LANGGAM.ID– Guna menyukseskan gelaran akbar Perkemahan Kreasi Siswa (PERSI) tingkat Penegak, jajaran pengurus Racana Pramuka UIN Imam Bonjol Padang menggelar audiensi resmi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (24/6).
Pertemuan strategis ini mempertemukan unsur pimpinan kepanduan kampus dengan pihak wilayah demi mematangkan persiapan event bergengsi tersebut.
Dukungan Penuh Unsur Pimpinan
Audiensi ini dihadiri langsung oleh jajaran tokoh kunci Racana UIN Imam Bonjol Padang. Hadir di lokasi:
Dr. Aprizal Ahmad selaku Ketua Gugus Depan (Gudep).
Dr. Abdul Basit, M.Pd. selaku Pembina Racana.
Dr. Azharia Fathia, M.Ag. selaku Pembina Racana.
Dr. H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.A.P., M.A.. Beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat juga mendampingi jalannya koordinasi.
Fokus Bahasan: Sukseskan PERSI 2026
Pertemuan yang berlangsung hangat dan formal ini berfokus pada pemaparan kesiapan teknis dan konsep kegiatan PERSI. Ajang ini dirancang sebagai wadah kompetisi dan kreativitas bagi Pramuka Penegak (siswa usia SMA/MA sederajat) se-Sumatera Barat.
Pihak Kanwil Kemenag Sumbar menyambut baik inisiatif ini. Mereka menyatakan siap bersinergi mendukung kesuksesan acara yang dinilai mampu membangun karakter generasi muda yang adaptif, kreatif, dan religius.
Tiga Arahan Strategis Kakanwil Kemenag Sumbar
Dalam pertemuan tersebut, Kakanwil Kemenag Sumbar memberikan apresiasi tinggi sekaligus menyampaikan tiga poin arahan krusial untuk memastikan kesuksesan event PERSI tingkat Penegak se-Sumatera Barat:
1. Matangkan Perencanaan dan Manajemen Risiko: Kakanwil menekankan pentingnya persiapan teknis yang detail, terutama menyangkut manajemen lapangan, fasilitas sanitasi, dan mitigasi cuaca di bumi perkemahan guna menjamin kenyamanan seluruh peserta penegak.
2. Perkuat Karakter Keagamaan (Moderasi Beragama): Selaras dengan visi Kementerian Agama, ia mengarahkan agar seluruh rangkaian kompetisi—baik kepramukaan maupun non-kepramukaan—tetap disisipi nilai-nilai moral, kemandirian, dan penguatan moderasi beragama sebagai fondasi karakter generasi muda.
3. Optimalisasi Sinergi Publikasi: Pihak Kanwil meminta panitia memaksimalkan koordinasi dengan seluruh satuan kerja Kemenag di kabupaten/kota (khususnya tingkat Madrasah Aliyah) agar rilis informasi kegiatan ini masif dan partisipasi peserta dapat mencapai target maksimal.
“Sinergi antara institusi keagamaan dan perguruan tinggi seperti UIN Imam Bonjol ini adalah kekuatan besar. Kami siap mendukung penuh melalui jajaran di daerah agar kegiatan ini melahirkan kader bangsa yang disiplin, kreatif, sekaligus religius,” pungkas Kakanwil di akhir arahannya






