Langgam.id — Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sumatera Barat mendorong pemerintah kabupaten dan kota serta pengurus cabang di daerah untuk terus meningkatkan dukungan terhadap pembinaan atlet, salah satunya melalui penyediaan fasilitas latihan panahan yang memadai.
Hal itu disampaikan Ketua Pengprov Perpani Sumbar, Nanda Satria, saat pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Sumbar 2026 di Lapangan Panahan Indarung, Kompleks PT Semen Padang, Minggu (14/6/2026).
Menurut Nanda, keberadaan fasilitas latihan yang representatif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kemampuan atlet dan mencetak prestasi di tingkat nasional.
“Kami mengajak seluruh pengurus Perpani kabupaten dan kota untuk terus memperhatikan kebutuhan atlet, termasuk penyediaan sarana dan fasilitas latihan yang memadai. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet panahan,” ujarnya.
Kejurda Panahan Sumbar 2026 diikuti atlet dari berbagai daerah di Sumbar dan menjadi ajang seleksi untuk menentukan atlet yang akan mewakili provinsi tersebut pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan.
Nanda mengatakan, selain menjadi arena kompetisi, Kejurda juga menjadi wadah bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding sebelum tampil di level yang lebih tinggi.
Ia meminta para atlet memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan bersaing secara sehat demi meraih tiket menuju Kejurnas.
“Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan semangat dan sportivitas. Tunjukkan kemampuan terbaik agar bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar turut mengapresiasi langkah Perpani Sumbar yang menjadikan Kejurda sebagai bagian dari proses seleksi atlet menuju Kejurnas.
Wakil Sekretaris Umum II KONI Sumbar, Rizki Saputra, menilai mekanisme seleksi melalui kompetisi merupakan langkah yang tepat dalam menciptakan pembinaan atlet yang berjenjang dan kompetitif.
“Kejurda yang dijadikan ajang seleksi menuju Kejurnas merupakan bentuk pembinaan yang sangat baik. Atlet mendapatkan kesempatan membuktikan kemampuan mereka melalui kompetisi,” ujarnya.
Menurut Rizki, panahan pernah menjadi salah satu cabang olahraga andalan Sumbar di tingkat nasional. Karena itu, ia berharap pembinaan yang terus dilakukan melalui kompetisi dan dukungan fasilitas latihan di daerah dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengembalikan kejayaan panahan Ranah Minang.
Melalui Kejurda Panahan Sumbar 2026, Perpani berharap lahir atlet-atlet terbaik yang tidak hanya siap bersaing di Kejurnas, tetapi juga menjadi fondasi kebangkitan prestasi panahan Sumbar pada masa mendatang. (HER)






