambilan Api Porprov di Nagari Tuo Pariangan diawali dengan prosesi adat “sambah kato”.

Prosesi tersebut merupakan bentuk permintaan izin kepada pemangku adat Pariangan sebelum api diambil dan diserahkan kepada pihak yang akan membawanya menuju lokasi pembukaan.

Hal itu memperlihatkan bahwa perjalanan Api Porprov sejak Pariangan tidak hanya berkaitan dengan seremoni olahraga, tetapi juga bersinggungan dengan adat dan budaya Minangkabau.

Ada makna simbolik lain di balik tradisi tersebut. Api diambil dari satu nagari yang memiliki posisi penting dalam sejarah Minangkabau, kemudian dibawa keluar menuju daerah lain hingga akhirnya tiba di lokasi penyelenggaraan Porprov.

Dengan begitu, api yang awalnya berasal dari Pariangan kemudian menjadi simbol bagi seluruh Sumatera Barat.

Perjalanan tersebut menggambarkan semangat persatuan 19 kabupaten dan kota yang dipertemukan dalam satu ajang olahraga.

Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus mengatakan makna tersebut tetap menjadi bagian penting dari pelaksanaan Porprov XVI 2026.

“Api ini adalah api yang mempersatukan 19 kabupaten dan kota. Kita ingin api ini kita jaga, jangan sampai padam. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk perjalanan olahraga Sumatera Barat ke depan,” ujar Hamdanus, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, api tersebut diharapkan menjadi simbol semangat dan kebangkitan olahraga Sumatera Barat.

“Kita berserah diri kepada Allah SWT, semoga api ini menjadi anugerah dan kekuatan bagi kebangkitan serta kejayaan Ranah Minang,” katanya.

Pada Porprov XVI Sumbar 2026, tradisi tersebut kembali dijalankan.

Api akan diambil dari Pariangan pada Rabu (30/9/2026). Setelah prosesi pengambilan, api dijadwalkan diberangkatkan dari Tanah Datar sekitar pukul 14.00 WIB menuju Kabupaten Padang Pariaman dan diperkirakan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Api kemudian diinapkan di Padang Pariaman selama satu malam.

Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Padang. Sekitar pukul 10.00 WIB, dilakukan serah terima api kepada Wali Kota Padang di kawasan pintu tol Kota Padang.

Api kemudian diinapkan di Kota Padang sebelum dibawa menuju lokasi pembukaan.

Puncak perjalanan kirab dijadwalkan Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Api akan dibawa menuju lokasi pembukaan untuk kemudian dinyalakan dalam prosesi pembukaan Porprov XVI Sumbar.

Dengan demikian, Api Porprov Sumbar bukan sekadar api yang dinyalakan untuk membuka pertandingan.

Ada sejarah panjang di baliknya. Sejak ditetapkannya Pariangan sebagai sumber Api Porda pada 1990, tradisi tersebut terus melekat dalam penyelenggaraan pesta olahraga Sumatera Barat.

Api yang berangkat dari Nagari Tuo Pariangan kemudian dibawa menuju seluruh Sumatera Barat, menjadi simbol pertemuan antara sejarah Minangkabau, adat, persatuan daerah dan semangat olahraga. (HER)

Tag:

Baca Juga

doa ketika hujan
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumbar 29 September-1 Oktober, 7 Daerah Level Siaga
Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-Uwaik, 2 Warisan Agam yang Tetap Hidup di Saraso Fest 2026
Tupai Janjang dan Talempong Uwaik-Uwaik, 2 Warisan Agam yang Tetap Hidup di Saraso Fest 2026
Kirab Api Porprov XVI Sumbar Segera Diarak dari Pariangan ke Padang
Kirab Api Porprov XVI Sumbar Segera Diarak dari Pariangan ke Padang
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
Kalau Memang Butuh, Mengapa Harus Lewat Sini? Menguji Spatial Rationale Tol Padang–Pekanbaru
300 Atlet dari 60 Kabupaten/Kota Ikuti Kejurnas Tenis Junior TDP di Semen Padang
300 Atlet dari 60 Kabupaten/Kota Ikuti Kejurnas Tenis Junior TDP di Semen Padang
PKD Saraso Fest 2026, Saat Budaya Sumbar Dihidupkan Kembali oleh Generasi Muda
PKD Saraso Fest 2026, Saat Budaya Sumbar Dihidupkan Kembali oleh Generasi Muda