Kecakapan Public Relations di Era New Media

Media baru atau new media sudah menjadi kiblat dalam mencari dan mendistribusikan informasi. Selain perusahaan media, Humas atau public relations dalam sebuah instansi juga dituntut untuk cakap menggunakan media baru, menyampaikan informasi demi citra baik instansi. Bisa saja, Humas yang tidak update pada media baru akan tertinggal dan gagap dalam membangun citra instansinya.


Hubungan Masyarakat (Humas) merupakan salah satu bagian terpenting dalam organisasi, tidak terkecuali untuk perguruan tinggi. Terlaksana dengan baiknya bidang kehumasan akan membawa dampak baik pula bagi citra perguruan tinggi tersebut. Melihat Begitu besarnya peran Humas, perguruan tinggi hendaknya menaruh perhatian yang cukup tentang siapa yang berada di kehumasan dan bagaimana pelayanan kehumasan diberikan.

Dalam kehumasan, peran paling mendasar adalah menyebarluaskan informasi. Informasi yang diberikan tidak hanya untuk kepentingan pihak eksternal tetapi juga pihak internal. Pesatnya perkembangan zaman serta pandemi Covid-19 saat ini membuat Humas atau public relations harus terus berinovasi dalam menjalankan tugasnya dalam menyebarluaskan informasi. 

Jika dulu, public relations di perguruan tinggi memberikan informasi hanya sebatas pada media cetak dan radio untuk publik eksternal dan menyebarkan informasi melalui surat dari fakultas ke fakultas serta papan informasi yang ada di setiap gedung untuk publik internal. Saat ini, Humas perguruan tinggi sudah mulai memaksimalkan Media Baru (New Media) sebagai pilihan lain dalam menyebarkan informasi. Media baru Menurut Mcquail (2011:148) adalah berbagai perangkat teknologi komunikasi yang memungkinkan adanya digitalisasi dan cangkupan yang luas untuk penggunaan pribadi sebagai alat komunikasi. Seperti website hingga media sosial. 

Penggunaan new media ini tentunya menjadi pilihan yang tepat. Seperti yang disebutkan diatas, pandemi Covid-19 menjadikan salah satu titik balik percepatan penggunaan media baru. Pada publik eksternal tentunya menjadi kesulitan dalam mencari informasi terkait perguruan tinggi. Seperti pendaftaran mahasiswa baru atau informasi kampus lainnya.

Selain itu, hal ini juga tidak memungkinkan bagi publik internal dalam hal ini pendidik, tenaga kependidikan bahkan mahasiswa untuk beraktivitas seperti biasa di lingkungan kampus. Publik internal tentunya juga sangat membutuhkan informasi. Seperti kebijakan kampus, ataupun hal-hal yang terkait dengan itu.

Namun, penggunaan new media sebagai sumber informasi oleh beberapa kalangan humas perguruan tinggi tidak optimal. Banyak humas yang belum menjadikan media baru sebagai media utama informasi. Padahal menurut survey, orang indonesia menghabiskan 8 jam waktunya di internet. Sehingga informasi akan lebih mudah tersampaikan dan tersebar.

Tidak sedikit website perguruan tinggi yang tidak aktif, berita yang diunggah sudah lama. Selain itu, media sosialnya juga tidak menampilkan berita-berita ataupun informasi terbaru. 

Tidak optimalnya penggunaan media baru oleh humas perguruan tinggi salah satunya penyebabnya media baru sebagai penunjang tugas Humas. Faktor lainnya juga, SDM yang berada di Humas bukan orang-orang yang mengerti tentang tugas kehumasan dan kurang cakap dalam mengelola media baru. 

Kecakapan dalam menggunakan media baru tentu juga didukung oleh SDM Humas yang melek arus informasi, terutama di platform media social. Sejak pandemi Covid-19 pengguna media baru seperti media sosial naik dengan pesat, segala informasi juga bisa diakses secara bebas. Perkembangan itulah yang akan dibaca oleh SDM Humas untuk bisa membuat konten yang lebih kreatif dan mendistribusikan konten tersebut secara lebih luas.

Pengguna media baru yang semakin masif juga menjadi tantangan sendiri bagi Humas perguruan tinggi untuk mengemas konten informasi agar diketahui oleh publik eksternal, mulai dari memperhatikan gaya bahasa, desain konten yang kekinian dan distribusi konten di multiplatform yang masif, sehingga publik eksternal mendapatkan hal baru dari sajian informasi dari Humas.

Jika dipahami kembali, media baru tidak hanya bisa bertugas sebagai penyebarluasan informasi tetapi juga sebagai marketing ataupun media untuk membranding perguruan tinggi tersebut. Sehingga perlu bagi Humas khususnya perguruan tinggi, untuk mengoptimalkan penggunaan media baru sebagai media informasi tidak hanya untuk kepentingan publik eksternal juga untuk termasuk didalamnya kepentingan publik internal. 

Pentingnya SDM yang mengerti tentang tugas-tugas kehumasan juga perlu menjadi sorotan utama bagi perguruan tinggi. Mengikutsertakan Humas pada pelatihan, seminar ataupun workshop juga bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan Humas dalam menjalankan tugasnya.

—------------------------------

Fitriani Ayu Lestari

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas

Tag:

Baca Juga

65 Anggota DPRD Sumbar berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa hingga akhir masa jabatan periode 2019-2024 berakhir.
65 Anggota DPRD Sumbar Komitmen Selesaikan Pekerjaan Tersisa hingga Akhir Masa Jabatan
Eks Personil JKT48 Elaine Hartanto Meriahkan Festival Budaya Jepang Bunkasai XXI di UBH
Eks Personil JKT48 Elaine Hartanto Meriahkan Festival Budaya Jepang Bunkasai XXI di UBH
Gubernur Mahyeldi Libatkan Semua Pihak Tangani Bencana Sumbar
Gubernur Mahyeldi Libatkan Semua Pihak Tangani Bencana Sumbar
HKI Kebut Perbaikan Jalan Lembah Anai, Target Rampung Akhir Juli 2024
HKI Kebut Perbaikan Jalan Lembah Anai, Target Rampung Akhir Juli 2024
Hebatnya kampus itu ditandai dengan mahasiswanya berprestasi. Dosen dan pimpinan yang hebat, karena mahasiswanya berprestasi.
UIN IB Padang Ciptakan Mahasiswa Berprestasi Lewat Pelatihan Student Literacy Camp 2024
Jalan Pasar Lubuk Buaya Sudah Mulus, Pj Wako: Mari Kita Rawat Bersama
Jalan Pasar Lubuk Buaya Sudah Mulus, Pj Wako: Mari Kita Rawat Bersama