Kebakaran Pasar Baso Agam, Api Diduga Berasal dari Kios Daging

kebakaran pasar baso

Sekitar 24 toko terbakar di Pasar Baso, Agam [jurnalis warga]

Langgam.id– Kebakaran melanda kios di Pasar Baso, Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (14/9/2021) dini hari.

“Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 02:20 WIB. Kebakaran diperkirakan bermula terjadi di dekat kios daging,” kata salah seorang saksi mata, Ari Julian Pratama, Selasa (14/9/2021).

Ari menambahkan, dugaan sementara kebakaran ini disebabkan konsleting listrik.

“Ini kami yang melihat di lokasi menyakini konsleting listrik, dan alhamdulillah ada 4 mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi. Sehingga kebakaran tidak meluas,” tambahnya

Baca juga: 24 Kios Pasar Baso Agam Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2,5 Miliar

Secara terpisah, Kapolsek Baso Iptu Yustian Syaiful membenarkan kejadia kebakaran tersebut. Dia menyebut dari 25 kios yang terbakar,1 tidak ada diisi.

“Kios ini terbuat dari beton, dan juga yang kios yang berisi cuma 24 dan 1 ini kios kosong. Dan juga tidak ada terjadi korban jiwa. Cuma kerugian materiel,” sebutnya Selasa (14/9/2021).

Iptu Yustian menyebut, kerugian diperkirakan mencapai 2,5 Milyar dari kebakaran tersebut.

Baca Juga

Bofet di Simpang Haru Padang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Bofet di Simpang Haru Padang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Jenazah Pasutri Korban Kebakaran di Padang Pariaman Diserahkan ke Keluarga
Jenazah Pasutri Korban Kebakaran di Padang Pariaman Diserahkan ke Keluarga
3 Rumah dan 1 Warung Terbakar di Payakumbuh, Seorang Warga Alami Luka Bakar
3 Rumah dan 1 Warung Terbakar di Payakumbuh, Seorang Warga Alami Luka Bakar
Polisi Autopsi Jenazah Pasutri Korban Kebakaran di Padang Pariaman
Polisi Autopsi Jenazah Pasutri Korban Kebakaran di Padang Pariaman
Rumah gadang agam terbakar
Pasutri Meninggal Saat Kebakaran di Padang Pariaman, Jasad Ditemukan dalam Kamar
Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin di Lubuk Alung: dari Ruang Kelas hingga Asrama Santriwati
Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin di Lubuk Alung: dari Ruang Kelas hingga Asrama Santriwati